
Di kediaman keluarga Jack.
Juna dan pengacara Bu Dellia telah hadir, mereka akan menyerahkan semua harta milik Bu Dellia yang selama ini di kelola Juna.
Juna akan mengembalikan nya terhadap Mira, sebab yang meminta Juna sudah meninggal jadi lebih baik di serahkan kembali ke Mira.
Pengacara dan juga Juna sudah duduk di ruang tamu yang ada di kediaman Jack, Mira juga sudah ada di sana tinggal menunggu Jack yang akan menyaksikan nya.
Setelah beberapa saat mereka menunggu akhirnya Jack pun datang "Maaf telat! " ucap Jack langsung duduk di samping Mira.
"Tidak masalah Pak, kita juga belum terlalu lama"jawab Juna dan Pengacara itu secara bersama.
Setelah beberapa saat pengacara pun membacakan semuanya, apa yang seharusnya di sampaikan terhadap Mira sang pewaris tunggal dari seluruh kekayaan yang di miliki Bu Dellia.
Setelah selesai di bacakan Mira pun membuka suara" Pak, jika Dua puluh lima persen dari seluruh harta itu di sumbang kan ke panti asuhan bisa kan? "ucap Mira, dia merencanakan akan menyumbangkan sebagian harta peninggalan dari sang Mama.
" Bisa Bu, tapi ini harus di pikir dengan matang sebelum mengambil keputusan! "kata pengacara memberi peringatan terhadap Mira, takutnya menyesal setelah di keluarkan sebagian hartanya.
" Ini sudah bulat keputusan saya Pak.. "jawab Mira, mungkin saat ini dia hanya ingin kebahagiaan dan hidup tenang.
__ADS_1
"Baiklah secepatnya akan saya urus dokumen yang di butuhkan nya" kata pengacara itu.
"Dan sepuluh persen nya lagi dari seluruh harta peninggalan mama, saya kasih kepada Juna. Dia sudah setia menjaga amanah dari mama, saya tidak bisa membalas semua kebaikan nya" Ucap Mira sambil tersenyum melihat ke arah Juna, sebelum mengambil semua keputusan ini tentunya Mira sudah membicarakan ini terhadap suaminya. Jack pun setuju atas apa yang di inginkan Mira.
Bagi Jack mau di sumbangkan semuanya juga tidak masalah, toh harta yang di miliki nya pun tidak akan habis untuk tujuh generasi.
"Nggak usah Bu..."ucap Juna menyela pembicaraan antara Mira dan juga pengacara itu.
" Nggak apa-apa Jun... terima saja, anggap saja itu ucapan terimakasih kami untuk kamu"kata Jack memberi pengertian terhadap Juna agar mau menerima nya.
"Nggak perlu... selama ini Bu Dellia telah berbuat banyak kebaikan terhadap saya, anggap saja semua nya balas budi saya" kata Juna.
Pembicaraan soal harta pun sudah selesai, Perempuan kali ini pun di tutup dengan acara makan malam.
Mereka sudah berada di ruang makan, untuk makan malam bersama.
Menu makan pun sudah penuh menghiasi meja makan, ini untuk pertama kalinya Juna ikut makan di rumah Mira.
Semua yang ada di meja makan fokus ke makanan masing-masing, tidak ada yang berbicara sepatah kata pun.
__ADS_1
Setelah beberapa saat acara makan malam pun telah selesai.
Mereka kembali ke ruang tamu, Juna dan pengacara pun akan segera kembali.
Sebab banyak sekali yang harus di kerjakan setelah ini.
Juna dan pengacara pun pamit untuk segera pulang, Jack mengantarkan mereka sampai ke teras.
Setelah Juna pergi meninggalkan area pekarangan, Jack pun kembali masuk ke dalam Rumah.
"Yuk istirahat, lelah kan? "tanya Jack terhadap sang istri sambil mengelus perut istrinya, dia sangat suka menyentuh perut buncit Mira sambil mengajak anak nya berbicara.
" Geli mas.. udah ayo kita ke kamar"ucap Mira sambil bangkit dari duduknya sambil berpegangan terhadap tangan suaminya.
Mereka berdua pun berjalan perlahan untuk segera menuju kamar.
Siang juga telah berganti dengan malam, sinar matahari sudah terganti dengan sinar lampu-lampu.
Malam saat nya bagi semua orang untuk segera mengistirahatkan tubuh, sete seharian beraktivitas.
__ADS_1