ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
ZHA KE RUMAH ARIEF


__ADS_3

Zha ke rumah Arief.


...****************...


Leon yang sudah selesai Metting langsung masuk ke ruanganya melihat Arief ada di ruanganya yang masih berkutat dengan laptopnya, dan melihat Zha tertidur di pangkuan Arief.


Leon melihat baju bagian pinggang Zha sedikit terbuka, jadi terekpos kulit putih Zha. Leon membuka jasnya dan menutupinya.


Arief yang melihatnya tersenyum.


" Jaga tunanganmu, karena tubuh yang selalu tertutup rapat terbuka sedikit saja bisa membuka gairah pria, beda dengan yang selalu terbuka di telanjangi juga tidak berminat " tutur Leon pada adiknya.


" Sudah selesai apa skripsinya ?" Tanya Leon pada adiknya.


" Belum kak, mungkin dikit lagi " kata Arief.


" Kak. . .!" kata Arief terpututus.


" Aku tahu kamu penasarankan sama kasih sayang aku sama Zha?" kata Leon tahu apa yang akan di tanyakan oleh Arief


" Tenang saja, Zha adalah tunanganmu, kak Leon memberikan kasih sayang kak Leon hanya sebatas adik, kamu tahu sendori kak Leon dari dulu ingin adik perempuan tapi tidak terkabul apa lagi Zha adalah adik dari Rahma wanita yang kak Leon cintai " kata Leon


" Trima kasih kak, mungkin bukan cuma kak Leon yang ingin adik perempuan " jawab Arief.


Ya memang Dahlia juga menginginkan anak perempuan, tapi saat mengandung Arief dia terkena kista, jadi waktu lahir Arief rahim Dahlia harus di angkat.


...****************...


Tidak terasa hari telah berganti Arief sudah wisuda dengan nilai yang cukup baik, tinggal mempersiapkan keberangkatanya ke swis di sana sudah ada pamanya.


Semua orang di rumah sibuk dengan ulah Arief, karena akan berpisah jauh.


Zha sekarang lebih sering termenung, pasca akan di tinggal Arief.


" Zha, mau kemana nak, ?" ini masih pagi buta ?" tanya Rima pada putrinya saat sudah siap berangkat ke rumah Arief pdahal jam masih mdnunjukan setengah enam.


" Mau tempat Arief buk . . !" jawab Zha.


" Kenapa tidak telepon saja, nantikan di jemput " jelas Rima.


" Arief sibuk buk, Zha tidak mau ganggu " kata Zha.


" Bukankah masih lama Arief berangkatnya ?" tanya Rima.


" Lusa, , , tapi Zha kangen banget buk, pingin rasanga ahir - ahir ono dekat dengan Arief " jelas Zha.


" Zha takut Arief pergi tuk selamanya " kata Zha lemas.


" Sssst. tepis pikiran itu, ! Arief di sana belajar.nih nasi gorengmu, dan itu bang ojolnya sidah nunggu di depan !" sambil menyerahkan nasi goreng Zha. yang di bikin Zha sendiri kesukaan Arief.

__ADS_1


" Ya buk, Zha berangkat dulu ya ? Assalamualaikum ?" kata Zha sambil mencium tangan Rima dengan takjim.


" Waalaikum salam " jawab Rima sambil geleng kepala.


Zha bangun ke pagian mengikuti langkah ayam jago, belum ada seorangpun yang beraktivitas.


" Putrimu kemana buk ?" tanya Didik oada Rima saat sarapan tidak ada Zha.


" Tempat Arief, selepas sholat subuh tadi " jawab Rima, membuat mata Didik melotot.


" Aku takut pak, mimpi Zha adalah firasat, dan membuat dia gila ?" kata Rima dengan nada kuatir.


" Istigfar buk, semoga iti hanya mimpi " kata Didik menenangkan Rima.


Di tempat lain Zha sudah sampai di kediaman Arief. Sudah menekan bell, dan bi Sumi yang membuka dengan senyum khas dan sedikit heran.


" Arief sudah bangum bi ?" tanya Zha.


" Belum non, den Arief masih di kamar " jawab bi Sumi.


Setelah mengucap permisi Zha langsung lari ke kamar Arief yang ada di lantai 2 tidak terkunci.


Brught.


" Au burungku, bangssat, kepparat, pagi - pagi sudah bikin masalah " Umpat Arief ketika tiba - tiba ada yang menindihnya dari atas dan mengenai burung perkututnya.


" Woy, coba buka matanya, bangssatnya ada di sini " kata Zha di atas Arief.


Arief kaget langsung membuka matanya, kaget melihat Zha yang ada di atasnya wajah Zha yang dekat dengan wajah Arief seperti mimpi.


" Zha, itu benar kamu ?" tanya Arief dengan suara khas orang bangub tidur.


" Bukan, ini hantunya " jawab Zha.


" Hantu secantik ini, langsung saya bawa ke petugas PLN " Kata Arief.


" PPN Rif . . .!?' teriak Zha.


" Suka - suka saya, mulut - mulut saya, dan satu lagi karena kamu menggangu tidurku maka aku akan nenghukumu " Kata Arief, membuat mata Zha melotot.


Arief dengan cepat membalikan badanya dengan posisi di atas Zha, dan menduduki paha Zha. Zha tidak bisa memberontak.


Saat Arief menyingkap selimutnya Zha segera menutup wajahnya.


" Kenapa Zha ?" tanya Arief yang ternyata hanya memakai boxer.


" Aku takut sama itu !" kata Zha sambil menunjuk bawah Arief. " Malu Rif ?"


" Ha ha ha . . ! dia tadi bangun gara - gara kamu, kenapa harus malu, sebentar lagi dia milik kamu " kata Arief.

__ADS_1


" Minggir aku mau keluar mau bantuin bi Sumi masak buat sarapan " kata Zha.


" No no no. kmberani berbuat harus bertanggung jawab " kata Arief dengan pandangan mesum pada Zha.


Membuat Zha takut sampai susah menelan air liurnya.


Arif yang tahu akan ketakutan Zha, malah tambah gemas, semakin mengeratkan burungnya di paha Zha. dan menyambar bibir Zha.


Bibir Arief memainkan bibir bawah Zha, tapi belum ada respon, Zha yang mulai kalut dengan permainan Arief sedikit membuka bibirnya.


Mereka melakukan ciuman panas di pagi hari, sampai membuat Zha kualanhan dengan serangan Arief. Zha berusaha mendorong tubuh Arief, tapi Arief malah menahan tangan Zha. perbuatan Arief semakin berutal.


Semakin lama. semakin lancang Arief bermain di leher di dekat telinga, daerah sensitif, membuat Zha menggelincang menahan geli.


" Ahhh Arief " desah Zha, membuat Arief mendapatkan peluang.


" Kanapa seluruh tubuhmu begitu manis sayang " kata Arief saat mendongak melihat wajah Zha dengan mata masih terpejam.


Arief meneruskan aksinya.


" Arief, stop aku sudah gak kuat Rif ?" desah Zha.


Arief masih asik menggesekan burungnya di paha Zha. yang masih tertutup rapat, sedang bibirnya masih bermain di area leher Zha. tangan Arief meraba salah satu gunung kembar Zha. membuat Zha terkejut dan mendorong Arief.


" Sudah hentikan Rif, aku takut kita tidak terkendali . . . . .! bentak Zha.


Tapi Arief merasa puas. " Makasih sayang . . ?" kata Arief sambil mencium bibir Zha.


" Ya sudah, kamu mau apa kesini pagi - pagi ?" tanya Arief.


" Aku kangen, dan ingin mengajak kamu jalan, semenjak skripsi, wisuda sampai mau pergi kamu sibuk terus kamu jarang ada waktu untuku ?" kata Zha.


" Maaf sayang. . . !" kata Arief singkat.


" Apa kamu sudah bosan sama aku, ?" tanya Zha mengerucutkan bibirnya.


" Kamu ngomong apa sih ? ya tidak lah, kamu sendiri tidak pernah mintak aku ajak jalan kamu ?" kata Arief.


" Kamunya saja yang tidak peka " kata Zha menyalahkan Arief.


" Iya maaf ?" kata Arief menarik Zha dalam pelukanya.


Di luar.


" kenapa bik kok ada keributan tadi ?" tanya Dahlia.


" Nona Zha datang, ada di kamar den Arief " jawab bi Sumi.


Dahlia membelalakan matanya.

__ADS_1


__ADS_2