
Aku bukan pelacur
...****************...
Dan masih banyak hujatan yang lainya karena masih banyak yang belum tahu, kalau Zha istri Leon, dan ke hamilan Zha masih belum seberapa besar, sudah di bawa ke kampung. Desi menarik Zha ke kamar mandi.
" Vidiomu di hotel kemarin bocor " kata Desi sambil menunjukan vidio Zha dan Leon berhubungan di hotel kemarin. belum sampai ngobrol sudah ada yang memanggil Zha.
" Zha di panggil guru dekan !? " panggil salah seorang mahasiswa.
Zha langsung menuju ruangan guru dekan, dan sampai di sana terlihat pria muda, tampan berwibawa, dengan mata memerah memandang Zha.
" Apa - apaan ini Zha, kok bisa vidio asusilamu, tersebar luas di sini, kau tahu, ini bisa menurunkan reputasi kampus kita, ku kira kau cewek, baik, lugu, ternyata kau tidak lebih dari seorang pelacuur " Ucap Denis sebagai dekan di kampus.
" Pak Denis, guru dekan yang terhormat. Kau hanya pemimpin baru di sini pak, tidak pernah tahu setatus saya ! " jawab Zha yang tidak terima di katakan pelacuur oleh Denis.
" Apa kau tidak terima aku katakan seperti itu, kalau sampai pak Leon angga reksa tahu, ada mahasiswi kampus ini yang berbuat asusila, pasti akan di tutup ?" tantang Denis. Denis juga tidak tahu siapa laki - laki yang bersama Zha di hotel karena di sensor wajahnya.
Sedang di luar, para mahasiswa mengintip Zha di marahi dekan.
" Apa hubunganya kampus ini dengan Leon ?" tanya Zha.
" Dia pemilik universitas ini !" jawab Denis.
" Pak Leon akan lebih marah kalau istrinya di hina !?" jawab Zha.
" Ha ha ha, kau sudah rusak, masih menghayal sebagai istri Leon Ceo sukses, kau bukan typenya Zha, bangunlah dari mimpimu !" tawa Denis mengejek Zha.
" Apa bedanya, toh aku juga wanita, yang bisa melahirkan keturunanya ?" kata Zha.
" Dia dewasa, pasti tidak akan suka dengan gadis ingusan manja, dan pelacurr sepertimu, !" tunjuk Denis tepat di wajah Zha.
Zha mengeluarkan air matanya dan lari keluar, Denis memanggilnya tapi tidak di hiraukan, semua mata tertuju pada Zha dan mencemohnya, Desi ikut mengejarnya, Adi dan Mita yang baru datang juga memandang heran dengan apa yang terjadi.
Di jalan cepat Zha, ada seorang pria seumuran Adi sesama mahasiswa mencegahnya. dan menarik Zha dengan kedua temanya, Adi yang tadinya mengejar, jadi kehilangan jejak.
" Kau cantik Zha, kulitmu mulus, pantas Leon suka menikmati tubuhmu, di bayar berapa kau dengan Leon Angga reksa ?" kata Wahyu sambil mengelus pipi Zha.
" Jangan sentuh aku. . !? " kata Zha sambil mengibaskan tanganya.
" Aku juga ingin menikmati tubuh molekmu, dan permainanmu yang memuaskan, dan kau lihat ini hasilmu kemarin " kata Wahyu
__ADS_1
" Ternyata kamu yang menyebarkan vidio itu !?" kata Zha dan di angguki Wahyu.
" Karena kamu sudah menolaku tiga kali, ternyata karena uang, akan aku beri uang berapapun yang kamu minta, tapi aku ingin tubuhmu !" kata Wahyu merendahkan Zha.
" Jangan kurang ajar kamu !" bentak Zha sambil melayangkan tanganya ke pipi Wahyu, tapi berhasil di tangkapnya, dan di genggamnya dengan erat dan memojokan Zha ke tembok.
" Lepaskan Wahyu, lepas ! kau akan di bunuh suamiku, kalau sedikit saja kau menyentuhku !" teriak Zha.
Tapi Wahyu tidak menghiraukan dan akan mencium bibir Zha.
" Kak Leon. . . . !" teriak Zha.
Bught. . . . ! Adi datang tepat waktu, Desi menarik Zha dalam pelukanya.
" Ternyata sepupunya bro, dia membela, karena menikmati uangnya, atau jangan - jangan kau ikut menikmati tubuh Zha " hina Wahyu
" Jaga mulutmu !" kata Adi dan mengahantam lagi wajah Wahyu, kini ke dua teman Wahyu ikut mengeroyok Adi, tapi dengan ke ahlian Adi karate, jadi seimbang.
Zha pilih lari dan menghadang taxi ke arah kantor Leon, Adi takut kehilangan jejak Zha, dia mengikutinya sampai tidak menghiraukan Mita dan Desi.
" Kak Leon. . hiks hiks hiks !" tangis Zha yang menerobos masuk ke ruang metting Leon dan memeluknya.
" Ada apa sayang ?" tanya Leon, Adi yang babak belur, ikut menerobos masuk menyusul Zha, sedang Zha hanya bisa sesenggukan.
Setelah menjawab, mereka langsung pergi dan menceritakan yang di lihat Desi di ruang dekan, dan Wahyu yang menyebarkan vidionya.
" Roy. . Siapkan semuanya, kita berangkat sekarang " kata Leon.
" Adi kau bawa pulang Zha !" perintah Leon dan di angguki Adi, karena wajah Leon sekarang sudah berubah menjadi merah emosi.
Leon menuju ke hotel kemarin, dan memblok, hotel itu untuk tidak beroprasi, dan datang ke kampus Zha.
Ternuata Wahyu, karyawan di sana, saat tahu Leon memesan kamar bersama Zha, Wahyu yang suka pada Zha, sakit hati dan langsung memasang kamera tersembunyi di kamar yang di pesan Leon.
" Kau, sungguh berani, menyebar vidio seperti itu, kalau sampai, Leon tahu akan mati kamu !" kata teman Wahyu.
" Tidak akan, wajah diakan aku sensor, tubuhnya juga sudah banyak aku sensor, dan kalau dia marah pasti akan ketahuan, kalau dia punya simpanan gadis muda !" kata Wahyu.
" Kalau benar Zha istrinya ?" tanya teman lain.
" Tidak mungkin, kalau Zha istrinya, tidak mingkin melakukan di hotel, seheboh itu !" kata Wahyu.
__ADS_1
Dorrrr. . .! suara tembakan tepat di dekat telinga Wahyu peluru mendarat.
Leon yang memakai kaca mata hitam memandang Wahyu, lalu menghantam wajah dan perutnya tiada henti.
" Kalau kau ingin melihatku berhubungan basan dengan istriku, datang padaku tidak perlu orang lain melihatnya " kata Leon sambil mengelus pundaknya.
" Tapi aku pastikan kau keluar, akan buta dan bisu !" lanjut Leon membuat Wahyu takut dan pipis celana.
Kedua pengawalnya menghajar kedua temanya, seluruh mahasiswa hanya bisa memandangnya.
Lalu Leon menuju ruang dekan, yang masih mengadakan rapat.
" Pak Leon, maaf, kalau kampus kita ada yang melakukan asusila, aku akan memperbaikinya pak !?" kata Denis dengan takut.
Bught. . . !
Bught. . . !
hantaman demi hantaman di layangkan Leon pada Denis.
" Kau hina istriku seorang pelacurr. . !" bentak Leon.
" Ma maksud bapak ?" tanya Denis.
" Zha istri sah ku, ibu dari anak - anaku !" bentak Leon.
" Ta tapi pak !" kata Denis.
" Seret dia le markas, tutup universitas ini !" teriak Leon.
Beberapa pengawal Leon langsung bergegas.
" Jadi Zha yang kau bikin seperti ini ?" tanya dosen yang lain pada Denis. Denis mengangguk.
" Kau sudah sering aku ingatkan, jangan berurusan dengan Zha !" kata dekan yang dulu.
" Waw, itu pesona Leon angga reksa, begitu tampanya " bisik seorang mahasiswi.
" Ternyata lebih tampan dari pada kak Arief dulu ya ?" bisik yang lain.
Leon mengiringi empat orang tadi di seret oleh para pengawalnya.
__ADS_1
" Kak Leon jangan bunuh mereka. . . !?"