Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 158


__ADS_3

Di tempat lain.


Seorang wanita paruh baya sedang duduk di teras, sambil menikmati udara malam.


Udara malam sangat dingin tetapi sangat indah untuk di nikmati, wanita ini menatap lurus ke depan menikmati pemandangan indah, yaitu bunga-bunga bermekaran di tambah lagi terkena sinar lampu sungguh sangat cantik bunga-bunga itu.


Lamunan nya di buyarkan oleh suara yang sudah tidak asing lagi di telinga nya.


"Ngapain duduk sendiri, ini sudah malam loh kenapa belum tidur? "Tanya Ferdy terhadap Mamanya.


" Belum ngantuk,! "Jawan sang Mama sambil menatap lekat terhadap sang Putra.


" Ini kan sudah malam, nggak baik loh untuk kesehatan Mama! "Ucap Ferdy memperingati sang Mama.


" Mama nungguin kamu, kenapa sih akhir-akhir ini pulang nya sering larut malam? "Tanya sang Mama.


" Lagi banyak kerjaan kantor, ma... nggak bisa pulang cepat jadinya, maafin, Ferdy yah...? "Kata Ferdy dengan nada penuh permohonan.


" Nggak ada yang kamu sembunyikan dari Mama kan? "Tanya sang Mama.


" Maksud Mama apa sih, aku jadi nggak ngerti apa yang mama maksud! "Tanya Ferdy terhadap sang Mama.


" Yakin tidak mau cerita ke mama apa yang sedang kamu sembunyikan? atau kamu perlu bukti baru mau mengakui kesalahan kamu di mana! "Ancam sang Mama terhadap Ferdy,


perkataan sang Mama sontak membuat mata Ferdy membulat"apa mungkin Mama sudah tahu tentang selvi" Ucap Ferdy dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa diam?" Tanya sang Mama lagi sambil menatap tajam terhadap sang Putra.


"Anu ma.. " Ferdy pun bingung harus menjawab apa dia pun menggaruk kepala meskipun tidak gatal, dia jadi salah tingkah takut nya salah ngomong jadi berabe nanti urusan nya.


"Katakan dengan jujur apa yang kamu sembunyikan?"


"Tidak ada ma...!" jawab Ferdy lagi.


Hening seketika, dan akhirnya sang ibu pun menyuruh Ferdy untuk tetap duduk di kursi yang ada di teras"Duduk di sini jangan ke mana-mana sebelum Mama kembali! "Tegas sang Mama terhadap Ferdy.


" Iya "Jawab Ferdy dengan nada lemas nya.


Bu Ani pun berdiri lalu berjalan perlahan meninggalkan teras, dia berjalan perlahan meninggalkan anak nya yang ada di teras.


Setelah beberapa saat Bu Ani pun kembali dengan membawa map berwarna coklat di tangan nya.


" Apakah setelah melihat itu kamu masih mau mengelak? "Kata sang Mama sambil tersenyum sinis terhadap sang anak.


Dengan perlahan Ferdy pun mengambil map yang di serahkan oleh sang Mama.


" Apa ini ma...? "Tanya Ferdy.


" Kamu lihat saja sendiri! "


Dengan perlahan Ferdy pun membuka amplop itu, dan mengeluarkan semua isinya. Sungguh sangat mengagetkan, ternyata isinya yaitu photo-photo dirinya saat membeli semua keperluan bayi.

__ADS_1


Dan ada beberapa photo bayi bersama selvi dan juga dirinya.


"Mama dapat dari mana photo ini? " Tanya Ferdy gugup, sudah pasti Mamanya mengira itu anak Ferdy.


"Tidak perlu kamu tahu, Mama dapat photo itu dari mana! Yang perlu tahu siapa wanita itu dan jangan bilang kamu sudah menghamili anak orang? " Kata Bu Ani sambil menatap tajam terhadap sang Putra.


"Tidak ma... ini tidak seperti yang di lihat" jawab Ferdy.


"Sudah bikin malu... tidak mau ngaku lagi" Kata Sang mana dengan raut wajah penuh dengan kekecewaan.


"Bukan seperti itu ma... sungguh aku tidak menyembunyikan apapun dari Mama, aku anak baik yang seperti Mama bangga kan terhadap teman-teman Mama. Aku tidak mungkin menghamili anak orang tanpa ada ikatan pernikahan! " Kata Ferdy terhadap sang Mama.


"Yakin kamu tidak sedang membohongi Mama kan..?


" Tidak ma... ! "jawab Ferdy.


" Kalau memang kamu itu tidak bersalah, bawa Mama ke rumah wanita itu! "Bu Ani meminta untuk di antar ke rumah selvi.


" Tapi, Ma...! "


"Pokoknya tidak ada tapi-tapian, ayo antar sekarang? " Ajak sang Mama.


"Besok saja yah... ini sudah malam, tidak enak bertamu ke rumah orang malam-malam" Kata Ferdy terhadap sang Mama.


"Bukan nya itu rumah kamu juga! " Ucap Sang Mama dengan nada sinisnya.

__ADS_1


"Sudah pasti ini kerjaan si sahabat durjana, Rico awas saja kamu yah" Ucap Ferdy dalam batin, dia sudah yakin bahwa yang memberi tahu mamanya yaitu Rico.


__ADS_2