
" Pel lantai, siapa yang mengajari anaku main air di sini di dekat kolam sana ?" tanya Zha.
Deon datang dengan wanita cantik dan seksi, sebaya dengan Zha, sepertinya anak kampus.
" Daddy jangan bikin masalah dengan bawa orang seksi masuk rumah, Daddy mau bikon aku di hukum tidur di liar apa ? !" teriak Leon.
" Dia Wayan guru private anak kamu !" kata Deon.
" Apa dia sanggup dad ?" tanya Zha.
Prang. . . " Kak Arka kalah !" kata Aksa yang melempar guci kecil pada Arka, tapi mengenai guci besar di pegang Arka.
" Kau yang kalah !" kata Arka sambil loncat ke sofa seperti menghindari tembakan lawan, dan menembakan tembakan air pada Aksa.
Aksa ngumpet di belakang wanita seksi, membuat Wayan risih.
Arka masih terus menembaki Aksa membuat bajunya Wayan yang tipis basah, jadi memperlihatkan bentuk tubuhnya.
" Arka, Aksa berhenti !" teriak Zha, tapi tidak di tanggapinua.
Leon turun tangan, mengambil anaknya satu persatu, kanan dan kiri pinggangnya.
" Ampun ayah. . !" teriak Arka sambil meronta - ronta kakinya.
" Nanti jantung ayah sakit. . !" teriak Aksa.
" Kalian berdua yang bikin ayah jantungan, menghancurkan barang - barang !" kata Leon.
" Kalau tahu kalian masih nakal, lebih baik ayah dan bunda tidak usah hidup, biar kalian ikut tante Ira, atau di panti asuhan saja " kata Leon.
" Ampun ayah Arka dan Aksa tidak nakal lagi, Arka janji, tidak mengajari adik - adik nakal lagi " teriak Arka.
Byurrrr. . .! Leon melempar kedua putranya ke kolam.
" Sudah berapa kali kalian janji ?" tanya Leon melihat ke dua putranya menyembul dari air.
Arka dan Aksa geleng kepala, " kalau sampai satu kali lagi, ayah sama bunda akan tinggalkan kalian " kata Leon dan di angguki kedua putranya.
" Kau juga masuk, kau juga yang mengajari anaku !" bentak Leon pada Adi, Adi menaruh ponselnya dan masuk ke kolam.
Leon menuju rumah, menemua Wayan.
" Semoga kau betah, sama anak - anak saya, kalau anda tidak kuat silahkan anda keluar, dan satu lagi, pakai baju yang sopan, karena saya paling tidak suka dengan baju seksi " kata Leon pada Wayan.
" Baik pak !" kata Wayan mengerti walau sedikit dongkol.
Mita vc dalam ponsel Adi tapi Zha yang angkat.
📱" Kenapa sayang, sudah kangen ya ?" tanya Zha.
📱" Tidak dong biasa saja, Hai Zha sayang, sudah sehat ?" tanya Mita
📱" Sudah dong !" jawab Mita.
__ADS_1
📱" Mana putri kecilmu ?" tanya Mita.
📱" Masih tidur, masih mengurus bayimu dan putra kita " jawab Zha sambil mengarahkan yiga nyawa di dalam kolam renang.
Cup Leon mencium pipi Zha dari belakang.
" Adi istrimu kangen !" teriak Zha pada Adi.
📱 " Emang orangnya lagi ngapain Zha ?" tanya Mita.
📱" Masih menjalani hukuman, " kata Zha.
📱" Hai pengantin baru, sudah tidak betah ya di tinggal lama ?" ejek Leon saat Adi mendekat.
📱" Betah, lah kak, lagian kita jauhan, Zha saja yang satu ranjang sanggup mempertahankan keperawananya satu tahun lebih !" kata Mita.
📱" Betah tidak betah, dari pada kena gebok " kata Leon.
📱" Kak Leon kok langsung sembuh ?" tanya Mita langsung di rebut Adi.
📱" Memang oprasinya seperti Ima yang hanya enam belas juta, ini operasinya hampir satu milyar " jelas Adi.
" Jaga anak - anak Di, dan lrpas bajunya, aku mau sama Cahaya " kata Zha sambil berlalu.
" Setelah selesai temui aku Di !" kata Leon.
📱" Mau ngapain Di ?" tanya Mita.
📱" Paling mau di jodohkan sama cewek Bali " kata Adi sambil menunjukan kamera pada Wayan.
Setelah Adi dan ke dua putra Leon selesai, Adi menemui Leon.
" Ada apa kak ?" tanya Adi.
" Coba kau pilih, model vila yang mana yang kamu suka, dan negara mana yang paling kamu suka ?" tanya Leon sambil menunjuk buku bergambar di meja dekat sofa.
Adi memilih salah satu, dari vila yang bagus - bagus.
" Ini kuncinya dan ini sertifikatnya, ini kado pernikahan kalian, kalau masalah kau menolong kita, saya hanya bisa ucapkan terima kasih, karena nyawa tidak, bisa di tebus dengan apapun " kata Leon.
" Tapi ini berlebihan kak, uang yang kemarin saja belum ke pakai, saya iklas menolong, karena kita punya hubungan batin kak, panggilan dari hati " kata Adi.
" Dan negara yang kau pilih itu urusan Zha, " kata Leon.
" Ini tiket bulan madu kalian " kata Zha tapi tidak di sambut gembira oleh Adi.
" Aku ingin bulan madu, tapi aku tidak bisa bahasa asing " kata Adi.
" Kan ada pemandunya ?" kata Zha.
" Nanti sekalian kalau kalian sudah sembuh, untuk mengantarku bulan madu !" karmta Adi membuat Zha melongo.
" Kan sekalian tanya sama kak Leon bagai mana caranya langsung bisa menciptakan dua, dan sepintar itu ?" kata Adi sambil memainkan jarinya.
__ADS_1
" Kalau anakmu pintar dan nakal seperti anaku, aku perlu curiga dengan kak Leon dan Mita " kata Zha.
" Otak kamu saja pas- pasan mintanya yang jinius !" kata Zha sambil menonyor kepala Adi.
Adi keliar dan Deon datang.
" Leon kini tugas daddy sudah selesai !" kata Deon.
" Maksud daddy ?" tanya Leon.
" Papi sudah membesarkan Ira, kini tugas kamu meluruskan nya, menjadi wanita seutuhnya !" kata Deon.
" Akan saya usahakan dad, tapi Leon tidak janji " kata Leon.
" Daddy, percaya sama kamu dan Zha " kata Deon meyakinkan.
Adi pulang ke kampung, membuat Mita bahagia dan memeluknya, memberi kabar pada keluarganya, tapi semua malah ingin ikut ke Bali.
" Saya ke Bali mau bulan madu, kenapa semuanya ikut ?" kata Adi.
" Bapak, mau lihat cucu bapak " Jawab Jak pelan.
" Kita hanya ingin lihat vila kamu, kalau kamu merasa terganggu, nanti biar kami tempat Zha !" kata Dani.
" Ya sudah, kalau gitu siap - siap !" kaya Adi.
Saat semuanya sudah siap, Adi tidur ngorok.
" Ayo Di berangkat. . !" kata Dani.
" Masih besok pak, lima hari lagi, Adi beli tiketnya " Kata Adi sambil menggeliat, menarik selimut dan guling.
" Ya allah, sabarkan hati hamba, punya menantu, masih setengah " kata Dani yang dongkol di kerjain Adi.
" Pak, Adi masih lelah !" kata Mita.
Dani keluar kamar anaknya dengan geleng kepala, dan ngomong sama Jak dan juga istrinya.
" Kapan dewasanya anak itu, sudah berani nikah tapi belum sadar juga, semoga, Mita sabar menghadapinya " gerutu Jak.
Adi bersama keluarga ke Bali, sampai di sana di sambut, oleh ke nakalan Arka dan Aksa.
Di malam hari Adi dan Mita sudah di vilanya sendiri, di kirim makanan oleh Arka dan Aksa, dengan pengawal, Adi bukanya senang malah menggerutu.
Adi langsung menggendong ke dua keponakanya menuju rumah Zha.
Seluruh keluarga masih berkumpul.
" Kenapa kamu kirim aku makanan ?" tanya Adi pada Zha.
" Biasanya kalau habis bergulat lapar " kata Zha.
" Jangankan bergulat, betinanya marah, dan nangis " kata Adi langsung ke meja makan lalu makan.
__ADS_1
.