ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Obat penenang


__ADS_3

Obat penenang


...****************...


" Sudah pilih !, akukan istri Alien kota katamu, uang tinggal gesek " kata Zha dengan sedikit sombong pada Adi.


" Cobak ini Di " kata Zha melempar kemeja pada Adi yang masih bengong.


" Ini mahal Zha !" protes Adi.


" Kau tahu Di, berapa kak Leon sekarang kasih uang jajan aku " tanya Zha.


" sepuluh atau dua belas juta, itu katamu !" kata Adi dan di gelengi Zha.


" Bukan, sudah naik, kemarin lima puluh dan tadi sembilan puluh, ini uang kesnya enam juta " kata Zha.


" Kalau aku nikah nanti, bisa tidak ya aku memberikanya seperti itu ?" kata Adi sambil menunduk.


" Hai tidak semua wanita tidak membutuhkan harta untuk kebahagiaan, malah aku yang di beri banyak harta, tapi aku sering kesepian, karena kak Leon sibuk terus " cerita Zha.


" Jadi intinya harta bukanlah segalanya Adi " pesan Zha.


" Ayo milih, buat ke kampus, sekali - kali nraktir adik sepupuku yang nakal " kata Zha.


" Terima kasih kakak sepupu yang cengeng !" ledek Adi.


Adi memilih empat potong baju dan celana dengan harga sekitar lima ratus ribuan dan setelah itu pulang, sampai di rumah Zha, Jak bapakny Adi sudah di sana.


Melihat Adi menenteng plastik berisi bajunya di belikan Zha, marah - marah, tapi Zha segera menjelaskan.


" Apa yang kamu lakukan, cukup Zha bantu pengobatan bapak, tidak perlu kau meminta intuk gaya ?" benyak Jak


" Tidak kok paklek Zha sendiri yang mau belikan " jelas Zha pada bapaknya Adi.


" Kalian selalu, bikin emosi paklek !" bentak Jak lagi.


" Bukan bikin emosi paklek lebih tepatnya nyebelin " Jawabnya membuat Jak yang marah jadi tersenyum.


" Terserah kalian " Kata Jak sambil berlalu pergi, Didik dan Rima tersenyum.


Sorenya Leon menjemput Zha.


" Jaga baik - baik Zha, Leon !" pesan Didik.


Leon mengiyakan dan segera pulang ke apartemenya.


" Sayang, besok kak Leon ada kerjaan di Bandung cuman empat hari ?" pamit Leon sambil memeluk istrinya.


" Zha ikut !" pinta Zha.

__ADS_1


" Tidak usah, kamu masih terlalu rawan di ajak jalan jauh, apa lagi ini naik mobil, yang terpenting jaga malaikat kecil kita lagian kamu besok kan mulai persiapan semester " kata Leon sambil mengelus perut Zha.


" Kamu bisa ajak Adi dan Mita menginap di apartemen ini, juga bisa tempat mami atau papi " kata Leon.


Tapi Zha sudah tidak semangat lagi, ahirnya Zha memilih Mita dan Adi menginap di apartemenya.


" Ya sudah nanti kak Leon teleponin mereka " kata Leon.


Tapi makan malamnya sudah tidak selera.


" Percaya kak Leon hanya milik kamu " kata Leon yang melihat kekecewaan di mata Zha.


" Nanti kalau dia sudah aman dan tidak rawan lagi, kak Leon janji, akan bawa kamu jalan - jalan liburan, di mana kamu mau ! " hibur Leon tapi Zha masih tetap diam.


" Ya, Zha sudah buncit, tidak cantik dan menarik lagi ?" kata Zha.


" Menurutku kau selalu menarik di mataku " kata Leon.


" Bohong !" Jawab Zha dengan singkat.


Leon menggendong Zha masuk ke kamarnya, dan melakukan ibadah, dan pagi sekali Leon sudah bangun dan berpamitan pada Zha, walaupun berat tapi harus di lakukan.


Leon menciumi seluruh tubuh Zha yang mengantarnya sampai mobil.


" Kamu jangan terlalu lelah, sampai di sana kak Leon langsung kasih kabar " kata Leon.


Zha tidak menjawab hanya memeluk tubuh Leon, dan Adi untuk sementara menjadi sopir pribadi kamu, dan dua body guard yang akan menjagamu.


Leon pergi, Adi dan Mita pun ikut mengantarnya.


" Jaga kesehatanmu, ada baby twin yang harus kamu jaga " pesan Adi sambil mengendarai mobil menuju kampus.


" Hus, hus hus " Dengkuran Zha yang duduk di belakang.


Mita dan Adi geleng kepala.


" Rugi aku ceramahin kamu Zha, buang - buang tenaga !" kata Adi.


Dua hari sudah dan sekarang malam ketiga Zha di tinggal Leon kerja. badanya panas, dan sudah di infus oleh dokter Geo untuk kesehatan janinya, tapi panasnya tidak juga turun, dan yang di panggil hanya Leon.


" Zha Kenapa kamu tidak jujur saja sih sama suamimu, kalau kamu setiap di tinggal selalu seperti ini ?" kata Adi..


Ahirnya Mita dan Adi menghubungi Dahlia dan juga Angga.


Setelah sampai Angga marah dan akan mengangkat Zha membawanya ke rumah sakit tapi Adi menahanya.


" Om, kita mau jujur, kenapa Zha seperti itu ?" kata Adi.


" Ayo bilang, dia sedang mengandung cucuku, aku tidak mau cucuku kenapa - napa ?" kata Angga dengan mata memerah, tapi Dahlia berusaha menenangkan.

__ADS_1


" Sebenarnya Zha tidak cuman sekali seperti ini, dia seperti ini setiap di tinggal pak Leon, bisa di bilang dia trauma di tinggal Arief " cerita Adi menjeda.


" Kita pernah bawa dia ke rumah sakit, tapi rumah sakit menyarankan untuk ke psikiater, tapi Zha tidak pernah mau, ?" cerita Adi.


" Apa Leon tahu ?" tanya Angga.


" Tidak, Zha selalu melarangnya kalau kita akan bicara, dia bilang ingin mendapatkan cinta pak Leon dari hati, tidak karena kasihan, kali ini Kita bingung om, sebelum hamil kita carikan obat penenang agar bisa tidur, tapi kali ini dia sedang mengandung, jadi Adi panggilkan dokter Geo, tapi dia juga tidak berani kasih obat, takut efek pada janinya " terang Adi.


" Solusinya ?" tanya Angga.


" Kalau bisa pak Leon pulang, kasihan Zha " kata Adi sambil menunduk.


" Hubungi putramu mi, suruh pulang sekarang juga pilih keliarga atau harta ?" teriak Angga pada Dahlia.


Dahlia menelpon Leon.


📱 " Iya mi ?" saat telepon tersambung dari sebrang sana.


📱" Pulanglah, kasihan istrimu ?" kata Dahlia.


📱 " Ada apa emang mi, tadi pagi Zha baik - baik saja ?" kata Leon.


📱" Zha berusaha baik saja, karena takut mengganggu kamu " kata Dahlia.


📱 " Baiklah mi !" kata Leon sambil menutup sambungan teleponya.


" Roy, kita pulang sekarang juga ?" kata Leon pada Roy asisten plus seketarisnya.


" Tapi tuan besok pagi masih ada metting penting " kata Roy.


" Cancel semua metting, aku takut Zha kenapa - napa " kata Leon.


Leon dan Roy bersiap menuju mobil.


" Kita jalanya cepat Roy " perintah Leon.


" Baik tuan " kata Roy.


Perjalanan satu jam bisa di tempuh oleh Roy, si sopir handal.


Leon langsung menuju kamar dan bertanya pada Adi, dan Adi menceritakan yang sebenarnya.


" Ini selang infus ?" tanya Leon.


" Dokter Geo tadi ke sini memberi asupan pada janin yang di kandung Zha, karena Zha sudah sehari lebih tidak masuk makanan ?" kata Adi.


" Sayaaang. . . !" panggil Leon pada Zha sambil menyiumi tanganya..


Zha hanya membuka matanya sedikit.

__ADS_1


" Di jangan bikin aku baper " kata Zha di kira Leon adalah Adi.


" Aku Leon sayang suamimu " kata Leon meyakinkan.


__ADS_2