ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
SOSIALITA


__ADS_3

Sosialita


...****************...


Weekend Dahlia main di apartemen Leon, srperti bisa Zha dan Leon baru saja pulang dari gym.


Dahlia yang ke sana sambil membawa buah - buahan kesukaan putranya.


Zha yang bahagia melihat maminya datang, langsung mandi dan menyiapkan kueh, yang sekarang tidak pernah telat di buat Zha untuk Leon.


" Anak perempuan mami, sehat sayang ?" tanya Dahlia sambil memeluk Zha dengan kasih sayang.


" Sehat mam, mami kesini kok gak ngabarin, lagian baru kemaren malam kan Zha baru minap di sana ?" kata Zha


" Emang mami hsrus izin kalau ingin ke tempat anaknya ?" tanya Dahlia.


" Enggak sih " kata Zha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sini duduk, mana Leon ?" tanya Dahlia.


" Masih mandi mi ?" kata Zha.


Dahlia dan Zha bercanda hangat, seperti ibu dan anak, setelah Leon beres lalu ikut gabung dengan mereka dengan membawa laptop kesayanganya.


" Papi ke mana mi ?" tanya Zha pada Dahlia.


" Papimu ya sama ama anaknya, lagi berduaan sama istri ke dua ?" kata Sahlia sambil menunjuk laptopnya Leon.


" Oh ya mami kesini mau ngomong sesuatu ?" kata Dahlia.


" Besok di rumah, mau ada acara arisan loh ? nanti Zha ajarin mami bikin kueh ya ?" kata Dahlia.


" Iya mi. . ! jawab Zha.


" Mami juga mau tanya nih, kenapa kalian belum mikirin anak sih, sedang pernikahan kalian sudah setahun lebih ?" tanya Dahlia membuat Zha dan Leon saling pandang.


" Sebuah keluarga mempunyai privasi mi, jadi punya alasan sendiri kenapa belum punya anak ?" jawab Leon yang sedikit kaget dengan pertanyaan maminya.


" Mungkin juga belum rezeki mi ?" jawab Zha.


" Jangan hanya pasrah terus, harus usaha ?" kata Dahlia.

__ADS_1


" Bagaimana kalau lalian cek kesuburan ? mami tidak akan memisahkan kalian kok, kalau Zha tidak subur, kita kan bisa berusaha mengobatinya bersama - sama, atau dengan cara bayi tabung dan Leon juga sebaliknya kalau Leon yang ada masalah kita bisa usaha mami juga punya kenalan dokter untuk berkonsultasi " jelas Dahlia, membuat keduanya terkejut untuk yang kedua kali.


" Mo benas kata Zha, kita hanya belum di kasih sama allah, Leon juga masih sibuk, harus mengurus proyek sana - proyek sini, jadi Leon belum fokus perhatian sama Zha dan Zha juga masih kuliah " jelas Leon.


" Mami mau kok jaga Zha, kalau dia sudah mengandung, kalau kamu harus urus proyek sana sini ?" jelas Dahlia.


Zha hanya diam memperhatikan perdebatan ibu dan anak.


" Kamu anak satu - satunya Leon, mami ingin segera punya cucu supaya mami tidak kesepian !" kata Dahlia.


" Zha masih kecil mi baru genap delapan belas kemarin mi, apa mami tidak tahu resikonya, dan anggaran Arief menikahi Zha masih setahun lagi kalau mami merasa kesepian mami bisa pinjam cucu teman mami ?" jelas Leon.


" Leon mau di tarok di mana muka mami, mami punya anak sendiri dan sudah menikah, malah pinjam cucu teman mami, nanti di anggap anak mami impoten ?" jelas Dahlia.


' Nemang anak mami impotten, eh salah bisa berdiri sih waktu itu ' pikir Zha.


" Mami mendesak Leon untuk punya anak karena teman mami kan ? Leon sama sekali tidak terpengaruh mi dengan keinginan mami ?" kata Leon.


" Leon kenapa kamu masih keras kepala sih ?" tanya Dahlia.


Dahlia merasa kecewa dengan anaknya sendiri.


Lalu Zha mengalihkan pembicaraan agar maminya terhibur.


" Memang kau menantu idaman mami ?" kata Dahlia.


Di malam hari Dahlia sudah pulang, Zha memberanikan diri mendekati Leon yang masih sibuk dengan laptopnya.


" Kak ? belum ngantuk ?" tanya Zha.


" Sebentar lagi Zha ?" kata Leon.


Zha menempelkan bibirnya ke bobir Leon, Leon kaget, Zha ******* sedikit bibir bawah Leon, Leon membalasnya dengan ******* itu.


Leon menarik pinggang Zha, dan menempelkan dadanya ke dada Zha.


Tiba - tiba ponsel Leon berbunyi dan Leon mendorong Zha, Zha kaget dengan perlakuan Leon, Leon langsung mengangkat ponseknya, Zha merasa kecewa langsung menarik selimut, setelah sedikit lama Leon mengangkat ponselnya, Leon kembali ke laptopnya dan sesekali melirik ke arah Zha.


Setelah Leon selesai dengan pekerjaanya, Leon memeluk Zha dari belakang, dan terlelap dalam tidurnya.


...****************...

__ADS_1


Setelah kejadian itu Dahlia sudah melupakanya, karena emang Dahlia yang salah, karena memaksa Leon memiliki anak, sedang mereka berdua menikah dengan cara tanpa berpacaran mereka menikah karena permintaan mendiang Arief.


Dan Leon adalah orang yang keras kepala,


Dahlia pagi ini mendapat undangan dari teman sosialitanya, semua janjian membawa anak perempuanya atau menantunya.


Dahlia berinisiatif membawa Zha datang, Zha tadinya menolak karena mau kuliah, tapi karena Dahlia memaksa ahirnya dia mau ikut.


Dan berpamotan dengan Leon, Leon sedikit keveratab, tapi Zha menjelaskan keinginan Dahlia, ahirnya Leon menyetujuinya.


" Tapi dengan satu syarat, kau tidak boleh ikut - ikutan mami ikut menjadi sosialita, tugasmu adalah mengurusku, kalau kau mau apa saja tinggal bilang saja, tidak usah ikut arisan ?" pesan Leon.


" Karena ulah mami yang glamor, suka pamer, aku dan Arief jarang terurus, hanya bi Sumi yang peduli pada kami " Leon keceplosan menceritakan keluarganya yang terlihat harmonis, ternyata di balik itu ada yang membuat hati Leon kecewa.


Tapi Zha tidak ingin meneruskan perdebatan .


" Iya kak " kata Zha sambil memakaikan dasi di leher Leon dan memakaikan jasnya.


" Uang jajanmu sudah aku transfer, kalau kurang ngomong, dan biaya semester dan biaya lain - lain sudah aku lunasi ? tugasmu hanya belajar ?" kata Leon.


" Itu lebih dari cukup, dua belas juta perminggu, itu sudah lebih dari cukup ?" kata Zha, Zha pernah menolak dengan uang jajan yang di kasih Leon perminggunya tapi bukan Leon, yang tidak marah kalau dengar penolakan.


" Siapa tahu kamu ingin perawatan, atau ingin beli baju baru, kalau tidak bersamaku ?" jelas Leon.


" Perawatan Zha kan cukup di rumah, pakai yang herbal alami lebih aman bahanya juga leboh sering kak Leon yang beliin " jelas Zha


Dahlia menjemput Zha dengan di antar pak Djoko Dahlia mengajak Zha perawatan terlebih dahulu sebelum pergi.


" Zha bajumu terlalu ketinggalan jaman ?" kata Dahlia mengomentari baju Zha.


" Tapi Zha suka mi ?" jawab Zha.


" Kita ke mall dulu, sekalian perawatan ? mami tidak mau kalau teman mami bilang menantu mami monok, padahal istri Leon angga reksa seorang Ceo?" kata Dahlia.


" Tapi baju ini pilihan kak Leon mi kak Leon yang beliin ini buat Zha " kata Zha.


" Kan untuk kuliah " kata Dahlia.


Zha hanya bisa menurut. Zha perawatan terlebih dulu, padahal kulit Zha sudah bersih dan sehat.


Dan memakai baju pilihan maminya, saat Dahlia akan membuang baju Zha tadi, Zha melarangnya.

__ADS_1


__ADS_2