Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 183


__ADS_3

Di sela perbincangan mereka pun tiba-tiba ada yang mengucapkan salam, Mira dan Bu Farida pun menoleh ke arah sumber suara.


Zay setelah melihat di dalam ada nenek Farida dia langsung berlari ke arah, sang nenek yang sedang duduk. Dia langsung mengulurkan tangan nya untuk bersalaman terhadap sang nenek, dia sudah lama sekali tidak bertemu. Bu Farida pun tidak kalah kangen nya, dia pun mencium pipi Zay dengan bertubi-tubi.


"Nek, kanapa lama sekali nggak pernah kerumah Zay lagi? " tanya Zay sambil mendongak, mentap wajah sang Nenek.


"Maafin Nenek ya, sayang...baru sempat datang mengunjungi Zay" ucapa sang Nenek sambil terus memeluk sang cucu, sungguh kerinduan yang sudah lama terpendam baru tersalurkan sekarang. Bu Farida sudah sejak beberapa minggu ingin mengunjungi Zay,namun apalah daya dia juga baru banyak kesibukan lainnya.


"Iya,nggak apa-apa ko, Zay udah seneng sakarang Nenek sudah ada di sini" ucap Zay yang masih betah berada di pelukan sang Nenek.


"Terimakasih banyak ya sayang... " ucap bu Farida sambil mencium kembali pipi Zay, dari tadi dia tidak hentinya mandaratkan ciuman bertubi-tubi di pipi Zay.


"Sama-sama, Nek" jawab Zay.

__ADS_1


"Mir... terimakasih banyak ya, talah menjadi ibu yang baik untuk Zay, dan dia tumbuh dengan penuh kasih sayang dan sopan santun yang luar biasa. Jika ingat kejadian di masa lalu terkadang saya merasa malu, terhadap kamu! " kata Bu Farida sambil menatap Mira dengan wajah sendu, terkadang dia merasa sangat malu sekali jika ingin bertemu dengan mira, perlakuan keluarga nya pun kurang baik terhadap Mira. Apalagi saat Mira berada dalam kesusahan dan dia pada saat itu tidak bisa melakukan apapun, untung saja Mira bukan wanita pendendam. Dia bisa menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada.


"Apaan sih Ma... ko ngomong nya begitu, sudah kewajiban ku, mendidik Zay dengan baik" jawab Mira sambil tersenyum ke arah Bu Farida.


"Saya sungguh merasa malu, jika ingat pada saat itu" kata Bu Farida lagi.


"Nggak perlu seperti itu, Ma... udah lewat juga jangan di ingat terus, mulai sekarang kita buka yang baru lupakan yang telah berlalu" jawab Mira dengan bijak nya.


"Iya, sayang... " jawab sang Nenek.


Setelah Zay kembali ke kamar tinggal lah Mira dan Bu Farida di ruang tengah, entah kenapa Bu Farida itu merasa tentang jika bicara sama Mira. Beda lagi saat berada di rumah nya, sudah tidak ada lagi kedamaian apalagi saat Roxy pulang pasti aja ada keributan di rumahnya.


Kelakuan Roxi juga sudah berhasil membuat Bu Farida pusing tujuh keliling, apalagi saat tahu perusahaan yang di pimpinan nya mengalami kerugian besar dan hal itu membuat Bu Farida sangat shock dan nggak bisa hadir pas meninggal nya Bu Dellia. Makanya Bu Farida baru bisa mengunjungi Cucu kesayangan nya sekarang, ingin sekali rasanya Bu Farida tidur sambil memeluk Zay, mungkin itu sangat menenangkan dan bisa mengobati rasa rindunya terhadap sang anak Jul.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Zay pun kembali ke ruang tengah, dia sudah berganti pakaian.


"Nak main bareng yuk? " ajak Zay terhadap sang nenek.


"Baiklah, Zay mau main apa? " tanya Bu Farida.


"Apa saja Nek..." jawab Zay.


Akhirnya Zay pun mengajak Bu Farida untuk masuk ke dalam kamarnya, dan meninggalkan Mira yang masih setia duduk di ruang tengah.


Dia membiarkan Bu Farida untuk bermain bersama Zay.


Setelah Zay dan Bu Farida pergi untuk bermain, Mira pun dengan santainya duduk di sofa dan menikmati cemilan yang ada sambil nonton acara televisi kesukaan nya.

__ADS_1


__ADS_2