ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Baju anaku semahal itu.


__ADS_3

Baju anaku semahal itu


...****************...


" Waw, apa seperti ini nuansa hotel ?" kata Lin yang kagum dengan kamar Zha yang ber cat biru langit.


" Iya ya !" kata yang lain.


Zha menjambak rambut Ima.


" Keluar dari tempatku ?" bentak Zha.


" Zha a a aku tidak pakai apa - apa ?" kata Ima dengan gemetar.


" Kak Leon keluar. . !" bentak Zha.


" Tapi . . .!" protes Leon takut terjadi apa - apa pada istrinya.


" Keluar. . . !" bentak Zha.


plak. . . !


plak. . . ! Zha memukul wajah Ima.


Leon keluar dan menyuruh buk Minto masuk


Buk Minto masuk di ikuti beberapa ibu - ibu.


" Zha sudah nak, ibu tahu kamu sakit hati, tapi tidak gini ?" buk Minto menenangkan Zha.


" Kurang apa aku bu de, selalu sabar dengan tingkahnya, sekarang dia berusaha menggoda suami Zha !" teriak Zha.


" Zha aku hanya kangen hotel " kata Ima sambil menahan sakit.


Buk minto, masih membujuk Zha, takut Zha semakin nekat.


Zha ahirnya mau keluar dan menyuruh Ima segera keluar, Rima dan Didik yang baru datang langsung lari ke kamar Zha.


Saat Ima keluar membuat Zha darahnya mendidih lagi.


" Itu bajuku brengseek, kenapa kau iri dengan apa yang aku miliki " kata Zha akan loncat dari ranjangnya, tapi di tahan oleh Leon.


" Bajuku basah, aku pinjam dulu " kata Ima dengan takut.


" Kau tidak pantas pakai bajuku sampah, !" Zha mulai memberontak pada Leon.


" Lepas kak Leon. . . !" teriak Zha, Didik membantu Leon agar Zha tidak semakin memberontak.


" Biarkan Zha, aku tidak mau kau pakai baju bekas sampah seperti dia " bentak Leon dan membalikan tubuh Zha.


" Tapi itu baju kesukaan Zha kak, itu yang di belikan kak Leon di Jepang hu hu hu baju itu yang masih muat dengan Zha !?" kata Zha sambil nangis.


" Kita beli lagi ya !?" kata Leon sambil memeluk istrinya.


Leon kasih kode agar para ibu - ibu membawa Ima pergi.


Adi dan Mita yang dengar kabar, baru datang, dan dengar ibu - ibu bisik - bisik.


" Zha tidak pernah marah, kalau marah seram juga ya ?" bisik seorang ibu.


" Iya. . ya !" jawab yang lain.


" Mungkin aku akan semakin anarkis, kalau tahu tingkah Ima " kata buk Minto.

__ADS_1


Mita dan Adi langsung menyusul ke kamar, sedang Ima di jemput suaminya.


Sampai di rumah Ima di marahi suaminya.


" Kau memalukan, seperti tidak pernah aku ajak ke hotel !" bentak suaminya Ima.


" Emang iya, aku kau bawa ke hotel sebelum kita nikah " jawab Ima.


" Kapan kalian damai, berantem terus !" kata Woko bapak Ima.


Saat Ima akan jawan, Arya dan Woko, pilih peegi.


Mita dan Adi masih melihat Zha menangis di pelukan Leon, sedang Rima mengelus punggung Zha.


" Besok kita beli di pasar ya ?" kata Rima.


" Ibu, itu bukan baju obralan, tapi itu baju asli dari sutra, kak Leon belikan tiga, tapi hanya itu sekarang yang masih muat buat Zha " kata Zha.


" Apa di pasar tidak ada !?" tanya Rima.


" Bu de, ya tidak lah !, baju seperti itu hanya beberapa negara yang memproduksi dan harganya tidak murah !" jelas Mita.


" Emang berapa Mit ?" tanya Rima,


" Paling murah tiga jutaan !" jelas Mita.


" Ternyata harga baju tidur anaku, setara dengan uang belanjaku satu sampai tiga bulan " kata Rima melongo.


" Banyak orang pakai lingeri pakai dinas malam, tapi kalau Zha pilih sutra !" kata Mita.


" Bu de baru tahu, baju yang di pakai Zha sekarang saja, walaupun sederhana, tapi mahal, anti pelecehan, karena di tarik tidak langsung sobek " jelas Adi sambil menunjuk dres yang di pakai Zha.


" Kenapa bahas baju sih !" kata Leon.


" Zha kenapa sayang ?" tanya Leon.


" Perutku sakit kak !" kata Zha sambil meremas perutnya.


" Di tolong panggil mbok Darmo !" suruh Didik.


Setelah di pijat mbok Darmo


" Tidak apa - apa, hanya kram biasanya habis emosi tinggi, atau stres !" jelas mbok Darmo.


" Jangan banyak pikiran ya ndok, suaminya dampingi terus, biar tidak ada pak Kor " pesan mbok Darmo.


" Bukan pak Kor mbok, tapi pelakor !" kata Adi.


" Ha ha ha. . . !" tawa semua.


" Ah entahlah, bahasa anak muda sekarang tidak tahu mbok " mbok Darmo menyerah.


" Lebih baik besok kamu ke klinik Yuyun untuk USG " saran Rima.


" Iya nduk, demi kebaikan dan kesehatanmu juga " sambung mbok Darmo.


Setelah mbok Darmo pergi Zha tertidur di pelukan Leon.


" Kau tidur sayang, dan aku lapar " kata Leon.


" Dan aku tidak bisa makan masakan orang lain mungkin bawaan kehamilanmu " gerutu Leon sambil mengelus perut Zha yang sudah besar.


Zha yang mendengar gerutu Leon.

__ADS_1


" Kak Leon lapar ?" tanya Zha.


" Kamu bangun sayang ?" tanya Leon.


Zha mengangguk. dan segera berdiri.


" Tidak usah sayang ? kamu masih lelah " larang Leon.


" Tidak, nanti kak Leon mati kelaparan !" kata Zha.


Ahirnya Zha turun dari ranjang, dan memasak untuk Leon.


Besoknya Zha dan Leon ke klinik Yuyun dan di sana bertemu Geo.


" Hai, !" sapa Geo saat tahu yang datang.


" Kamu. . . !" kata Leon juga kaget.


" Selamat datang di klinik kita . . . !" kata Geo.


" Kok kita ?" tanya Leon.


" Ya karena ini uang dari kamu juga " jelas Geo.


" Oh ada ibu kecil ? sudah dari tadi ?" sambut Yuyun pada Zha.


" Ini kak Leon yang sering aku ceritakan mas !" kata Yuyun mengenalkan pada Geo suaminya.


" Ini mas Geo suamiku " kata Yuyun mengenalkan Geo pada Leon.


" Dan ini sayang, wanita yang kau cemburui !" kata Geo pada Yuyun sambil menunjuk Zha.


Yuyun tertegun tidak percaya, karena menyebarnya foto itu yang Yuyun jadi cemburu.


" Tapikatanya suaminya sakit ?" tanya Yuyun.


" Sudah sembuh dong !" jawab Geo santai.


Setelah berbasa basi Leon mengutarakan niatnya.


Yuyun langsung menghangat menuntun Zha keruang USG dan di ikuti dua pria di belakangnya.


" Kak Yuyun sudah jadi dokter, masih mau mengabdi di kampung ?" tanya Zha.


" Karena aku dulu sudah janji, kalau nanti aku sukses, aku akan mengabdi di kampung tumpah darahku, dan yang membesarkanku !" ucap Yuyun.


" Aku bangga dengan orang seperti kak Yuyun " puji Zha dan di senyumi oleh Yuyun.


Yuyun menyuruh Zha berbaring dan mulai membuka baju di bagian perutnya.


Dua pria yang mengikutinya berdiri di belakang Yuyun menghadap monitor.


Yuyun mengolesi gel pada perut Zha, dan menggosokan alatnya mulai muncul gambar bayi di monitor, Geo dan Leon yang tadinya melipat tangan di dada, langsung jongkok melihat di layar monitor.


" Dia anaku, ya dia anaku !" kata Leon saat melihat, gambar bayi kembar yang terlihat aktif di layar dengan senyum merekah.


" Ya dia nakal seperti ayahnya " sambung Geo, membuat lelucon.


" Benarkah ?" jawab Leon dengan senyum.


" Minggir - minggir !?" usir Yuyun pada dua pria yang menutupi pandanganya pada monitor.


Tapi para pria bandel hanya minggir sedikit.

__ADS_1


" Kita lihat jenis kelaminya ya ?" tanya Yuyun dan di angguki Zha


__ADS_2