
"Oh, tidak bisa! Saya juga akan punya anak dari wanita lain, Pa! Jadi, dia juga berhak bukan hanya mereka berdua!" Ucap Roxy yang amarahnya sudah di ubun-ubun. Dia benar-benar kesal dengan keputusan papanya.
"Jika kamu ingin memberi kan dia warisan, Maka,! Kamu harus giat bekerja. Dan satu hal lagi mulai besok kamu hanya sebagai karyawan biasa, Kamu akan di tugaskan di bagian pemasaran" Basrie menjelaskan semua nya dengan santai.
"Apa-apaan ini! Bentak Roxy terhadap sang ayah.
" Tidak perlu terkejut seperti itu, Itu hukuman bagi kamu yang sudah berani menyalah gunakan pengeluaran kantor demi kepentingan pribadi"
"Uang perusahan yang mana,? Saya tidak pernah melakukan itu. " Roxy masih saja membela diri.
"Jadi kamu selama ini tidak sadar? Berapa kerugian perusahan atas sikap mu itu." Basrie memper tegasnya.
"Jika semua aset yang ku punya saat ini tidak di bagi, Maka,! Mereka semua tidak akan ikut merasakan nya. Bisa saja waktu Meutia dan Clara dewasa nanti semua itu sudah habis oleh mu, Umur ku juga sudah tua tidak mungkin juga akan tetap seperti ini.Kamu mau terima atau tidak ya itu urusan mu" Ucap sang ayah terhadap anak nya.
"Dasar pilih kasih" Ucap Roxy sambil berdiri lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Pa, Tidak perlu semua ini,! Ucap Mira sambil menatap lekat wajah sang ayah mertua yang terlihat sangat teduh, Berbeda dengan pandangannya waktu dulu. Mungkin sekarang sang ayah mertua sudah menerima kehadiran dirinya dan Zay. "
"Itu sudah hak nya Zay, Tidak ada yang bisa mengganggu gugatan ya"Ucap sang ayah mertua.
"Tapi, Pa,! Roxy tidak terima dengan semua keputusan yang di buat" Ucap Mira dengan Nada lembutnya.
"Tidak usah khawatir, Biarkan dia seperti itu,! Ini hukuman bagi dia yang tidak pernah berfikir" Ucap sang ayah mertua sambil meyakinkan Mira agar mau menerima nya.
__ADS_1
"Apa benar, Pa,! Roxy tidak dapat bagian? Tanya Mira. "
" Saya tidak sejahat itu juga, Mira,! Ucap sang ayah mertua. "
"Lalu kenapa tadi, Papa bilang dia tidak dapat bagian? Tanyanya.
" Itu hukuman sementara, Sampai dia sadar bahwa jalan yang selama ini dia pilih itu salah"Basrie berbicara sambil menatap lurus ke depan, Dia sangat heran dengan sifat yang di miliki Roxy. "Apa mungkin dia tertukar saat melahirkan, Tapi kan pada saat itu,Parida melahirkan di Rumah sakit yang sudah di booking, Jadi tidak ada pasien lain" Basrie terus membatin.
Jack hanya menjadi penyimak sejati di antara perbincangan antara menantu dan mertua itu, Jack ingin sekali berbicara agar Mira tidak usah menerima apapun dari keluarga Basrie. Mengingat waktu itu pada saat Mira sangat membutuhkan uang, Untuk pengobatan Zay, Basrie malah memakinya sehinga Mira terpaksa harus menjual diri. Bagi Jack Mira saat ini dan selama nya tidak butuh semua itu, Harta yang di miliki Jack pun tidak akan habis tujuh turunan.
"Pa, Jika Mira,!minta sesuatu apa akan di Kabul kan? Tanya mira terhadap sang ayah mertua"
"Kamu menginginkan apa? Tanya sang mertua"
"Jika papa tidak keberatan, Semua aset yang papa kasih itu silahkan kasih ke Roxy. Mira dan Zay tidak butuh itu semua ,Zay sekarang sudah sembuh dan tidak membutuhkan uang yang banyak lagi. Lagi pula sekarang Mira sudah nikah sudah ada yg memberi kan Mira nafkah. Jadi tidak butuh itu semua" Ucapan Mira itu sangat lembut tetapi sangat menusuk ke tulang sumsum sang ayah mertua.
Hening
"Maaf " Hanya kata itu yang bisa basrie ucapkan.
"Kenapa minta maaf,? Tanya Mira. "
"Mungkin kata,maaf,!tidak akan pernah bisa menebus semua kesalahan ku di masa lalu" Ucap basrie sambil menatap lekat wajah Mira, Basrie sekarang sudah menyesali semua perbuatannya.
__ADS_1
"Tidak perlu minta maaf, Pa,! Itu sudah berlalu tidak perlu kita mengingat nya lagi" Ucap Mira.
"Dan untuk aset yang papa kasih untuk Zay, Mira sangat ber terimakasih banyak tetapi maaf Mira tidak bisa menerima nya" Mira bicara sambil tersenyum tipis terhadap sang ayah mertua.
"Tapi, Mira,! Itu kan sudah menjadi hak Zay. "
"Iya, Mira tahu,! Zay ada hak nya tetapi Mira tidak butuh itu semua, Yang Mira butuh kan saat ini hanya hidup tenang tanpa ada keributan, Apa lagi soal harta Mira tidak mau" Mira berusaha meyakinkan kan sang ayah mertua, Mira tidak mau hanya Karena warisan Zay menjadi sasaran kemarahan Roxy di masa yang akan datang.
"Roxy juga kan sudah ada bagiannya, " Basrie sangat berharap bahwa Mira akan menerima aset yang di berikannya.
"Jika Papa sayang Zay, Jangan bebani Zay dengan semua yang papa punya. Biarkan Zay sendiri yang berusaha mendapatkan itu semua, Mira yakin Zay akan bisa mendirikan perusahan sendiri di masa yang akan datang. Mengingat garis keturunan Zay itu sangat lekat dengan dunia kesuksesan, Pasti Zay bisa seperti Papa nya. " Mira tidak mau Zay di anggap numpang sukses di bawah harta sang kakek.
"Tapi, Mira,! Hanya itu yang terucap dari bibir basrie. "
"Keputusan Mira sudah bulat,Pa,! Jadi Mira tidak akan menerima apapun yang papa beri untuk Zay, Yang Mira butuh bukan semua itu. Dari dulu Mira hanya butuh pengakuan Papa, Bahwa Zay itu cucu papa" Ucap Mira dengan nada yang lemah lembut nya namun membuat basrie bungkam seribu bahasa.
"Saya sangat menyesali semua nya, " Ucap basrie sambil menundukkan kepala.
"Maaf banget ya, Pa,! Mira tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan Papa, "
"Saya yang minta maaf" Basrie terus mengucapkan kata maaf untuk Mira, Jika saja dulu dia memperlakukan Mira dengan baik pasti Mira tidak akan menolak semua pemberian dari nya, Basrie sangat sadar bahwa dirinya jahat.
"Jika sudah tidak ada yang di bicara kan lagi Mira pamit,? Mira ingin segera pulang karena, Dia sudah tidak sabar ingin mengintrogasi sang suami ada apa yang terjadi di masa lalu sehingga dia marah sekali dengan Roxy. "
__ADS_1
"Semoga kamu berubah pikiran ya,! Basrie sangat berharap Mira akan merubah semua keputusan nya. "
"Baik, Pa