Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 157


__ADS_3

Jack melajukan kendaraan nya dengan kecepatan penuh, dia ingin segera sampai di rumah di mana dia harus segera bertemu dengan istrinya.


Dalam perjalanan yang sedikit macet pun, Jack terus menyalahkan klakson agar kendaraan yang berada di depan nya tidak lelet.


Perjalanan dari kantor ke rumah pun lumayan menyita waktu, di tambah lagi jalanan yang di penuhi banyak kendaraan hal ini membuat Jack ingin meninggal kan kendaraan nya di tengah jalan, dan berlari sampai menuju rumah.


Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya kendaraan yang di bawa Jack pun sudah memasuki area pekarangan, Jack menghentikan mobil nya di sembarang tempat lalu dia turun dari mobilnya.


Jack langsung menuju pintu masuk, dia berjalan dengan cepat untuk segera memasuki rumah.


Pintu sudah terbuka tetapi tidak ada satu orang pun yang berada di ruang tengah, dia melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan istrinya tetapi tidak ada.


Jack langsung melangkah kan kakinya dengan cepat untuk segera menuju lantai dua, di mana kamar yang di tempati nya ada di lantai itu.


Dengan gerak cepat dia langsung membuka pintu kamar, Kamar pun sudah terbuka terlihat seorang wanita yang sedang meringkuk di atas tempat tidur.


Jack pun menarik nafas dalam-dalam lalu membuang nya dengan perlahan, dia berusaha untuk menetralkan perasaan nya.


Dengan perlahan dia mendekat ke arah tempat tidur, di mana Mira sang istri sedang tertidur dengan pulas di sanah.


Jack duduk di samping tempat tidur sambil menatap lekat wajah sang istri yang terlihat lelah sekali, dia pun membelai lembut wajahnya dengan ibu jari. Mira yang sensitif akan sentuhan langsung mengerjapkan matanya.


"Mas.... sudah pulang, maaf aku nggak dengar mas datang ?" Tanya Mira dengan suara khas bangun tidurnya.


"Nggak apa-apa, silahkan lanjutkan tidurnya" Kata Jack sambil beranjak dari duduk nya.


Mira yang melihat suaminya seperti itu merasa sangat heran, tidak biasanya Jack bersikap seperti itu.


"Mau ke mana mas...? " Tanya Mira sambil menatap punggung suaminya yang sudah keluar dari kamar, entah mau ke mana lagi itu Jack akan pergi.


Mira hanya menatap heran terhadap suaminya yang tiba-tiba seperti itu, dia masih belum bisa mencerna semua yang terjadi dengan suaminya.

__ADS_1


Mira berfikir keras tetapi belum juga menemukan titik terang dari apa yang terjadi.


Mira pun turun dari tempat tidur lalu perlahan berjalan menuju kamar mandi, dia akan mencuci muka terlebih dahulu sebelum keluar untuk mencari keberadaan suaminya.


Setelah selesai Mira dari kamar mandi, dia segera pergi untuk menyusul suaminya.


Mira terus melihat ke sekeliling tetapi keberadaan suaminya tidak terlihat, dia terus berjalan ke lantai bawah.


Setelah sampai di lantai bawah, tetapi nampak hening tidak ada seorang pun yang ada di sanah.


Mira terus menyusuri setiap ruangan yang ada di lantai bawah, tetapi belum juga menemukan keberadaan suaminya.


Mira berjalan ke arah dapur untuk bertanya terhadap para pelayanan.


Setelah sampai di dapur, terlihat beberapa pelayanan sedang bekerja dengan pekerjaan nya Masing-masing.


Mira memberanikan dirinya untuk bertanya "Mbak apa melihat suami saya? " Tanya Mira terhadap salah satu pelayanan yang sedang membersihkan peralatan dapur.


"Bukan nya Tuan pergi ke kantor! " Jawab sang pelayanan.


"apakah itu hanya mimpi, " Ucap Mira dalam hati.


"Mungkin tuan lagi di ruang kerja nya! " Kata pelayanan itu.


"Baiklah mbak, terimakasih banyak saya coba cari di sanah" Jawab Mira, setelah itu sambil melangkah kan kakinya meninggalkan dapur.


Mira sudah berada di depan pintu ruangan kerja suaminya, tetapi dia ragu untuk membuka nya.


Setelah beberapa saat Mira berdiri, akhirnya dia memberanikan diri untuk mengetuknya. tetapi tidak ada jawaban dari dalam, dia pun dengan perlahan memutar gagang pintu dan ternyata pintu tidak di kunci.


Setelah pintu terbuka, terlihat dengan jelas seorang lelaki berdiri di hadapan jendela sedang mengudarakan asap tembakaunya.

__ADS_1


Dengan perlahan Mira mendekat ke arah suaminya lalu di peluk lah dari belakang, sontak hal itu membuat Jack kaget.


Dengan gerakan cepat Jack melepas tangan yang melingkar di pinggang nya sambil berbalik ke arah orang itu.


"Mas... kenapa dengan kamu, tiba-tiba seperti ini? " Tanya Mira terhadap suaminya, sambil menatap lekat wajahnya.


"Tidak apa-apa! " Jawab Jack singkat, sambil berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan itu lalu duduk.


"Kalau tidak apa-apa nggak mungkin kamu seperti ini? " Tanya Mira sambil mengikuti suaminya, lalu duduk berhadapan.


"Tadi siang pergi ke mana? " Tanya Jack terhadap Mira, sambil menatap dengan tatapan yang sangat membunuh.


"kan sudah bilang mau pergi ke klinik" Jawab Mira.


"Yakin cuma ke klinik? " Tanya Jack lagi.


"Iya, setelah itu pergi ke kantin yang ada di klinik bersama dokter Riyan kita makan di sanah! " Jawab Mira dengan jujur.


"Sambil berpelukan juga yah, sungguh sangat romantis sekali" Kata Jack dengan nada mencibir, namun ucapan suaminya belum bisa Mira pahami.


"Maksud kamu apa sih mas... aku nggak ngerti, pelukan apalagi" Jawab Mira.


Jack tidak menjawab tetapi dia menyerah kan ponsel nya"coba kamu lihat itu"kata Jack agar Mira melihat ponsel miliknya.


"Memangnya kenapa? " Tanya Mira lagi, dia dengan ragu mengambil ponsel dari tangan suaminya, setelah berada di tangannya sungguh dia sangat kaget,melihat gambar dirinya yang sedang di peluk oleh dokter Riyan, meskipun kenyataan nya tidak seperti itu.


"sekarang jelaskan! " Kata Jack dengan nada judes nya


"itu semua tidak seperti yang terlihat loh mas, jangan salah faham. " Ucap Mira dengan lirih, sudah pasti Jack akan berfikir macam-macam tentang dirinya.


Setelah cukup lama Mira pun menjelaskan apa yang terjadi antara dia dan dokter Riyan,hingga ada photo seperti itu. Dan akhirnya Jack pun menerima alasan yang di berikan istrinya, lagi pula tidak mungkin juga Mira menghianati dirinya.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa saat mereka berdua ada di ruang kerja, akhirnya kedua orang itu keluar dari ruang kerja saling bergandengan tangan. Jack yang tadi pas masuk di kuasai amarah beda hal nya pada saat ini.


Dia keluar dengan membawa senyuman sambil menggandeng tangan sang istri.


__ADS_2