ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Es doger


__ADS_3

Gara - gara es doger


...****************...


Setelah Leon selesai Zha merasa nanggung ingin mengeluarkan lagi tapi gengsi, dia sedikit menggesek, Leon yang tahu dan terkulai di dekat telinga Zha masih dalam penyatuan, menahan sedikit untuk tetap keras pada juniornya.


" Ahhh. . " des4h Zha yang kelepasan.


" Aku paling suka ekpresimu yang imut !" kata Leon sambil memegang hidung Zha.


Zha malu juga pilih buang muka.


Leon bersender di bantal dan menarik Zha dalam dekapanya, dan mulai mengotak atik ponselnya menunjukan IG nya.


" Kau percaya kan kalau dia sepupuku ?" tanya Leon.


Zha terdiam sedikit malu dengan tingkahnya yang urakanya.


" Kamu cemburu ?" tanya Leon dengan memegang hidung Zha.


" Kak siapa yang tidak cemburu, suaminya ciuman dengan wanita lain ?" bantah Zha.


" Kita tempat mami, meluruskan segalanya, kalau itu selingkuhanku, pasti tidak menginap tempat mami ?" kata Leon.


" Tapi Zha masih ingin di pelukan kak Leon ? Dan itu masih ngilu, karena kak Leon paksa " kata Zha sambil menunjuk organ intimnya.


" Ha ha ha Baru kali ini aku memperkosa wanita yaitu istriku sendiri ?" tawa Leon.


" Kak Leon . . . !" kata Zha sambil manyun.


" Sini sayang kak Leon peluk, istirahatlah dulu, baru nanti tempat mami !" kata Leon sambil mengadahkan tanganya memeluk Zha dan menciumi kepalanya.


" Karena aku sudah tidak tahu lagi caranya bagai mana cara nenangin kamu, yang ingin kabur terus ? yang aku ingat, kalau kamu habis berhubungan pasti lemas, makanya aku pakai cara itu ?" cerita Leon.


" Tapi tidak kasar juga, kasihan yang di dalam ?" kata Zha sambil mengelus perutnya yang di dalam selimut.


" Tapi kamu menikmatinyakan ?" kata Leon.


" Kak Leon. . . !" kata Zha sambil menutupi wajahnya dengan selimut karena malu.


Setelah Leon dan Zha sudah mandi mereka langsung menuju ke rumah Angga.


Di kediaman Angga juga, Butet sudah mandi dan bersih.


" Pasti sebentar lagi Zha sama Leon ke sini ?" kata Dahlia.


" Mau ngapain mi ?" tanya Angga, karena istrinya meyakinkan banget.


" Pasti Zha mau meminta maaf pada Butet karena anak itu tidak pernah lari dari masalah " jelas Dahlia.


" Memang kenal mi ?" tanya Angga lagi.


Dahlia menceritakan kronologi kejadianya.

__ADS_1


" Ha ha ha ha. . . tumben Zha yang lugu jadi urakan ?" tawa Angga.


" Om, , , , ! enggak lucu, Butet yang malu ?" jelas Butet.


" Tahu Leon kayak gitu, masih saja kecentilan di depanya ?" kata Angga.


" Butet tidak kecentilan, niat Leon mau nolongin Butet, tapi malah jadi petaka !" Cerita Butet.


" Zha anaknya enak kok kalau sudah kenal, dia ceria, dan enak di ajak ngobrol !" kata Angga.


Brummm


Bruuummm


Brummm


Deru mobil Leon sudah sampai di halaman rumah.


" Baru saja di omongin sudah sampai saja !" kata Dahlia.


Sesampainya masuk rumah, tidak biasanya Zha diam, biasanya dia selalu teriak memanggil Dahlia.


Zha menunduk di depan Butet.


" Maaf, aku salah paham ?" kata Zha sambil mengulurkan tanganya.


" Ya " Butet menyambut sinis.


" Maksudnya ?" tanya Zha sedokit heran.


" Lihat gaunmu, di bawah lutut, seharusnya lepas switermu, biar terlihat keseksianmu, dan rokmu, agak di pendekan dikit biar semua orang tahu, kalau istri Leon CEO reksa group seksi " kata Butet.


" Tidak perlu semua orang tahu kalau aku seksi, cukup suamiku, yang melihatnya ? walaupun aku belum bisa berhijab, tapi paling tidak aku tahu agama walaupun hanya sedikit " jawab Zha.


" Sedangkan anda bangga, semua orang menikmati kemolekan anda, anda bangga jadi pria yang memandang anda tidak penasaran dengan isi yang di dalamnya karena terlalu minim pakaian anda " jawab Zha .


" Seharusnya sopanlah anda, karena di sini ada om anda dan ada Leon sepupu anda yang bukan muhrim anda !" kata Zha.sambil pergi menyusul Dahlia ke dapur sedang Leon tersenyum.


" Kau akan kalah bila berdebat denganya !?" bisik Leon pada Butet sambil tersenyum, membuat Butet mengepalkan tanganya.


" Mi masak apa ?" tanya Zha yang mengikuti Dahlia dari belakang.


" Zha, papi mau pan cake !?" kata Angga dari belakang Zha.


" Okey pi siap ?" kata Zha sambil mengangkat jempolnya.


Zha sibuk membuat pesanan Angga, sedang Dahlia sibuk memasak, karena Butet, yang ribut sudah lapar, membuat Leon geleng kepala.


Setelah selesai Zha langsung menghidangkan di depan Leon dan Angga dengan minuman coklat hangat.


Lalu melanjutkan membantu Dahlia, Butet yang ingin juga merasa di bedakan.


" Aku tamu loh, jadikan aku sebagai ratu, aku juga mau ?" kata Butet pada Zha.

__ADS_1


" Bikinanku tidak enak, tidak seperti di cafe ternama " kata Zha membuat Butet dongkol.


Butet mengajak ngobrol Leon, untuk menghilangkan kejenuhanya.


" Kak. . !" panggil Zha yang duduk tiba - tiba di perut Leon yang sedang bersender di sofa.


" Aem. . !" Leon menahan sedikit sakit.


" Kenapa sayang ?" tanya Leon.


" Zha ingin es doger ?" kata Zha.


" Ya nanti kita cari ?" kata Leon.


" Tidak usah cari, itu sudah ada di depan ?" kata Zha.


" Zha nanti tidak !" kata Leon terputus.


" Tidak higienis, itukan kak, kak itu mamang langganan Zha semenjak Zha masih di bangku SMP, jadi kalau Zha sudah mati, mati dari dulu dan tidak ada beby twin di sini ! ayolah kak, ya ?" kata Zha merayu Leon.


" Bik Sumiiii. . . !" panggil Leon.


"Iya den ?" Tanya Sumi sambil tergopoh - gopoh.


" Belikan es doger di depan " suruh Leon sambil mengulurkan uang berwarna biru dan sumi langsung menuju jalan yang di kerumuni orang.


Zha menuju ke dapur lagi membantu Dahlia.


" Kamu kok betah Leon, hidup dengan anak kecil yang urakan ?" tanya Butet.


" Ya menurut kamu urakan, kamu terbalik kalau kamu tanya padaku, seharusnya kamu tanya sama dia, kok mau sama aku, yang pernyakitan ?" jawab Leon.


" Maksudnya ?" tanya Butet.


" Kau pikirkan sendiri ?" kata Leon.


Setelah sedikit lama Sumi ngantri ahirnya dapat juga lima cup.


" Ini den !" kata Sumi sambil mengulurkan lima cup. dan mengulurkan sisa uangnya.


" Kok dapat banyak bik, dan ini uang apa ?" tanya Leon.


" Satu cupnya lima ribu, karena habis, tinggal lima cup, jadi hanya dua puluh lima ribu !" kata Sumi.


Ahirnya Leon paham dan memanggil istrinya, Zha dengan senang hati meminum es faforitnya sejak kecil.


" Jadi ini bukan kemauan baby twin ?" tanya Leon.


Zha menggeleng dan tersenyum pada Leon.


" Zha tidak seperti orang - orang kak, baby yang buat alasan, tapi es ini faforitt Zha dari kecil.


Leon memukul kepalanya tanda heran pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2