ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
ARIEF VS ANGGA


__ADS_3

Arief vs Angga


...****************...


" Bagai mana pi dapat ?" tanya Dahli pada suaminya yang baru sampai.


" Tidak mi, telat lima menit " jawab Angga.


" Maksudnya pi ?" tanya Dahlia lagi.


" Waktu tanya yang ada di indonesoa, tadi pagi sudah ada yang mengambil, ada latanya yang di Swis, itu merk nomor tiga, saat di hubungi, baru saja di pesan dan langsung do bayar lunas " Cerita Angga.


" Kenapa tidak papi bayar dua kali lipat " tanya Dahlia.


" Mana boleh mi ?, dia memegang amanat " kata Angga.


" Apa mi, pi ?" sambung Leon yang baru keluar dari kamar di iringi Arief.


" Ini mamimu ingin perhiasan mahal, yang hanya ada delapan di dunia, tapi sudah tidak kebagian, semua sudah laku " cerita Angga.


" Ohh, " kata Arief.


" Kata mamimu bayar dua kali lipat, agar toko yang di Swish mau menyerahkan, berhubung belum di ambil, katanya lusa baru mau di ambil, tapi pemilik tokonya kekeh tidak boleh, walaupun 10 kali lipatpun tidak akan di kasih, karena amanat " lanjut cerita


" Ya iya lah pi, karena manusia itu yang di pegang kata - katanya, yang di jaga amanatnya, jangan karena uang, jabatan, kita akan seenaknya karena allah akan sangat membenci penghianat ?" Kata Arief membuat hati Angga langsung.


Degg ' Apa Arief tahu sesuatu ?' kata Angga dalam hati.


" Tapi mamikan ingin Rif " Jawab Dahlia.


" Kayaknya perhiasan mami sudah banyak, " jawab Arief.


" Itukan barang langka Rif ? kalau punya mami barang pasaran, lagian kan cuma selisih lima menit, sama pembelinya " jawab Dahlia.


" Mi, jangan serakah mi, semua barang sama, semua tinggal kita yang menilainya " kata Bijak Leon keluar.


" Jangan sudutkan mamimu, papi akan usahakan mendapatkanya ?" jawab Angga.


" Jangan pernah isik punya orang pi, kalau ingin hidup damai " kata Arief menohok hati Angga lagi.


" Kalau todak dapat yang dari Swish yang di indonesia tidak papa kan mi, tapi merk nomor tujuh " jelas Angga.


" Mami maunya yang di Swish pi, modelnya elegan, tidak terlalu mewah dan brrlian murni, kalau tidak yang di Mesir ?" kata Dahli, membuat Arief emosi.

__ADS_1


" Asal mami dan Papi tahi, yang di Swish adalah milik Arief. . . . ! bentak Arief.


" Maksudmu Rif, kamu beliin untuk mami kan ?" tanya Dahlia.


" Untuk Zha " jawab Arief.


" Maksudmu Rif ? kamu kerja sebulan belum tentu mendapatkan uang sebanyak itu kenapa kau berikan cuma - cuma pada orang lain ?" Tanya Angga.


" Aku akan melakukan apapun demi membahagiakan orang yang aku cintai, seperti halnya papi, yang selalu usaha membahagiakan mami walau harus mengorbankan orang lain ataupun orang dekat " jawab Arief.


Angga hanya diam pasrah, memang benar.


" Walaupun Zha nemintaku untuk pergi, atau nyawaku, mungkin akan aku berikan asal dia bahagia " kata Arief.


" Benar kata Arief mi, perhiasan mami masih banyak, buat apa beli lagi, ngubajir nanti, lagian yang beli anak mami sendiri paling juga sama mami buat ajang pamer sama teman mami " kata Leon.


" Perhiasan mami kalau di jual semua, belum tentu bisa buat beli perhiasan itu Leon? " Jelas Dahlia.


" Terserahlah mi " Kata Leon dan Arief langsung berlalu pergi masuk ke kamar masing - masing.


" Kalau debat sama dua anak itu mana bisa kita menang mi, karena mereka saling mendukung " kata Angga.


" Karena Leon juga yang selalu manjain Arief jadi ya begitulah " jawab Dahlia.


" Ya sudah pi terserah papi, yang mana yang akan papi beli, mami terima yang penting mami tidak malu nanti kalau ketemu sama teman sosialita mami, karena mami bilang kalau mau beli perhiasan langka itu " kata Dahli pasrah.


" Emang yang nomor satu, dua, dan empat di mana pi ?"


" yang nomor satu di permaisuri mesir yang ke dua di pengusaha paris yang ke empat di jepang yang ada di indonesia yang ke tujuh " cerita Angga.


" Ya sudah kah pi tidak apa - apa !" kata Dahlia.


Di kamar, Arief masih membayangkan tadi pagi, membayangkan Zha saat di cium, belum bisa merespon.


' Apa itu ciuman pertama Zha ? oh sungguh gadis lugu, bibir yang terasa manis seperti ada nikotin di bibirnya membuat aku kecanduan ' kata Arief di dalam hati.


...****************...


Ke esokan harinya Zha sudah di kantor. sudah bekerja seperti biasanya. Arief datang dengan gaya coolnya ke kantor langsung menuju meja Zha.


" Arief. . . !" Zha terkejut dengan kedatangan Arief yang tiba - tiba.


Arief hanya tersenyum dan dan memeluk Zha dari belakang.

__ADS_1


" Kenapa kamu ke sini ?" tnya Zha.


" Kangenlah, kangen sama pacar sendiri bolehlah ?" kata Arief di telinga Zha.


" Aku mau ajak kamu jalan ?" kata Arief.


" Hai nanti aku di marah Angga dan Leon " jawab Zha.


" Dasar menantu durhaka " kata Arief sambil menonyor kening Zha setelah mendengar kata Zha panggil Angga tanpa sebutan papi, dan Leon tanpa sebutan kak.


" Siapa yang berani pecat kamu, kalau nurutin anaknya " kata Arief.


Arief langsung menarik Zha dan memberikan berkas Zha pada Mita, Mita jadi cemberut.


" Kamu kan manusia langka, pasti cepat mengerjakanya " puji Arief sambil memberikan beberapa lembar uang gambar soekarno hatta membuat Mita tersenyum.


" okey, kalau ada ininya pasti beres " kata Mita.


" Tapi jangan lupa oleh - olehnya ?" kata Mita.


" Oleh - olehnya dedek bayi " jawab Arief, membuat mata Zha dan Mita mau keluar.


" Dasar mesyum, tidak jadi ikut saya . . !" kata Zha.


" Tidak sayang hanya bercanda !" kata Arief sambil nyengir kuda.


Ahirnya Arief memeluk pinggang Zha, dan menariknya ke parkir. dan menyuruhnya masuk mobil semua karyawan tertawa dengan tingkah Arief.


" Awas kalau macam - macam, aku tidak akan memaafkanmu " ancam Zha.


" Okey sayang, aman !" kata Arief sambil mengangkat jarinya membentuk huruf O.


Leon yang baru keluar ruangan akab makan siang mencari keberadaan Zha. karena sudah biasa mengajak Zha makan bersama keluarga, atau di cafe yang di khususkan oleh petinggi peeusahaan.


" Kemana Zha ?" tanya Leon pada Mita.


" Di ajak captainya jalan " jawab Mita cuek tanpa melihat, karena belum sadar yang tanya siapa.


" Maksudnya ?" tanya Leon.


Mita baru mendongak terus sadar.


" Pak Leon, maaf, tadi Zha, di ajak jalan sama Arief " jelas Mita.

__ADS_1


" Oh, kirain ke mana, ? ya sudah kalau gitu ? " kata Leon.


Leon langsung melanjutkan menuju cafe versama papinya.


__ADS_2