Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 27.


__ADS_3

Mendengar semua perkataan yang di ucapkan merlin, Membuat Mira sangat shok. Selama ini Mira selalu takut ketika ada orang yang mendekatinya, Takut dengan orang-orang baru.


"Ma'af Nyonya, Selama ini bukan saya yang mendekati anak mu. Dialah yang mendekat padaku. Apa saya harus mengusir orang tersebut jika mereka mendekati saya. "


Selama ini saya sudah berusaha menjauh, Namun anak Nyonya yang selalu mencari alasan


selalu bertemu dengan saya"Mira memberikan penekanan di setiap kata yang di ucapkan, Bahwa selama ini Mira tidak pernah mendekati Jack namun Jack lah yang mendekati Mira.

__ADS_1


"Alah kamu banyak alasan, Saya sudah tahu niat mu. Apalagi yang kau cari, Selain kekayaan. Jangan sok suci dan sok tidak butuh uang. Nyatanya kau rela melakukan apa pun demi mencukupi kebutuhan mu. Saya sudah tahu semua tentang dirimu,Jangan pernah sok baik di hadapan ku dan sok menjadi wanita suci. Bagiku kau hanya lah sampah Jangan pernah berharap jadi bagian dari keluarga Maholtra. Merlin berbicara dengan nada menghina.


Mira berusaha menahan semua rasa sakit dari ucapan yang terlontar dari mulut Merlin, Mira tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang-orang yang selalu menganggap dirinya hina.


" Apakah salah saya terhadap Nyonya, Sehingga membenci ku separah itu. Perasaan saya tidak pernah merugikannya Nyonya"Saya menghasilkan uang karena Saya bekerja bukan hasil minta dari anak mu Nyonya."Masih ada yang ingin di sampai kan Nyonya, Sebelum Saya pergi,Jika tidak ada Saya permisi. "Ucap Mira terhadap bu Merlin. Rasa sudah tidak kuat berada di dekat merlin dengan semua penghinaan nya.


" Jangan buru-buru lah kita ngopi sebentar, Jarang Loh diri ku ber baik hati." Merlin berucap seolah Mira orang yang butuh pemberian dan belas kasihan. Oh ya jika Mau pergi jangan lupa itu cek nya di bawa.

__ADS_1


"Ma'af Nyonya Saya permisi, Mira pun berdiri ingin segera pergi meninggalkan wanita sialan ini. Setelah berpamitan, Mira langsung pergi dari kafe tersebut. Sa'at pak sopir yang mengantar Mira, Memanggil dirinya namun tidak di hiraukan. Dengan berjalan kaki sangat cepat,Entah Mau pergi ke mana.Semua perkataan yang di lontarkan Merlin telah berhasil meluluh lantakan semua perasaan, Pada akhirnya benteng pertahanan yang selama ini di pertahanan kan runtuh juga.


Mira telah berada di tempat yang sangat sepi. Mira, sedang menangis sambil memeluk lututnya. Mira tidak menyangka kata-kata yang dahulu pernah di dengar, Terulang kembali pada sa'at ini.


Langit sudah mulai mendung, Pertanda akan segera turun hujan. Mira pun masih duduk sambil memeluk lututnya namun tangis nya pun mulai mereda, Hujan pun mulai turun namun Mira enggan beranjak dari tempat tersebut. Bagi nya tempat ini lah yang selalu memberikan ketenangan, Hanya di sini Mira bisa menangis sepuasnya dan mencurahkan semua kesakitan yang ada di hatinya. Hujan pun sudah berhasil membuat Mira basah kuyup namun itu tidak Mira hiraukan, Seolah dia tidak merasa air hujan yang membasahi tubuh nya.


Hingga pada akhirnya ada seseorang yang membawa payung untuk nya, Mengajak nya untuk beranjak dari tempat tersebut. Ini tidak baik untuk kesehatannya, Dengan semua bujukan akhirnya Mira pun ikut dengan orang tersebut.Mira di ajak ke mobil dan di berikan baju. Setelah Mira mengganti pakaiannya orang itu mulai membuka suara.

__ADS_1


"Apa yang telah terjadi, Sehingga kamu bisa seperti ini,? " Jika belum siap untuk menjawab tidak apa-apa kita pulang sekarang, Jangan di ulangi hal seperti tadi. Itu tidak baik.


"Oh ya,, boleh tahu alamat mu? Saya akan mengantar mu pulang.


__ADS_2