Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 138


__ADS_3

Setelah beberapa saat tidak ada seorang pun yang mengeluarkan suara, karena ketiga pria itu sedang larut dengan pikiran masing-masing.


Pintu kamar pun perlahan terbuka lebar, terlihat seorang wanita cantik berdiri di depannya. Matanya memandang ke arah brankar pasien dengan tatapan sendu.


Sementara Rico menatapnya dengan tatapan takjub bercampur haru, bahwa sang wanita pujaan yang baru saja dihubungi ternyata ada di sana.


Perlahan wanita cantik itu mendekat ke arah mereka bertiga, setelah berada di dekat mereka bertiga. Ferdy berdiri dan memberikan ruang untuk orang tersebut agar lebih dekat dengan Rico, Wanita itu pun duduk di samping sang kekasih yang sedang duduk dengan selang infus yang menempel di tangan kirinya.


Wanita itu menatap lekat wajah Rico, dia memastikan bahwa pria itu tidak separah yang ada di pikirannya.


"Hai ...! Kamu, baik-baik saja kan?" Tanya Anita terhadap calon suaminya.


"Aku tidak baik-baik saja, saat jauh darimu, jantungku sesak rasanya, dan bumi seperti berhenti berputar, tahu nggak?” Ucap Rico dengan nada bicara yang lembut, tetapi, masih bisa di dengar oleh semua sahabat yang ada di antara mereka. Seketika wajah Anita memerah dia salah tingkah saat calon suaminya itu menggodanya.


"Ngomong apa sih...!" Jawab Anita, dengan raut wajah malu-malu.


Sementara Jack dan Ferdy tampak tersenyum miring di sudut bibir dan masih menyimak interaksi sepasang kekasih itu, dengan perasaan geli.


Anita dan Rico pun sibuk berdua sehingga tidak memedulikan orang lain di sekitarnya.


Melihat hal yang terasa canggung itu, akhirnya Jack dan Ferdy memutuskan untuk meninggalkan dua sejoli yang masih melepas rasa rindu.


"Kita tinggal dulu yah?” Ucap Ferdy, dan Jack pun menganggukkan kepala, pertanda dia juga setuju dengan pria itu untuk keluar dari ruang rawat milik Rico.


"Eh, kalian ini mau ke mana, sih, Kok buru-buru amat?” Ucap Rico sambil menatap lekat wajah kedua sahabat nya dengan tatapan heran.


"Gua, nggak mau di sebut setan, hadir di antara kalian!" Ucap Ferdy sambil balik badan menuju pintu ke luar acuh tak acuh, di ikuti Jack dari belakang.


Kedua pria tampan itu  pun berjalan ke luar kamar yang di tempat Rico, dan memutuskan untuk ke kamar Mira saja. Meskipun Jack di sini pasien yang harus di rawat juga, tetapi, dia tidak mau kembali ke ruang rawat inap yang tadi di tempatnya dan, memilih akan menemani istrinya.


Tak lama kemudian, mereka sudah berada di depan pintu ruangan Mira, Jack membuka pintu dengan perlahan dan melihat Bu Merlin sedang duduk di kursi yang ada di dekat menantunya. Ke dua orang itu pun mendekat ke arah ranjang Mira, berdiri di sana dengan raut wajah tak terbaca.


Jack pun angkat suara.

__ADS_1


"Ma, sebaiknya, Mama ikut Ferdy, Nginep di hotel deket sini! Mama butuh istirahat, Jack nggak mau nanti Mama sakit lagi," Ucap Jack terhadap Bu Merlin.


"Di sini juga bisa istirahat, itu ada sofa Mama bisa tidur di sana," Jawab Bu Merlin sambil menunjuk ke arah sofa yang ada di dekat jendela.


"Ini Rumah sakit, tidak baik untuk kesehatan Mama! ikut ferdi aja, ya? Sofa itu buat aku yang mau tidur di sana!" Bujuk Jack terhadap sang Mama.


"Tapi, Mama mau nungguin Mira di sini," Jawab Bu Merlin.


"Nggak usah, kan, ada Jack di sini yang jaga Mira," Kata Jack.


"Kamu juga masih sakit, masa orang sakit jagain orang sakit?" Ucap Bu Merlin sambil menatap lekat wajah sang anak.


"Jack baik-baik aja, Ma... jangan khawatir, Kesehatan Mama lebih penting!" Ucap Jack membujuk mamanya agar mau ikut dengan Ferdy, menginap di hotel yang tentunya lebih nyaman.


"Iya, tante ikut saya saja, kita istirahat di sana, besok lagi ke sini, kita sudah segar bisa gantian jaga sama Jack!" Ferdy juga ikut menimpali ucapan Jack.


"Tapi, kan, kalian di sini! Masa Mama enak-enakan tidur di hotel sedangkan anak dan mantu sedang terbaring sakit?" Ucap Bu Merlin sambil menatap lekat wajah menantunya yang tertidur pulas, setelah Jack bawa ke surga dunia.


Setelah beberapa saat Bu Merlin terdiam sejenak, akhirnya dia pun menyetujui permintaan anaknya untuk ikut bersama Ferdy.


Ferdy dan Bu Merlin pun keluar dari ruangan Mira, mereka akan beristirahat di salah satu hotel terdekat dari arah rumah sakit.


Setelah kepergian Ferdy dan Bu Merlin, Jack pun naik ke atas tempat tidur. Dia membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Badannya terasa lelah sekali dia ingin segera tertidur.


Setelah beberapa saat akhirnya nafas Jack pun sudah mulai teratur, pertanda sang pemilik raga sudah tertidur pulas.


Keesokan harinya


Mira terbangun dari tidur saat merasakan hangat dari sinar matahari mulai menampakkan diri di balik tirai jendela, apalagi badannya pegal-pegal di tangan kiri yang di pasang selang infus. Semalam tertidur tanpa bisa bergerak karena tempat tidur terasa sempit untuk berdua.


Mira menatap lekat wajah suaminya yang masih tertidur pulas di sisinya. Dia baru menyadari bahwa saat ini dirinya bukan berada di surga melainkan masih ada di dunia.


"Mas... bangun, sudah siang" Mira membangunkan suaminya sambil mengelus-elus pipinya.

__ADS_1


"Masih mengantuk, tunggu sebentar lagi yah?" Jawab Jack tanpa membuka matanya sedikit pun


"Tanganku pegal ini, mau di lepas saja infusnya, kan, aku tidak apa-apa, ya?" Kata Mira lagi.


Mendengar istrinya mengatakan jika dirinya pegal-pegal, Jack langsung membuka mata, duduk dan melihat ke arah tangan isterinya.


"Bagian mana yang pegal?" Tanya Jack sambil menyentuh tangan istrinya dengan lembut.


Dan Mira pun menunjukkan bagian itu, setelah di lihat oleh Jack ternyata bagian itu agak sedikit bengkak sehingga terjadi penyumbatan, cairan infus tidak mengalir.


"Mas... Pulang saja yuk nanti siang, lagian kamu yang Luka-luka kenapa yang di rawat aku, kan, aneh rasanya?" Ucap Mira terhadap suaminya.


"Aku tidak apa-apa ..., yang penting kamu sehat itu jauh lebih penting, Sayang,” Jawab Jack.


"Jangan begitu, kesehatanmu juga penting. Kalau nanti kamu sakit, siapa yang jaga aku sama Zay?" Kata Mira sambil menatap suaminya dengan raut wajah sendu.


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir!" Kata Jack lagi.


Setelah beberapa saat mereka berbincang, akhirnya Jack pun mengalah. Mereka sepakat untuk pulang hari ini dan akan mendapatkan perawatan nanti setelah kembali ke kota di mana mereka tinggal, lagi pula Jack mempunyai dokter pribadi dan Rumah sakit khusus yang biasa di gunakan oleh keluarga Maholtra.


Jack dan Mira beserta Bu Merlin pun naik kendaraan bersama Ferdy, sedangkan Anita dan Rico di jemput oleh sopir yang di utus oleh Jack.


Mereka semua sudah berada di tempat parkir, akan segera berangkat untuk menuju kota tempat tinggal.


Kendaraan yang mereka tumpangi pun perlahan pergi berlalu meninggalkan area rumah sakit.


Bersambung.


#Rate dan Favorit ya.


#Jangan lupa like dan komentar ya.


#Terimakasih yang sudah dukung.

__ADS_1


__ADS_2