
Ketegaran Zha
...****************...
" Kak Zha tidak butuh kekayaan atau uang kak Leon, Zha hanya ingin kesehatan kak Leon, Zha belum siap jadi janda, jadi janda bolong !" kata Zha sambil mencium pipi Leon.
Leon ahirnya mengangguk hanya bisa menurut.
Siangnya Zha, menemui Leon di kantor, namun Leon masih metting, tidak sengaja Zha bermain ponsel, berselfi - selvi ria, dan memvidio bersama Mita, tidak sengaja seorang pelayan yang akan mengantar minuman ke ruangan Leon memberikan serbuk ke dalam gelas yang berisi air putih, Zha hanya cuek, pura - pura tidak tahu.
" Sudah siap sayang ?" tanya Leon pada Zha.
" Sudah !" kata Zha.
Lalu seorang pelayan memberikan minuman pada Leon. pelayan tadi langsung keluar, saat Leon akan meminumya Zha langsung merebutnya dan menggantinya dengan air minum yang dia bawa.
" Lain kali, bawa minum dari rumah, lihat ini, tidak higienis dan lihat ini ada kotoranya " oceh Zha pada Leon.
" Baru kali istriku peduli dengan kebersihan " kata Leon sambil tersenyum.
" He he he " tawa Zha.
Mereka menuju rumah sakit dan di periksa oleh dokter, dan left.
" Hasil left ini menunjukan kalau anda mengalami Impoten !" kata dokter Rudi yang umurnya sekitar setengah abadtan.
Membuat Zha dan Leon kaget dan hampir mengeluarkan matanya.
" Impoten anda langka, dia akan menyebabkan anda pada kelumpuhan !" jelas Dokter Rudi.
" Apakah ada solusi dok ?" tanya Zha.
" Ada, anda harus rajin terapi dan meminum obat, agar pernyakit itu bisa segera di atasi tapi kemungkinan untuk sembuh hanya lima puluh persen !" jelas dokter Rudi.
" Tidak mungkin. . .!" teriak Leon sambil memukul meja membuat Rudi kaget dan berdiri, Leon langsung mencengkram lehernya.
" Bilang ini semua bohong. . . !" teriak Leon sambil memandang dokter Rudi dengan tatapan tajam.
" Kak, sudah, kita tidak bisa menentang kuasa allah !" kata Zha menenangkan Leon.
" Ka ka kalau anda tidak percaya, coba dengarkan saya !" pinta dokter Rudi.
" Mari kita berbaring " ajak dokter Rudi pada Leon dan di ikuti Zha.
Leon berbaring dan Dokter Rudi menyuruh Zha merangsangnya, tapi ada respon hanya sebentar, " Kekuatan anda hanya mampu mungkin 10 menit itu paling lama !" kata dokter Rudi.
Dan dokter rudi menerangkan semuanya, gejala dan kapan Leon mulai merasakanya.
" Kalau anda ingin sembuh hanya anda yang bisa melawanya sendiri !" jelas Dokter Rudi.
Zha dan Leon ahirnya pulang.
__ADS_1
" Zha, apa kamu masih mau bersamaku ? sedang aku hanyalah pria cacat ?" tanya Leon memeluk Zha menyiapkan makan malam dengan berderai air mata.
" Kak, tidak ada yang tidak mungkin kalau kita bisa berusaha !" jelas Zha sambil membalikan badanya.
" Memang aku terlihat gagah, tampan sempurna, dan banyak uang, tapi aku tidak bisa memberikan nafkah batin untukmu " kata Leon.
" Selama kak Leon mau berusaha untuk sembuh, Zha akan dampingi kak Leon, karena Zha yakin kak Leon akan sembuh ?" jelas Zha.
" Kalau tidak sembuh ?" tanya Leon.
" Sssst " jari Zha di tempelkan di bibir Leon.
" Kita akan tetap berusaha agar kak Leon srmbuh, jangan bilang lagi tidak, ganti kata tidak dengan belum !" jelas Zha.
" Karena kita masih muda, mungkin allah menunggu Zha cukup umur untuk menumbuhkan bibit kak Leon di rahim Zha, makanya allah menguji kita !" pinta Zha.
Leon langsung memeluk Zha, " kau begitu sempurna untuk pria cacat sepertiku " kata Leon.
" Kau hanya sakit, bukan cacat " sela Zha.
" Kita makan " kata Zha dengan senyum dan mengusap air mata Leon.
Di meja makan.
" Mulai besok, kak Leon tidak boleh minum, minuman yang bukan dari istrinya, dan makan, tidak boleh yang dari kantor, harus dengan istrinya " kata Zha pada Leon.
" Sejak kapan kamu pakai undang - undang itu Zha ?" tanya Leon.
" Okey sayang !" kata Leon.
" Dan satu lagi, tidak usah cerita pada soapapun, walaupun sama orang tua kita " kata Zha.
" Aku setuju, ini sebuah aib, aku juga takut kamu di ambil orang tuamu " kata Leon.
" orang tuaku tidak sekejam itu kali kak !" kata Zha dengan ekpresi lucu membuat Leon terrawa gemas.
Zha mengirim vidio yang dia dapatkan dari kantor ke Roy, dan esoknya mereka bertemu.
" Apa selanjutnya rencanamu Zha ?" tanya Roy.
" Selidiki dia Roy, aku tahu dia bukan dalangnya, dia hanya di suruh, di bayar atau di ancam " kata Zha.
" Baiklah !" jelas Roy.
" Jangan bilang kalau kita bertemu pada kak Leon, dan jangan ceritakan juga hal ini pada kak Leon, aku takut orang ini akan mengalami kekerasan dari kak Leon !" kata Zha, dan Roy membalas dengan mengacungkan jempol
" Kalau masalah makan dan minum kak Leon biar aku yang atur " jelas Zha.
" Kau hebat Zha tidak salah Arief memilihmu untuk mendampingi kakaknya ?" kata Roy.
" Kau berlebihan Roy !" kata Zha.
__ADS_1
...****************...
Leon dan Zha rajin ke rumah sakit untuk terapi dan berobat masih tidak ada perubahan , malah membuatnya lemah tidak bisa berdiri sama sekali dan membuat dia sakit sakitan membuat tubuhnya sedikit kurus, dan membuat Leon putus asa, setiap hari adanya marah, yang jadi korban adalah Zha.
" Kau bodoh Zha, kau mempertahankan pria cacat sepertiku, kenapa kamu tidak tinggalkan aku ?" kata Leon sambil marah - marah.
" Kau imamku kak Leon, aku mencintaimu ?" kata Zha.
" Ha ha ha . . Cinta tapi kamu tidak bahagia Zha !" tawa smirk Leon.
Pranggggg. . . !
Vas bunga di banting Leon sampai pecah.
Zha membereskannya dan tanganya terkena pecahan kaca.
" Auu !" kata Zha.
Leon segera menghampirinya dan melihat darah mengalir dari jari Zha.
Leon menarik Zha dan memeluknya dengan erat.
" Maafkan aku sayang, maafkan aku, aku tambah menyakitimu " kata Leon sambil menitikan air mata.
Zha menahan tangisnya ' Aku harus kuat demi kamu kak ?' gumam Zha.
Dan suatu ketika di pagi hari saat Leon di kamar mandi sedang mandi.
" Zha, Zha Zha. . . !" teriak Leon dari kamar mandi.
Zha langsung lari ke kamar mandi.
" Lihat dia sudah mulai bisa berdiri lebih lama " kata Leon sambil menunjukan pusakanya.
" Ini pertanda baik kak Leon " jelas Zha.
" Ha ha ha ha . . !" tawa Leon sambil memeluk Zha.
" Kau semangatku Zha, kau yang membuatku bangkit " teriak Leon.
" Karena Zha yakin kalau kak Leon akan sembuh !" semangat Zha pada Leon.
Semenjak sakit Leon, Leon di larang Zha mengendarai mobil sendiri, sekarang Roy yang Zha percaya menjadi sopir pribadi Leon.
Beberapa hari sudah ada perubahan tapi saat meminum obat dan di suntik lagi, Leon merasakan sakit lagi pada perut bagian bawahnya di pagi hari.
" Aggghhhhhtttt. . . . . sakiiiit Zha !" teriak Leon sekuatnya.
" Kak Leon ?" kata Zha sambil menepuk - nepuk pipi Leon.
Zha langsung menghubungi Roy, Roy dengan sigap langsung menjemput Leon
__ADS_1