
Tiba-tiba Mira merasakan ingin buang air kecil, dia berdiri setelah berpamitan dengan dokter Riyan bahwa dia akan ke toilet sebentar.
Mira akan melangkah tetapi kakinya tersandung.
Dengan gerakan cepat dokter Riyan pun menangkap tubuh Mira, agar tidak terjatuh.
Sehingga tubuh mereka saling menempel.
Deg!
Rasa itu yang muncul di hati dokter Riyan di kala menatap wajah Mira begitu dekat, setelah beberapa saat dia Memegang tubuh Mira akhirnya dia pun tersadar.
"Maaf" Hanya kata itu yang terucap dari bibir dokter Riyan, sambil melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Mira akibat menahan tubuh Mira agar tidak terjatuh.
"Tidak apa-apa, terimakasih banyak" Ucap Mira sambil mengulas senyuman terhadap dokter ganteng yang ada di hadapan nya, sudah pasti semua wanita akan tertarik dengan nya.
"Lain kali hati-hati! "
"Iya" Jawab Mira sambil mengangguk pelan, setelah itu dia berjalan perlahan meninggalkan dokter Riyan.
__ADS_1
Setelah Mira tidak terlihat, dokter Riyan pun mengacak rambut nya frustasi, dia jengkel dengan dirinya sendiri mengapa rasa yang dulu pernah ada tidak pernah hilang dari hatinya.
"Bahkan setelah bertahun-tahun lamanya rasa ini tetap sama" Lirih dokter Riyan.
Sungguh dia ingin sekali merebut Mira dari suaminya jika otak jahat nya muncul tetapi dia segera menipis nya, melihat Mira bahagia bersama Jack.
Setelah cukup lama dokter Riyan menunggu akhirnya Mira pun sudah kembali.
"Maaf, lama menunggu! " Ucap Mira sambil duduk kembali di kursi yang berhadapan dengan nya.
"Tidak apa-apa"
Menu yang mereka pesan pun sudah ada di meja dan siap untuk di makan, Mira memesan just sedangkan dokter Riyan memesan kopi. dan ada beberapa cemilan kesukaan mereka,sedari dulu Mira sangat suka dengan makanan itu.
Setelah makan dan minuman pun habis, akhirnya dokter Riyan pun membuka suara"Setelah ini mau langsung pulang atau mau ke mana? "
"Sepertinya langsung pulang! " Jawab Mira.
"Owh" Hanya itu yang terucap dari bibir dokter Riyan.
__ADS_1
"Eh masih ingat nggak dengan teman sekolah kita itu, yang dulu suka sama kamu itu loh" Kata Mira.
"Yang mana!, aku lupa" Jawab dokter Riyan.
"Cewek yang suka ngasih kamu jajanan banyak itu terus kamu kasih lagi ke aku" Ucap Mira sambil tertawa kecil,sungguh masa-masa yang indah di mana tidak memikirkan apapun.
Di mana dulu pada masa sekolah yang terpenting ada ongkos buat berangkat ke sekolah dan iuran sekolah lancar sudah lebih dari cukup, beda lagi dengan sekarang banyak hal yang harus di pikirkan dan di urusin.
"Owhh, sindy" Ucap Riyan sambil tersenyum tipis.
"Sekarang dia tambah cantik loh, sempet ketemu sama sindy, dia bekerja di salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan nya Jack" Kata Mira sambil menatap wajah Riyan, tetapi wajah dokter Riyan tidak bersemangat saat membahas wanita lain.
"Ya namanya juga perempuan, masa iya ganteng" Jawab dokter Riyan dengan ekspresi wajah datar nya.
"Iya nggak gitu juga kali" Ucap Mira sambil mengerucutkan bibirnya, dia tahu bahwa dokter Riyan tidak menyukai sindy sedari dulu, mengingat sindy itu terlalu agresif.
"Eh kenapa kamu bisa ada di kota ini? " Tanya dokter Riyan terhadap Mira, dari kemaren dia ingin bertanya panjang lebar belum sempat juga.
"Bapak di mutasi ke kota ini jadi terpaksa pindah" Jawab Mira.
__ADS_1
Percakapan di antara mereka pun cukup lama, akhirnya kedua nya pun sepakat untuk kembali ke tempat masing-masing.
dokter Riyan kembali ke ruangan nya sedangkan Mira pulang ke rumahnya.