
Anak kecil beeanak kecil
...****************...
Sayang, kalau sudah sehat kita kembali ke apartemen ya, ? kak Leon akan bantu papi ke perusahaan lagi !" kata Leon.
Zha memeluknya dari belakang dengan manja.
" Zha ingin rumah, Zha bosen hidup di apartemen " kata Zha membuat mata Leon melotot.
Zha melepas pelukanya dengan rasa takut.
" Ya, Zha akan ikut ke apartemen, maafkan Zha kalau kata - kata Zha salah !" kata Zha yang menunduk merasa takut.
" Kau tahu apa ke salahanmu !?" tanya Leon sambil mendekati Zha.
Zha yang takut terus mundur dan geleng kepala.
Leon memegang tangan Zha lalu menariknya dalam pelukanya.
" Kenapa kamu tidak bicara dari awal, kalau kamu ingin rumah, kan kak Leon bisa membangunkan rumah untukmu, kak Leon tidak mau rumah jadi, kita bisa bangun rumah sesuai seleramu, kriteriamu !" kata Leon membuat Zha lega.
" Zha kira kak Leon marah, karena Zha ingin rumah " kata Zha.
" Apa yang kamu minta, akan aku lakukan sayang, walaupun itu nyawaku, asal jangan meminta pergi dariku " kata Leon.
Zha memeluk Leon lagi " Jadilah ayah yang baik untuk anak - anak kita !" kata Zha.
" Sementara kita di apartemen dulu ya,? biar Roy yang cari bangunanya yang stragegis yang tidak jauh dari sini dan dari kantor ?" jelas Leon.
" Jadi kalau ibu ingin berkunjung dekat, dan kalau kamu kangen kita bisa ke sini setiap waktu, tapi ingat, jangan pergi tanpa seizinku, atau tanpa aku !" Kata Zha
" Terserah kak Leon saja, Zha menurut " kata Zha.
" Tugasmu menyiapkan bentuk rumahnya yang kau suka " KataLeon.
" Zha ingin minimalis, tapi dua lantai, tidak usah terlalu besar, nanti juga tetap kita berdua yang tinggal, seperti ayah dan ibu, mami dan papi setelah anaknya menikah mereka hanya tinggal berdua lagi " Kata Zha.
" Dan satu lagi, aku ingin yang ada tamanya luas, dan kolam renangnya " lanjut Zha
Leon tersenyum, " Kau kalau takut, seperti anak kecil yang imut, padahal suamimu ini, pria tampan kenapa kau harus takut ?" tanya Leon.
Zha hanya tersenyum dan geleng kepala,
" Memang Zha masih kecil " jawab Zha.
" Tapi sudah beranak kecil " kata Leon. Membuat Zha, memanyunkan mulutnya.
Leon memandang Zha semakin gemas, lalu menyambar leher Zha dengan bibirnya, sampai terjatuh di kasur Leon lebih berkuasa mengukungnya.
" Kak, geli. . . Ha ha ha. . . !" tawa Zha sampai terdengar dari luar ruangan.
__ADS_1
Leon masih meneruskan aksinya, membuat tanda merah di leher sampai dada Zha.
" Sudah kak, Zha nyerah. . . !" teriak Zha yang masih merasakan geli.
Leon memandang mata Zha yang ada di bawahnya sedang ngos - ngosan karena ulahnya.
Leon ******* bibir Zha.
" Aku rindu bibir manismu !" Kata Leon, di sela - sela istirahatnya.
Leon merasa puas berdiri.
" Jangan di teruskan Zha, nanti aku lepas kendali !" kata Leon sambil mengelap bibirnya yang basah.
Zha yang sedang duduk di kasur, menarik pinggang Leon.
" Apa yang kau lakukan Zha ?" tanya Leon.
Zha menenggelamkan wajahnya di purut Leon yang sudah di buka oleh Zha.
" Zha, Ha ha ha, kau balas dendam, geli tahu ? " tawa Leon.
Zha diam - diam membuka reseleting Leon, saat Leon lengah dan menurunkan celananya, dan mengeluarkan pusaka yang sudah menegang.
" Apa yang kau lakukan sayang ?" tanya Leon saat sadar.
Zha hanya diam, lalu ********** dengan lembut pusaka Leon.
" Agghhhtttt. . . !" teriak Leon tubuhnya bergetar, saat mayones muncrat di wajah Zha yang sebagian masuk ke mulut Zha karena Leon menahan kepala Zha.
Saat Zha akan meludahkan Leon menahanya.
" Telan sayang. . !" Kata Leon, menahan bibir Zha, dengan bibirnya, ahirnya tertelan oleh Zha.
" Hek. . Kak Leon pahit, amis, asin, rasanya nano - nano !" kata Zha.
" Tapi jangan kau bagikan ke temanmu, kalau nano - nano !" Canda Leon.
" Kau begitu hebat, kau memuaskanku dengan caramu sayang " Kata Leon sambil menciumi kepala Zha.
" Kak Leon tutup, sudah tidur !" Kata Zha, sambil membersihkan pakai tisu pusaka Leon yang sudah melemah di depanya.
" Siapa yang buka, dia yang tutup " Kata Leon.
" Kak Leon. . . !" teriak Zha.
" Iya, iya sayang. . . !" Leon menarik celananya ke atas, lalu mengambil tisu basah dan duduk di dekat Zha, membersihkan pipi Zha yang tembem terkena muncratan mayonisnya tadi.
" Tidak ada alasan untuk aku perpaling darimu, kau telah memberiku seorang putra Kau begitu sempurna untuku " Kata Leon.
" Ada, ! sebentar lagi aku kriput, tidak enak di pakai, karena aku lahiran normal !" jawab Zha.
__ADS_1
" Kata siapa ?" tanya Leon.
" Kata Ima " jawab Zha.
" Kau salah sayang, wanita yang lahir normal, itu seperti bayi baru lahir, dia akan muda lagi, atau menelunsumi itu kata primbon jawa, makanya aku undangkan yang sudah ahli seperti mbok Darmo untuk merawatmu !?" Kata Leon.
" Benarkah itu ? " Kata Zha. dan di angguki Leon. Zha lalu memeluk suaminya lagi.
Setelah itu mereka menemui Didik dan Rima dengan niatnya, Didik mengizinkan, tapi biar Zha pulih, dan selesai masa nifasnya, Leon setuju.
Masa nifas Zha telah selesai, rencana pulang ke apartemen telah di tentukan harinya.
" Zha bisakah, kau wakili ibu kondangan di kampung sebelah dengan suamimu malam ini, Arkana dan Aksara kan sudah tidak rewel, boar iby dan bapak yang jaga nanti sebelum berangkat, di tetekin dulu, lalu tinggalin ASI mu di botol !?" Kata Rima.
Zha memandang Leon, Leon mengangguk.
" Iya bu " jawab Zha.
" Adi dan Mita, juga datang, ! pamerin juga suamimu, biar tidak ada yang apel lagi, pemuda dari kampung sebelah " Kata Didik.
" Apa ada yang masih tukang Apelin Zha buk ?" tanya Zha.
" Masih di kira kamu belum nikah !" Kata Rima.
Malamnya Leon sudah siap.
" Sayang sudah siap belum ?" panggil Leon.
" Sebentar kak, Zha menyedot ASI untuk Arkana dan Aksara dulu " Kata Zha.
Setelah siap Zha keluar,,dengan baju model duyung tanpa lengan pres di tubuh Zha, tapi tertutup dengan bahan melingkar di pundaknya, baju yang di pakai waktu di Belanda itu.
Dengan mat up tipis, berkesan elegan dan menarik. dengan rambut di kepang keliling dan jepit sedikit lebar menghiasi rambutnya.
Leon, Rima dan Didik memandang ke arah Zha yang begitu menawan.
" Itu baju satu tahun lalu sayang ?" tanya Leon dan di angguki Zha.
" Tubuhmu sudah kembali semula, kau cantik " puji Leon.
" Anaknya siapa dulu ?" canda Didik dan di senyumi semua.
Adi dan Mita datang, yang di pandang pertama Zha.
" Kamu habis dari salon Zha ?", kapan ?, jam berapa?, kok tidak ajak aku ?" tanya Mita bertubi - tubi. Zha menjawabnya hanya dengan gelengan, membuat Mita kecewa.
" Ayo kita berangkat !" ajak Leon.
Leon mengambil kunci mobil, merasa gemas melihat bibir merah Zha. Leon mencium bibir Zha dengan gemas.
" Kak Leon, awas, nanti luntur !" teriak Zha sambil memukul dada Leon.
__ADS_1