
Waktu siang hari itu telah berganti dengan sore, dan sudah saatnya semua karyawan yang bekerja mulai keluar dari gedung perkantoran, karena jam kerja mereka telah berakhir atau pekerjaan mereka sudah selesai. Kecuali bagi mereka yang lembur.
Begitu juga dengan Jack dan Rico yang pergi keluar kantor sejak dari jam dua siang tadi. Mereka tengah meninjau lokasi konstruksi yang sedang dalam tahap penyelesaian serta finihsing mulai dikerjakan.
Saat melakukan semua pekerjaan di luar kantor, seperti biasanya, kedua orang itu selalu berbagi tugas sesuai proporsi masing-masing. Antara mengaudit keuangan di lapangan, kesesuaian antara desain dan pembangunan, serta keadaan para karyawan. Setelah semua kondisi proyek dirasa tidak ada masalah, maka mereka segera mengakhiri kunjungan. Hanya tinggal beberapa persen lagi yang harus diselesaikan, hanya tinggal merapikan sebagai finihsing sesuai target. Pada libur tahun baru tempat tersebut sudah akan resmi di buka.
Dua pria dewasa itu pergi dengan mengendarai mobil masing-masing, Jack langsung pulang, tetapi Rico kembali lagi ke kantor untuk menjemput sang pujaan hatinya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang, di jam pulang kantor itu, jalanan begitu indah di penuhi oleh berbagai jenis kendaraan. Sehingga menjadikan perjalanan sangat lambat untuk di lalui.
Jack sampai di rumah setelah jam tujuh malam, itu artinya dia berada di jalan yang sedikit macet itu cukup lama.
Dia langsung memarkirkan mobilnya dan bergegas turun, lalu, dengan langkah cepat dia segera masuk ke rumah. Kedatangan laki-laki itu pun di sambut oleh senyum sang istri hingga rasa lelah pun seketika hilang, saat Mira menyambut dirinya dengan senyum penuh kebahagiaan yang membuatnya bahagia juga.
"Tumben malam, Mas...?” Tanya sang istri terhadap suami sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami.
"Iya, Tadi habis melihat proyek yang untuk tahun baru nanti," Jawab Jack.
"Ya, Sudah ... mandi dulu lalu kita makan malam,” Mira mempersilahkan suaminya untuk mandi terlebih dahulu.
"Iya, Sayang,” Jack pun mengangguk pertanda dirinya setuju.
Mira dan suaminya pun masuk ke kamar. Dia menyerahkan handuk pada suaminya yang untuk di kenakan. Jack pun menerima uluran tangan dari sang istri mengambil handuk tersebut. Lalu menuju kamar mandi, Setelah bekerja seharian membuat tubuh Jack terasa lengket.
Mira yang ada di kamar menyiapkan pakaian ganti untuk di gunakan sang suami. Wanita itu dengan sabar menunggu, hingga beberapa saat kemudian akhirnya Jack pun keluar dengan tubuh yang hanya di balut handuk, terlihat dengan jelas tubuh atletis sang suami.
__ADS_1
Jack mendekat ke arah sang istri mengambil pakaian ganti lalu di kenakan . Setelah selesai semuanya Jack duduk si samping sang istri sambil menatapnya dengan intens.
"Apa, Masih sering terasa sakit?” Tanya sang suami sambil menyentuh bagian perut sang istri.
"Tidak,” Jawab sang istri sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah beberapa waktu Jack merenung akhirnya dia memutuskan untuk menuruti semua keinginan istrinya. Dia sudah ikhlas menerima kenyataan bahwa sejatinya hidup dan mati itu di tangan sang kuasa. Jika Jack harus kehilangan salah satu dari kedua orang yang sangat di cintai nya, maka, dia ikhlas akan menerima semuanya yang mungkin itu sudah jalannya dari sang kuasa.
"Jika merasa sakit, Jangan sungkan untuk bilang, ya?" Ucap sang suami menatap sang istri sambil tangannya terus mengelus perut istrinya. Kehamilan Mira pun sudah memasuki minggu ke dua belas. Namun, perut wanita itu belum terlihat. Mungkin di usia kandungan menginjak dua puluh minggu baru terlihat.
"Iya, Mas...!" Mira pun mengangguk.
"Jangan pernah menyembunyikan apapun lagi dari ku, ya..!" Ucap sang suami, Mira yang mendengar ucapan sang suami sangat merasa bersalah sekali. Dia kemarin pergi ke rumah Nyai Suketi tanpa meminta ijin dari suami terlebih dahulu.
"Maaf,” Ucap Mira sambil menunduk malu, dia yang tadinya berpikir suaminya akan memarahi dirinya atas kepergiannya, ternyata itu salah. Sungguh sangat beruntung sekali dia bisa memiliki suami seperti Jack, yang selalu bisa memahami keadaan istrinya.
Setelah berbincang cukup lama akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk keluar kamar, Jack mencari keberadaan pangeran kecilnya.
Jack pun pergi ke kamar sang putra untuk menemuinya. Sehari tidak bertemu membuat dirinya sangat rindu terhadap jagoannya itu.
Jack memutar gagang pintu kamar Zay lalu membukanya, terlihat sang anak sedang belajar di temani sang nenek. Wanita paruh baya itu, tadinya berniat untuk pulang setelah Jack pulang kantor. Tetapi anaknya ternyata sampai di rumah setelah larut malam.
"Ma ... hai, Zay, lagi apa jagoan papa?" Jack pun menyapa sang Mama dan anak sambil mendekat ke arah sang anak lalu mengelus kepalanya dengan penuh cinta.
"Sudah pulang?” Tanya sang mama.
__ADS_1
"Baru aja, Ma... " Jawab Jack
"Tadinya Mama mau pulang! Nungguin kamu pulang dulu," Kata Bu Merlin.
"Mau pulang sekarang? Biar Jack telepon sopir saja ya? Kalau tidak besok pagi saja baru pulang,” Kata Jack.
Jack pun selama berbicara dengan mamanya, tidak lepas pandangannya ke arah Zay yang sedang melakukan aktivitas belajar.
"Ya, terserah kamu aja, Mama ikut gimana baiknya menurut kamu," Jawab Bu Merlin.
"Besok saja ya, Sekalian mau ngajak Mira dan Zay juga ke sana?" Kata Jack
"Ya, Sudah, baiklah," Jawab Sang Mama.
Terdengar dari arah luar kamar ada yang memanggil mereka, yaitu Mira, yang memanggil untuk segera makan malam.
Makan malam bersama pun sedang berlangsung suasana hening pun terjadi hanya alat makan yang terdengar.
Makan malam pun sudah selesai, saatnya bagi mereka untuk mengistirahatkan tubuhnya, setelah lelah seharian bekerja.
Semua sudah berada di kamar masing-masing, Untuk memejamkan mata dan menghilangkan rasa lelah saat melakukan banyak hal selama seharian penuh, agar esok hari kembali mempunyai tenaga untuk beraktivitas kembali dan menghadapi kerasnya dunia ini.
__ADS_1
Bersambung