
Istri kecilmu hanya kekasih adikmu
...****************...
" Aku bikinya enak, karena aku bikinya dengan resep cinta warisan nenek moyang " kata Zha.
" Ha ha ha ha " tawa Mita
" Kok kamu bikinya banyak Zha ?" tanya Mita.
" Kan di sana bukan hanya kak Leon tapi juga ada papi mertua " jelas Zha.
" Ohhhh " kata Mita
Setelah semua selesai Zha dan Mita berangkat ke kantor dengan menaiki taxi online. yang di pesan melalui aplikasi.
Sesampainya di kantor, Mita langsung menuju mejanya dan Zha langsung menuju ruangan Leon.
Di saat sampai di pintu ruangan Leon, Zha akan masuk, tapi dia melihat pemandangan yang menyesakan dada.
Zha melihat Yanti seketarisnya Leon memeluk Leon, dan senyum bahagia, dan menanyainya dengan lembut.
Zha tidak langsung masuk dia mengurungkan untuk bertemu Leon, lebih baik dia titipkan saja cake itu.
Zha lari sambil mengusap air mata, dan tidak melihat jalan sehingga menabrak tubuh kekar seorang pria.
" Zha ?" panggil Rio asisten Leon. Rio adalah asisten Leon tapi sahabat Arief dan juga Zha, makanya dia memanggil Zha tanpa embel - embel, walaupun umur Rio mssih muda kakak kelas Arief tapi mempunyai kemampuan dan skil tinggi sehingga Leon mempercayainya.
" Rio. . ?" kata Zha kaget.
" Kenapa ?" tanya Rio, saat melihat air mata di mata Zha.
" Tidak apa - apa ? kamu mau keruangan pak Leon kan ? aku titip ini ya ?" kata Zha sambil memberikan kotak kue pada Rio.
" Baik " kata Rio mengangguk.
" Terima kasih ?" lalu Zha berlalu menuju toilet dan menangis di sana.
Dan di ruanganya Leon. Leon kaget saat ada yang memeluknya dari belakang Leon merasa bahagia mungkin karena kejadian tadi pagi.
" Kamu sudah datang ?" tanya Leon pada yang memeluk.
" Emang aku selalu menemanimu di sini ?" kata Yanti yang memeluk Leon.
Leon kaget, suara yang di harapkan ternyata salah.
" Kamu ?" Leon kaget seketika mendorong Yanti secara reflek sampai terjatuh.
" Leon kamu kok kasar ?" tanya Yanti sambil mengeluarkan air mata buaya betinanya.
" Jangan lancang kamu, kau tahu aku sudah beristri ?" bentak Leon.
" Istri kamu masih kecil Leon, dan dia kekasih adikmu, dia tidak punya cinta sama kamu, dia hanya mencintai Arief " jelas Yanti.
" Apa peduli kamu, walaupun dia kecil dan dia pacar Arief, tapi dia setia sama aku " jelas Leon.
__ADS_1
" Aku yang selalu mencintai kamu ?" kata Yanti lagi.
" Mencintai aku atau hartaku ? kau bilang cinta padaku tapi kau bilang cinta juga pada Arief di mana akal sehatmu, masih untung aku masih menerima kamu kerja di sini kalau perlu aku bisa mendepak kamu, supaya keluargamu jadi gembel !?" kata Leon sambil mencengkram pipi Yanti dan mengeluarkan mata elangnya membuat Yanti langsung minder seketika.
" Kau anggap kau bisa memisahkan antara kakak dan adik yang selalu mengisi satu sama lain " lanjut Leon.
" Dan asal kamu tahu Arief pelindung jodohku, yaitu Zha ?" bentak Leon.
Leon memanggil satpam, dan menyuruhnya menyeret Yanti, dan di larang untuk kerja lagi, tapi Yanti memohon pada Leon dan menangis. tapi Leon tidak menghiraukanya.
" Renungi hidupmu dan jangan sekali - kali jadi pelakor, kalau ingin hidupmu aman ?" kata Leon.
Rio masuk dengan membawa kotak kue di tanganya.
" Tuan " Rio menundukan badanya.
" Saya dapat pesanan dari buk Zha " kata Rio sambil mengulurkan kotak kue.
" Kamu bertemu di mana dengan Zha ?" tanya Leon dengan panik.
" Di jalan menuju ruangan pak Leon ?" jawab Rio.
" Apa dia dari sini ?" tanya Leon.
" Ya tuan dia berlari sambil mengusap matanya !" cerita Rio.
Leon langsung panik, dia kuatir Zha melihat Yanti memeluknya tadi dan akan menimbulkan salah paham.
Leon langsung keluar, dan mencari keberadaan Zha dan bertanya pada satu persatu karyawan tapi hanya satu yang melihat Zha masuk ke toilet wanita.
" Kak Leon, kenapa kamu belum bisa mencintai aku, segitu berharganya Yanti untukmu ?" kata Zha di depan cermin.
" Aku sadar aku istri yang tidak kau inginkan aku hanya kekasih adikmi ?" kata Zha lagi.
" Agggghhhh !" teriak para wanita di dalam toilet, melihat pria tiba - tiba masuk di toilet perempuan.
Tapi para wanita seketika diam setelah melihat ternyata yang masuk adalah atasanya.
" Maaf pak ?" kata para wanita.
"Di mana Zha ?" tanya Leon.
Dan di tunjukan para wanita kalau Zha di sudut tolet, Leon langsung lari ke arahnya.
" Zha ?" panggil Leon.
" Kak Leon kok ada di sini ?" tanya Zha terkejut.
" Mencarimu ?" kata Leon.
" Buat apa ?" tanya Zha.
" Kamu cemburu ?" tanya Leon sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Zha.
" Tidak ? Zha tidak berhak cemburu " jawab Zha.
__ADS_1
" Kenapa tidak berhak ?" tanya Leon mengintrogasi Zha.
" Ah lupakan ?" kata Zha sambil mengibaskan tanganya do depan muka.
" Kenapa kamu tidak masuk ?" tanya Leon lagi.
" Takut ganggu !" jawab Zha semakin tegang.
" Kalau gitu, kita makan cake bersama ?" kata Leon sambil menarik Zha keluar toilet.
Leon merasa kecewa, dengan jawaban Zha Leon berharap kalau Zha cemburu tapi beda dengan harapanya.
Leon masih menutupi rasa kecewanya pada Zha.
Leon masih menggandeng Zha menuju ruanganya dan melewati beberapa karyawan membuat para karyawan cemburu melihat keromantisan keduanya.
Zha sebenarnya juga merasa sungkan di saat semua mata menuju ke arahnya.
" Mami kangen sama kamu ?" kata Leon saat menikmati cake bersama.
" Pasti nanyain cucu " kata Zha, dengan pasang wajah masam.
" Kamu jawab saja belum siap " kata Leon.
Seketika suasana hening, karena masuknya Rio.
" Bisa bicara di liar saja, ini kantor, takut ketahuan Angga reksa tuan ?" kata Rio berbisik di telinga Leon.
" Baiklah, aku makan cake buatan istriku dulu, share lok, di mana kita ketemuan ?" jawab Leon.
" Baik tuan . . !" kata Rio.
Leon melangsungkan makan cake nya dan tersenyum pada Zha, Zha sendiri todak tahu apa yang di bicarakan mereka.
Setelah selesai makan, Leon dan Zha keluar dari kantor.
" Akan aku antar kamu pulang dulu ?" kata Leon pada Zha.
" Tidak, aku ikut kamu ?" kata Zha.
" Tapi ini berbahaya ?" jelas Leon.
" Aku tetap ikut !" bentak Zha.
" Baik lah, tapi jaga rahasia ini, jangan sampai mami dan papi tahu " jelas Leon sambil mengusap kepala Zha.
Ahirnya Leon melajukan mobilnya menuju tempat yang di tentukan Rio, sesampainya di tempat Rio langsung menyerahkan amplop coklat pada Leon.
Dan Leon segera membukanya ternyata sebuah foto.
" Apa ini yang di maksud tuan ?" tanya Rio.
" Ya benar, Kerja yang bagus Rio ?" kata Leon.
Zha hanya diam, meresakan nyeri di hatinya, karena di situ hanya ada foto wanita cantik dengan bergaya tomboy, dan sesekali foto seorang paruh baya yang mungkin ayahnya.
__ADS_1
' Apa hubunganya sama kak Leon, apa dia kskasih kak Leon ?' pikir Zha.