Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 147


__ADS_3

Bu Merlin pun segera mengajak semua nya untuk segera masuk, sedangkan semua barang sudah di bawa masuk ke dalam rumah, dan akan di rapihkan oleh semua para pelayan yang ada di rumah ini.


Sungguh kebahagiaan yang tiada tara, yang di rasakan bu Merlin pada saat ini.


Keluarga yang utuh serta penuh dengan kebahagiaan, semua pelayan yang ada di rumah ini pun menyambut kedatangan nyonya mereka, yang selama ini hanya bisa mendengar dari cerita bu Merlin, tapi hari ini mereka bisa bertemu secara langsung.


Semua anggota keluarga itu duduk di sofa yang ada di ruang keluarga, sungguh ruangan ini seluas rumah yang di tempati mira kemarin.


Mereka mengobrol ringan, terkadang di selingi dengan tawa di antara mereka.


Setelah cukup lama mereka berada di ruang keluarga.


"Zay, apa mau melihat kamar barunya? " Tanya Bu Merlin terhadap cucunya itu, meskipun bukan darah dagingnya tetapi rasa sayang bu Merlin untuk Zay tidak berkurang sedikit pun. Dengan senyuman yang mengembang di wajah bu Merlin sambil mengulurkan tangan nya, terhadap Zay dan ukuran tangan bu Merlin pun di sambut oleh Zay.


"Mau, Nek! " Jawab Zay antusias menanggapi ajakan sang nenek.

__ADS_1


Zay dan bu Merlin pun pergi untuk menuju kamar baru yang akan di tempat Zay, yang terletak di lantai atas dekat dengan kamar bu Merlin.


Sementara di ruang keluarga masih ada Jack, Mira dan juga bu Dellia.


Jack memanggil salah satu pelayanan untuk mengantarkan ibu mertua nya ke kamar tamu, agar bisa beristirahat di sanah.


"Ma, istirahat dulu di kamar! " Ucap Jack terhadap ibu mertua nya, dia paham betul sang ibu mertua pasti lelah setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.


"Baiklah, " Jawab bu Dellia sambil tersenyum ke arah anak dan menantunya menatap nya dengan bergantian.


Setelah ibu mertuanya tidak terlihat Jack pun menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan istrinya, dia melingkar kan tangannya di pinggang sang istri sambil berkata "Apa kita mau di sini terus" Ucap Jack terhadap sang istri. Dan Mira pun menjawab perkataan suaminya sambil berusaha melepaskan tanggan kekar yang melingkar "Jangan seperti ini, Mas ... Malu di lihat mereka nanti! " Ucap Mira dengan raut wajahnya yang mulai memerah.


"Kalau malu di sini,kita pindah ke kamar ya! " Ucap Jack dengan nada bicara menggoda istrinya.


"Apa sih, mas... ,di kamar kan lagi ada mereka yang sedang membereskan semua barang-barang kita" Ucap Mira dengan wajah yang sudah memerah

__ADS_1


"Di sini kan ada banyak sekali kamar yang bisa di tempati" Goda Jack terhadap istrinya itu, dia merasa bahagia di saat melihat wajah istrinya seperti itu.


"Aku lapar! " Ucap Mira sambil menatap lekat suaminya.


"Mau makan apa? " Tanya Jack terhadap mira sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.


"Apa aja yang bisa di makan tapi nggak mau makanan seperti itu" Ucap Mira sambil menunjuk makanan yang ada di hadapan nya.


"Terus mau nya makanan yang seperti apa? "


"Apa aja, yang penting enak di makannya"Ucap Mira sambil mengerucutkan bibir nya.


" Ya sudah, mas... cari makanan di dapur ya? Ucap Jack sambil bangkit dari duduknya, dia ingin pergi ke dapur untuk mencari makan yang sesuai dengan keinginan istrinya.


"Ikut, " Ucap Mira dengan suara manjanya.

__ADS_1


__ADS_2