ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
MANDI BERSAMA


__ADS_3

Mandi bersama


...****************...


Adzan subuh berkumandang semua orang bersiap -siap, akan acara pertunangan Arief dan Zha, Zha di make up oleh seorang profesional yang telah di pilih oleh keluarga Angga reksa.


Dan Dahlia dan para wanita lain pun tidak jalah di dadan juga oleh perias.


Dahlia dan juga Rima juga terlihat cantik walaupun usia sudah tidak lagi muda.


Leon dan Arief masih asik tidur dalam satu selimut Membuat Dahlia sedikit emosi pada dua anaknya.


" Mentang - mentang libur kerja jadi masih asik tidur ya ?, bangun bangun, hari ini kamu tunangan Rif, kamu telat sedikit Zha di ambil orang ? " Teriak Dahlia pada kedua putranya tapi kedua putranya masih tidak bergeming, malah meneruskan menarik selimutnya dan menutupi telinganya masing - masing. Dahlia yang geram langsung mengambil alat bantu pengeras suara dan mengarahkan pada mereka berdua bergantian.


" L e o n. . . ! A r i e f. . . ! b a n g u n. . .! sudah siang sayang " teriak di telinga di kedua putranya pakai alat bantu pengeras suara.


" Dasar ibu - ibu komplek. . . " gerutu Arief.


Arief dan Leon setengah sadar, dan masuk ke kamar mandi bersama.


Dan melepas seluruh pakaianya segera menghidupkan shower.


Setelah shower hidup mereka menuju air yang mengalir dari shower itu dan terjadi tabrakan yang membuat mereka berdua sadar.


" Arief. . . !" teriak Leon.


" kak Leon. . . . " teriak Arief.


" Kamu kok mandi sini ?" tanya Leon.


" Bukankah ini kamar mandi Arief kak?" tanya Arief.


" Ini kamarku tadi malem kamu tidur di kamarku ?" jelas Leon.


Arief memandang Leon dari atas sampai bawah yang tidak tertutup sehelai benangpun.


Leon pun sebaliknya memandang Arief dari atas sampai bawah yang sama persis dengan dirinya tanpa sehelai benangpun.


Tatapan mereka berhenti pas pada junior lawanya.


" Ha ha ha ha . . . . . !" tawa keduanya pecah setelah diam sesaat.


" Kak Leon, kapan terahir kita mandi bersama punya kak Leon kok sudah berubah di tumbuhi bulu dan semakin tinggi ha ha ha ha !" tawa Arief dengan pertanyaan konyolnya.


" Kapan kita terahir mandi bersama Rif ? punya kamu juga berubah sudah tumbuh rambut, pendek tapi besar, tidak bisa tinggi, sesuai dengan bentuk postur tubuh kamu Ha ha ha ha !" cemoh Leon tidak kalah seru.

__ADS_1


Dahlia yang masih di kamar Leon, penasaran dengan tinggi dan pendek besar apa yang di bicarakan kedua putranya karena saking keponya.


" Apa yang kalian bicarakan ? waktu sudah mulai siang buruan . . .!" teriak Dahlia.


" Burung mi. . . !" teriak Arief dari dalam kamar mandi.


Dahlia pergi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal masih bingung.


' Sejak kapan putra - putranya menelihara burung ' pikir Dahlia.


Masih di kamar mandi.


" Pendek juga kak, nanti bisa membuat Zha menjerit " Kata Arief.


" Sambong sekali kamu dasar adik durjjana " kata Leon.


" Hati - Hati nanti punya kakak, bisa tembus ke jantung karena saking panjangnya " cemoh Arief.


" Semua itu sudah ada ukuranya, tidak ada wanita mati hanya karena kebesaran atau kepanjangan, semua sudah di ukur Arief !!" kata Leon.


" Ha ha ha ha . . . . !" mereka masih tetap tertawa hingga dinginya air shower tidak terasa.


" Kita terahir mandi bersama saat kak Leon masih duduk di bangku SMP dan aku masih di bangku SD, punya kak Leon dulu masih di tumbuhi bulu halus, belum jadi hutan amazon " jelas Arief.


" Ha ha ha ha . . . !" tawa mereka.


Dahlia yang masih mendengar masih penasaran, tapi Dahlia merasa bersyukur, melihat putranya bercanda ceria lagi, semenjak Leon sudah memegang perusahaan dan Arief kuliah mereka jarang ada waktu bersama seperti dulu untuk bercanda.


Angga reksa datang lalu mengecup kening istrinya, tapi Dahlia tidak merespon dan masih diam bingung.


" Kenapa Mi ? kok sepertinya ada yang di pikirin ?" tanya Angga.


" Tidak pi, mami hanya bingung dengan omongan putra kita dari kamar mandi, mereka bawa burung!?" jawab Dahlia.


" Emang burung apa mi ?" tanya Angga penasaran.


Lalu Dahlia cerita dari dari burung, ke sungai amazon dan ada hubungan dengan Minak jinggo, dan kembali lagi ke Indonesia, ke hutan Lampung barat.


Angga bukanya prihatin malah tertawa.


" Ha ha ha ha ha. . . . . !" tawa Angga tidak bisa di pendam. Dahlia jadi tambah bingung.


" Dasar para jaum pria sukanya mempermainkan wanita " Gerutu Dahlia.


" Mi putramu sudah bukan anak - anak lagi, itu obrolan dewasa mereka " kata Angga.

__ADS_1


" Maksudnya pi . . . ?" tanya Dahlia masih penasaran.


" Dari burung pendek besar dan panjang, hutan amazon, sampai katamu godonya minak jinggo dan hutan Lampung barat itu karena mereka sudah lama tidak melihat juniornya saudaranya mi Ha ha ha . . . !" tawa Angga.


" Junior ? apa itu junior, bahasa apa lagi ?" tanya Dahlia.


" Ha ha ha jangan bikin perut papi sakit mi . . !" teriak Angga.


" Junior, alat buat bikin adek " kata Angga berbisik di telinga Dahlia, wajah Dahlia jadi merah menahan malu.


" Ya sudah, suruh mereka sudahi mandinya keburu siang " kata Dahlia sambil menutupi rona merah pada wajahnya.


Sedang yang di kamar mandi masih asik saling menggosok badan bergantian dan tertawa bahagia.


Mereka di kagetkan dengan suara panggilan " Leon, Arief, sudah mulai siang semua sudah menunggu di lapangan " panggil Angga dengan lembut Seketika Arief dan juga Leon langsung menarik handuk bersamaan.


" Arief, ini handuku !" teriak Leon sambil menarik handuk yang masih di tarik Arief.


" Pinjam kak, aku harus buru - buru . .! " teriak Arief.


" Kau kira aku juga tidak . . !?" balas Leon.


" Ku mohon kak !" pinta Arief.


Angga yang mendengarnya hanya bisa geleng kepala.


" Arief, Leon kalian kebiasaan, kalau mandi bersama pasti lama, dan ahirnya berebut handuk, lalu salah satu dari kalian menangis itu kebiasaan kalian, apa perlu papi masuk papi pukul seperti dulu ?" tanya Angga.


" Ya sudah pi, ambilin Arief handuk secepatnya . . .?" perintah Arief pada Angga.


' Emang dasar ini anak, belum tobat juga walau sudah merasakan jatuh cinta, masih duka nyuruh ' gerutu Angga sambil jalan menuju kamar Arief mengambil handuk.


Arief ahirnya mengalah Leon yang memakai handuk dan keluar duluan.


Setelah Arief memakai handuk dia juga keluar, dia melihat kakaknya masih memakai handuk.


S r e e et. . ! menarik handuk kakaknya, untung Leon sudah memakai boxer, dan tertawa bersama lagi.


...****************...


Semua sudah siap dan telah berkumpul di dekorasi sederhana dan berkesan elegan tinggal menunggu Zha.


Dan di kelilingi pohon pinus, tidak terlalu ramai hanya kerabat dan dan teman dekat yang di undang.


Seketika semua mata terpana pada satu tujuan membuat semua orang terkagum - kagum dengan keindahan yang telah di lihat.

__ADS_1


__ADS_2