
Penghianat
...****************...
Zha membukanya, terdapat sebuah album berisikan beberapa foto, Dahlia kecil, hingga foto Dahlia, foto dengan seorang pria tampan bertato, sedang Wisuda bersamanya.
Lalu, dia balikan lagi album itu, foto Dahlia dengan pria asing tersebut dengan menggendong anak.
" Pria yang bersama mami seperti kak Leon, dan anak ini, aku pernah lihat foto ini di rumah mami, kalau ini foto kak Leon masa kecil, dan ini adalah orang tua yang menolongku waktu pendarahan ?" kata Zha dalam kesendirian di dalam kamar itu sambil membalikan albumnya.
" Mereka seperti keluarga bahagia, ke Bali, ke pantai, misteri apa lagi ini ?" kata Zha.
Zha Langsung memasukan album itu di dalam tasnya
" Kita pulang sekarang " kata Zha pada Ira.
Saat belum masuk mobil.
" Tunggu. . !" Zha teringat sesuatu.
Zha lalu jalan di sekeliling kampung, mencari mantan aparat yang tahu akan peristiwa dua puluh lima tahun silam.
Setelah bertanya - tanya, ahirnya Zha menemukanya, dan datang ke sana mencari tahu tentang rumah Wijaya.
" Ya, memang Wijaya, seorang pengusaha sukses, mempunyai satu putri yaitu Dahlia wijaya, memiliki suami yang tidak kalah tampan !" cerita pak Selamet.
" Siapa nama suaminya pak ?" tanya Zha.
" Andre. . . !" jawab Selamet.
" Tapi Wijaya dan istrinya di bantai, dan di buang ke sungai " sambung Selamet.
" Siapa pak yang membantai ?" tanya Zha.
" Ada yang bilang menantunya sendiri, tapi menurutku tidak mungkin, karena waktu pembantaian itu, Wijaya di antar pulang oleh Andre, dan mengintai para penjahat melewati rumah ini, saat Andre ke sana telat, waktu itu aku ingin mengikutinya, tapi di larang oleh Andre, takut membahayakan nyawaku, tapi ternyata benar, Andre hampir mati di sana " ceritanya.
" Dia menyuruhku untuk jadi saksi saja, jika nanti ada tuduhan yang macam - macam, terus saya dengar lagi Andre di bunuh sahabatnya sendiri Angga, Angga adalah sahabat Andre, dalam tuduhan bahwa yang membunuh Wijaya adalah Andre " kata Selamet.
" Lalu pak !" tanya Zha seperti wartawan.
" Dahlia dan Angga menikah, dan sempat tinggal di desa sini, tapi tidak di rumah Wijaya " ceeita Selamet.
" Apa dengan Andre, Dahlia mempunyai anak ?" tanya Zha.
" Ya, masih satu, dan masih hamil tua, saat di tinggalkan Andre !" jelas Selamet.
__ADS_1
" Kalau boleh tahu siapa nama anak Andre ?" tanya Zha.
" Saya kurang tahu, tapi yang saya ingat belakangnya ada namanya juga " kata Selamet.
" Apa Andre, mirip dengan ini !?" tanya Zha sambil menunjukan foto Leon.
" Ya benar, dia sama dengan Andre, hanya Andre memiliki tato naga di lehernya, dan punya tanda lahir di tangan kananya " kata Selamet dengan mantab.
" Apa seperti ini tanda lahirnya ?" Zha menunjukan lagi foto Leon saat hanya memakai kaos pendek.
" Benar, anda benar, !" kata Selamet.
" Mungkin dia anaknya dan Aku istrinya !" seketika mata selamet melotot, lalu menaruh jari telunjuknya di bibirnya.
" Kau dalam bahaya, Angga pasti tidak akan membiarkan anak keturunan Andre hidup, jadi berhati - hatilah dengan Angga karena orangnya licik !" bisiknya pada Zha.
" Seluruh aset belum di temukan, jadi wijaya group di jual murah oleh Angga, jadi jika aset itu bisa kamu temukan, kau bisa memasukan Angga di penjara, dan ini Usb gambar cctv di saat pembantaian, yang bisa aku curi sebelum Angga menyadari, kalau ada cctv yang mengintainya !" kata Selamet sambil menyerahkan cctv tersebut sedikit berbisik.
" Jangan pernah kau sebut namaku nak, semoga kau berhasil !" kata Selamet.
" Terima kasih pak, aku tidak akan melibatkan anda " kata Zha.
Lalu pamit dan sampai di rumah langsung menemui Leon dan memutar hasil vidio tersebut.
-----
Saat Deon pulang, ada dua mobil yang mencurigakan, tidak jauh dari rumah mertuanya.
Deon pura - pura pulang untuk meninggalkan jejak, dan masih mengintai dari jauh.
Ternyata kecurigaanya benar, terdengar suara tembakan dari dalam rumah mertuanya, Deon merasa ke colongan, Deon menelpon anak buahnya, tapi darah sudah bercecer di lantai mertuanya.
Dor. . . !" ternyata masih ada penyusup yang masih tertinggal, untung saja Deon bisa menghindar.
Ternyata dia orang yang di percaya oleh Wijaya sendiri, seketaris Lu.
" Ternyata kau seorang penghianat !?" bentak Deon.
Doooorrrr. . . . ! karena ke lihaian Deon, Lu bisa tertembak, tepat di dadanya, dan mati di tempat.
Deon menghampiri ibu mertuanya dia masih hidup, dan papi mertuanya juga masih, saat akan mengangkatnya.
Tapi ternyata rumah itu telah di kepung oleh para penghianat. Deon tidak bisa bergerak.
" Ber sem bu nyilah di bawah tanah, di bawah sofa itu " tunjuk Wijaya pada sebuah sofa, " selamatkan dirimu, jaga anak - anakmu !" lanjut Wijaya.
__ADS_1
" Tapi pi ?" protes Deon.
" Cepat, jangan sampai kau ikut mati, sebelumnya arahkan tanganku pada penghianat itu !" bentak Wijaya, Deon hanya bisa menurut.
Wijaya pura - pura mati, dengan memegang pistol mengarah pada seketarisnya yang sudah jadi mayat, karena ulah Deon. Untuk menghilangkan jejak Deon.
Deon masih terdiam dan mendengar percakapan manusia yang ada di atasnya.
" Semuanya beres bos, dan kebetulan seketarisnya mati juga, jadi kita bisa menguasai hartanya tapi aku tidak menemukan Deon di sini.!" kata seorang pria pelaku pembunuhan pada Angga.
" Baik bos. . !" katanya lagi setelah mendengar jawaban dari sebrang sana.
Setelah semua pergi Deon keluar dengan pelan - pelan dan tidak mendapati, ternyata mereka membawa mayat itu ke jurang dan membuangnya. tapi tidak hanya mertuanya tapi juga Asisten rumah tangganya juga ikut mati.
------
" Tato naga di lehernya !" kata Leon, setelah melihat cctv dan album yang di berikan Zha. sambil mengepalkan tanganya geram.
" Ya aku seperti pernah melihat !" kata Zha.
" Deon andreas. . . !" teriak Zha dan Leon bersamaan.
"Tapi menurut cerita pak Selamet dia Andre, dan sudah mati ?" kata Zha.
" Mungkin tuhan berkata lain !" kata Leon
" Berikan alamatnya kak, Zha akan ke sana " kata Zha.
" Tidak sayang ini sudah malam " kata Leon.
" Ya sudah besok " kata Zha.
" Kau yakin Zha, Deon adalah ketua mafia yang sadis Zha !" kata Leon.
" Kau ingat kak, waktu Zha di jahati oleh Susi, Zha hampir ke guguran pak Deon lah yang menolongnya, saat tujuh bulanya hamilnya Arka dan Aksa dia yang menggendong Zha, yang merekomendasikan, restauran Zha itu juga dia, sepertinya dia dalam diam melindungi kita !" kata Zha.
" Tapi aku kuwatir, dan kau sedang mengandung anaku sayang !" kata Leon.
" Jika dia ayah kandungmu, tidak mungkin dia membunuhku, karena aku ibu dari cucu - cucunya !" kata Zha
" Yakinlah kak, percaya pada Zha !" kata Zha meyakinkan Leon.
Leon diam sejenak, berpikir keras.
" Baiklah, tapi kau harus bawa pengawal tangguh " kata Leon menyetujuinya.
__ADS_1
" Berarti Ira adiku, apa benar dalam mimpiku itu nyata, kalau aku punya adik perempuan ?" kata Leon.
" Bisa jadi kak !" jawab Zha.