Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 155


__ADS_3

Di tempat lain


Jack sedang sibuk dengan semua pekerjaan nya.


Tiba-tiba ponsel nya berdering, dia langsung mengambil ponsel nya Jack berfikir bahwa yang menghubungi nya itu adalah mira.


Dia mengusap layar ponsel nya untuk menjawab panggilan telepon tetapi itu ternyata bukan istrinya, melainkan dari nomor tidak di kenal. Jack mengurungkan niatnya untuk menjawab panggilan itu.


Satu pesan pun masuk Jack membuka pesan tersebut, Jack langsung kaget ketika melihat isi pesan tersebut.


Dunia Jack terasa berhenti berputar saat melihat itu semua, rasa sesak dan amarah mulai menguasai dirinya. Dada nya bergemuruh serasa tidak sanggup lagi untuk mengendalikan lagi rasa yang ada.


*


*


*


*


Tiba di rumah

__ADS_1


Mira langsung turun dari mobilnya, lalu bergegas untuk segera masuk ke dalam rumah.


Terlihat dari depan pintu kedua wanita setengah baya itu, sedang asik menonton acara televisi kesukaan nya, kebetulan mereka punya hobby yang sama yaitu menonton film di acra salah satu stasiun televisi yang sangat terkenal dan kadang acara bikin para emak-emak emosi.


Mira pun mengucapkan salam, dan kedua wanita itu pun menjawab dengan serempak sambil menoleh ke arah sumber suara.


Senyum merekalah dari bibir bu Dellia saat melihat yang datang itu putrinya.


"Sudah pulang? " Tanya bu Merlin terhadap menantunya.


"Iya, Ma...! " jawab Mira sambil mendudukkan dirinya di atas sofa yang ada di sebrang bu Merlin.


"Bagaimana hasil pemeriksaan nya? " Tanya bu Dellia.


"Sukur jika baik! " Jawab bu Merlin sambil menatap lekat wajah menantunya, dia menelisik mencari kebenaran dari ucapan menantunya.


"Yakin baik-baik saja" tanya bu Dellia lagi.


"Iya, Mira tidak apa-apa ko" Jawab Mira sambil tersenyum ke arah ke duanya bergantian.


"Ma... katanya ke sini bareng Juna tapi kenapa dia belum ada ke sini? " Tanya Mira terhadap ibu Dellia, Mira heran Juna itu belum sempat bertemu dengan Juna, sudah dua hari bu Dellia di sini tetapi Mira belum bertemu dengan Juna.

__ADS_1


"Masih ada urusan katanya, jika dah beres pasti dia nyusul ke sini ko? " Jawab bu Dellia.


"Emang nya dia ngurusin apaan di sini? " tanya Mira lagi.


"Cabang perusahaan yang di sini lagi ada masalah katanya! " kata bu Dellia.


"Mama serahin urusan perusahaan ke Juna? " Tanya Mira lagi.


"Setelah kirana meninggal, Mama udah nggak urus lagi perusahaan di serahkan semuanya ke Juna? " Jawab bu Dellia.


"Mama begitu percaya yah sama dia! " Ucap Mira sambil menatap lekat wajahnya, dia beberapa hari ini sudah berusaha untuk mengikhlaskan semua apa yang terjadi dengan dirinya. Mira akan berusaha untuk melupakan apa yang terjadi antara dia dan bu Dellia.


"Mama kenal Juna sudah dari dulu! " Jawab Bu Dellia.


"Jangan terlalu percaya, Ma... bisa jadi orang yang sangat kita percaya itu yang membuat kita kecewa! " Ucap Mira sambil menatap lekat wajah sang Mama, entah kenapa hati Mira merasakan ada yang aneh dengan Juna, dan yang membuat lebih aneh dengan mudahnya bu Dellia menyerah kan perusahaan sepenuhnya terhadap Juna.


"Juna orang nya baik dan jujur ko... jangan khawatir" Ucap bu Dellia meyakinkan Mira.


"Semoga saja dia orang yang amanah, sesuai dengan apa yang mama bilang" Ucap Mira sambil tersenyum tipis.


"Iya" Jawab bu Dellia tersenyum ramah ke arah putrinya.

__ADS_1


Bu Merlin pun hanya menyimak obrolan ibu dan anak itu.


__ADS_2