ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Jangan jadi perempuan murahan.


__ADS_3

Jangan jadi perempuan murahan.


...****************...


Ahirnya Zha mau menurut, tapi juga bingung, Zha takut ketahuan kalau dia masih perawan.


Zha hanya bisa menurut, dan mengirim pesan Leon agar menolongnya dan menjemputnya, tapi Leon masih metting jadi tidak di tanggapi.


' Kak Leon, tamat riwayatku kak ?' kata Zha di dalam hati.


Zha masih di mobil dengan gelisah, Dahlia melihat kegelisahan Zha.


" Jangan gelisah Zha, mami tidak akan marah kok kalau kamu ada masalah dengan kesuburanmu ?" kata Dahlia.


" Tidak mi ? tapi Zha kuatir karena tidak pamit dengan kak Leon ?" kata Zha.


" Nanti kalau Leon tanya mami yang ajak dan memaksa kamu " kata Dahlia.


Zha diam sejenak


Dahlia mengambil antrian dengan dokter spesialisnya.


Lama menunggu, ahirnya giliran Zha, jantung Zha berdegub kencang, lutut tidak berhenti bergerak.


Zha berusaha menutupinya tapi malah semakin terlihat.


Zha mendekat pada dokter ?"


" Tidak usah takut buk, kita hanya melakukan peneriksaan " kata Dokter Sita dengan lembut.


Zha hanya mengangguk, Dahlia sementara keluar, karena dokter tahu kalau Zha malu, kalau melalui pemeriksaan lebih mendalam.


Saat dokter Sita siap melakukan pemeriksaan.


" Dok, tidak usah, aku masih perawan ?" kata Zha membuat Dokter Sita tertegun tidak percaya.


" Ah, mana mungkin, kamu sudah menikah setahun lebih masih perawan, ayo aku periksa, paling tidak aku bisa mengambil sampelnya tentang kesuburanmu ?" jelas dokter Sita.


" Walaupun kamu masih perawan, aku tidak akan merusaknya kok, berbaring lah ?" kata Dokter Sita menghibur Zha.


Ahirnya Zha menurut, dan dokter Sita pun kaget, ternyata benar, pasienya masih perawan jadi dia tidak bisa berbuat banyak takut merobek selaput dara, hanya mengambil beberapa sampel dan USG kalau Zha subur.


Setelah itu Dahlia di panggil oleh dokter Sita.

__ADS_1


" Kabar baik buk, menantu anda tidak mengalami masalah dengan kesuburanya ?" kata dokter Sita sambil menjelaskan hasil Usg.


" Kenapa belum hamil juga dok ? Apa anak saya yang mengalami gangguan kesuburan ?" tanya Dahlia penasaran.


" Bisa jadi buk ? Tapi kesimpulan yang pasti, kenapa menantu anda belum hamil, karena menantu anda masih perawan ?" kata dokter Sita, membuat hati Dahlia bagai di sambar petir .


" Maksud dokter ?" tanya Dahlia menjelaskan.


Dokter Sita menjelaskan secara detail. Zha hanya diam merasa bersalah.


Leon yang selesai metting, langsung membuka ponselnya ada puluhan panggilan tidak terjawab dari Zha.


Dan banyak pesan juga dari Zha.


( " Kak Leon, tolongin Zha, Zha di ajak ke rumah sakit sama mami, untuk tes kesuburan ") pesan Zha pertama.


( " Kak Leon, Zha takut ketahuan kalau Zha belum pernah di sentuh kak Leon ?) pesan kedua.


( " kak Leon jangan diam saja " ) pesan ketiga Zha sudah emosi.


Selanjutnya hanya. pesan huruf p sampai banyak.


Leon langsung panik dan menyusul Zha ke rumah sakot, sesampainya di rumah sakit Leon langsung mencari keberadaan Zha.


Leon kaget setelah ketemu Zha. belum sampai menyapa Zha maminya sudah ngoceh duluan.


Leon tidak mengerti.


" Mami kecewa sama kamu Leon ?" omel Dahlia di depan dokter Sita.


Leon tidak menanggapi, malah mendekat pada Zha mencium keningnya dan melepas jasnya menutupi pundak Zha.


" Siapa yang suruh kamu pakai baju seperti ini ?" tanya Leon pada Zha. Leon melihat maminya dengan tatapan tajam.


Leon langsung memeluk pundak Zha dan mengajaknya jalan, Dahlia masih berteriak - teriak.


" Tunggu Leon, kamu juga harus di periksa ?" kata Dahlia.


Leon tidak menanggapi dan langsung berlalu pergi.


" Kau sekeras ayahmu ?" teriak Dahlia.


Teman Dahlia hanya bisa memandang heran, kenapa Dahlia merasa kecewa, apa yang sebenarnya terjadi ?

__ADS_1


Dahlia segera menyusul Leon dan menelpon Angga agar datang ke apartemen Leon.


Sesampainya di rumah, Leon marah sama Zha.


" Kenapa pakai pakaian seperti ini ?, apa kamu tidak malu tubuhmu terekpos, aku selalu menjagamu Zha, agar tubuhmu tidak di nikmati pria lain ?"


" Jaga tubuhmu jangan seperti cewek murahan ?" kata Leon dengan mata memerah di dekatkan dengan wajah Zha.


Zha rasanya ingin nangis dengan kata - kata Leon, tapi benar juga kata Leon, Zha saja memakainya tidak nyaman karena banyak mata laki - laki yang selalu mengikutinya.


Dahlia datang dengan Angga, Dahlia datang langsung ngomel tidak jelas, melihat Leon duduk santai di sofa.


" Mami kecewa sama kamu Leon ?" kata Dahlia.


" Kenapa, seharusnya Leon yang kecewa sama mami ?" kata Leon.


" Ini hasil pemeriksaan istrimu ?" kata Dahlia sambil melempar amplop kuning.


" Hasilnya ?" tanya Leon sambil membuka isi dalam amplop.


" Istrimu, tidak ada masalah dalam kesuburanya Zha sehat " jelas Dahlia.


" Baguslah, itu yang mami harapkan, tetus apa masalahnya ?" tanya Leon masih cuek.


" Masalahnya di kamu, Kenapa ostrimu masih perawan ?, kalau menikah baru sebulan wajar Leon, kalian sudah menikah setahun lebih Leon . . ! ? apa kangan - jangan kamu impotent . . . !" Bentak Dahlia.


" Sudah mi ?" tanya Leon pada Dahlia yang berhenti bicara, Dahlia masih mengatur nafasnya.


" Setiap keluarga, punya privasi masing - masing, jadi menurut Leon mami tidak perlu tahu " jawab Leon.


" Zha adalah kekasih adiku, aku di tugaskan untuk menjaganya, sampai dia menemukan kebahagianya ?" kata Leon yang membuat hati Zha hancur berkeping - keping.


Dahlia hanya terdiam sejenak.


" Kenapa kamu tidak cari wanita lain yang siap menerimamu ?" tanya Dahlia.


" Itu sama saja aku menyakiti Zha, bukan melindungi ?" kata Leon.


Dahlia diam seribu bahasa, ahirnya Dahlia pergi dengan keadaan kecewa dengan Leon putranya.


" Kau Leon, selalu seja keras kepala. . . !" kata Dahlia sebelum pergi.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa Like , komen vote dan hadiahnya ya ?


Terima kasih


__ADS_2