
Setelah melihat isi rekaman Cctv-nya, Ferdy keluar dari ruangan tersebut dan berlari ke arah luar hingga sampai ke depan gerbang. Dia melihat ke kanan dan kiri, untuk memastikan ke mana Selvi pergi. Sudah sekitar dua jam lalu wanita itu pergi dari klinik, tapi mengingat kondisi dan bayi yang dibawa, membuat pria itu berpikir dan yakin jika dia belum terlalu jauh dari sana. Kondisi Selvi sangat lemah dan biasanya, keadaan seperti itu, tidak bisa berjalan cepat atau naik kendaraan. Dia tidak memiliki uang atau orang yang bisa menghasilkan uang.
Ferdy pun berjalan ke sana kemari sambil berteriak memanggil nama Selvi. Sesekali dia bertanya pada orang yang di temuinya. Namun, tidak ada yang melihat ciri orang yang di sebutkan oleh dirinya.
"Apa mungkin sudah ada yang menjemputnya?" Ferdy berbicara sendiri dalam hatinya.
Dia berjalan sudah cukup jauh dari area klinik dan merasa lelah, keringat sudah membasahi tubuhnya tanpa ampun. Matahari pagi yang hangat dan cerah sudah mampu membuat dirinya merasakan panas.
Dia masih belum putus asa, terus berjalan mencari keberadaan wanita yang baru ditolongnya. Jika dia tidak bisa ditemukan, sungguh dirinya sangat merasa bersalah. Itu artinya tidak bisa menjaga seorang wanita yang lemah. Meskipun mereka baru mengenal, dan itu pun secara tidak sengaja, tetapi, hatinya tidak bisa membiarkan wanita itu berada dalam kesusahan dan sendirian.
Dia merasa bahwa yang terjadi pada Selvi saat ini, adalah karena dirinya, tiba-tiba dia teringat bahwa, dahulu dia di besarkan tanpa seorang ayah, dia tidak ingin bayi yang kemarin baru lahir ke dunia itu merasakan hal yang sama.
Ferdy terus berjalan hingga sudah merasa frustasi. Dia akan membalikkan badan untuk kembali ke klinik, tapi, pandangannya tertuju pada sebuah jalan sempit.
"Apa mungkin dia melalui jalanan ini, coba cari di sini siapa tahu ketemu?" Ferdy berbicara sendiri lalu berjalan menyusuri jalanan sempit itu.
Pria itu berjalan menyusuri gang itu cukup lama dan setiap orang yang berpapasan dengannya ditanya. Dia memberi tahu ciri-ciri orang yang di carinya.
Di saat yang bersamaan, Ferdy merasa haus menguasai dan kerongkongannya pun terasa kering. Dia memutuskan untuk mampir ke sebuah warung kecil yang ada di pinggir gang kecil itu.
"Bu, air mineralnya satu, ya?" Panggil Ferdy terhadap sang pemilik warung.
Pemilik warung itu pun menyerahkan satu botol air mineral, Lalu Ferdy mengambilnya.
Baru juga dia akan membuka tutup botol tersebut terdengar suara tangis bayi yang mengusik gendang telinganya.
Dia meletakkan kembali botol tersebut lalu bertanya "Itu ada suara bayi, apa Ibu punya bayi?" Tanya Ferdy terhadap pemilik warung itu.
"Itu, anak dari pegawai saya yang baru datang," Jawab ibu pemilik warung.
"Saya juga sedang mencari orang, dia membawa bayi kecil dan penampilannya agak lusuh. Apa ibu melihatnya?" Tanya Ferdy.
Sang pemilik warung pun mengerutkan keningnya, dia mencerna semua apa yang di ucapan Ferdy.
"Seorang wanita, bayi?" Kata ibu warung sambil mengingat.
__ADS_1
"Dia, itu baru dua hari habis melahirkan pas saya mau jemput ke klinik dia sudah tidak ada. Saya sudah mencari ke mana-mana, belum ketemu juga sampe sekarang. Takut kalau-kalau terjadi sesuatu, Bu," Ferdy berkata menatap lurus ke depan, tapi pandangan kosong, dia sudah lelah mencari wanita itu.
Jika terjadi sesuatu dengan Selvi dirinya merasa bersalah sekali.
"Apa yang bapak cari seorang wanita, menggendong bayi terus rambut di ikat dan menggunakan baju berwarna biru?" Kata sang pemilik warung.
"Iya betul, Bu, Sekarang di mana dia Bu?" Tanya Ferdy.
"Itu ada di dalam, coba bapak lihat apakah itu orang yang sedang di cari atau bukan?" Tunjuk sang pemilik warung terhadap Selvi yang sedang memberi asi, pada bayinya.
Ferdy melihat ke arah dalam yang di tunjuk oleh sang pemilik warung, terlihat bagian belakang. Namun, Ferdy masih bisa mengenali orang tersebut.
"Boleh saya masuk, Bu?" Ferdy meminta ijin untuk masuk, dia ingin memastikan bahwa orang yang ada di dalam itu, betul yang sedang di carinya.
"Silakan" Ibu warung pun mempersilahkan Ferdy untuk masuk.
Ferdy pun masuk untuk menemuinya, Terlihat dengan jelas betul wanita itu yang di carinya. Namun, wanita itu belum menyadari akan kehadiran Ferdy di dekatnya.
Setelah cukup lama dia memperhatikan Selvi dari arah belakang, dia yakin bila wanita itu memang wanita yang dicari.
Seketika Selvi terkejut dan menoleh ke arah sumber suara yang menurutnya tidak asing. Dia baru sadar bila ternyata betul orang itu adalah orang yang dia hindari, tetapi mengapa dia bisa dengan mudah menemukannya di tempat itu.
Selvi menelan ludahnya saat melihat tatapan tajam dari Ferdy, seketika dia langsung menundukkan pandangan. Sungguh tidak berani dia untuk menatapnya.
"Maaf." Hanya kata itu yang terucap dari bibirnya.
"Gampang sekali kamu minta maaf, setelah membuatku capek mencari keberadaanmu. Sekarang kamu harus ikut pulang denganku, dan menerima hukuman dari apa yang telah kau perbuat," Ancam Ferdy dengan tatapan mata yang sangat tajam.
Hal ini membuat Selvi sangat ketakutan, dia sudah bisa membayangkan hukuman yang di berikan Ferdy. Dia pasti di pukuli dan di siksa. Membayangkannya saja sudah ngeri bagi Selvi.
"Hayu! Kamu, ikut pulang denganku, sekarang," Ferdy mengajak Selvi untuk pulang.
"Tapi Pak... saya tidak mau berhutang budi terus sama Bapak. Jadi, biarkan saya pergi," Kata Selvi dengan penuh permohonan.
"Kamu tidak boleh pergi sebelum melunasi semuanya, enak sekali pergi begitu saja. siapa juga yang bilang itu semua gratis?" Ferdy berbicara dengan penuh penekanan, dia sengaja berbicara seperti itu agar Selvi mau ikut pulang bersama dengan dirinya.
__ADS_1
"Tapi, saya tidak punya uang untuk membayarnya, Pak!" Jawab Selvi sambil menunduk, sudah tidak sanggup dia melihat tatapan tajam dari Ferdy.
"Makanya kamu harus ikut dengan saya, biar bisa melunasi semuanya, ngerti?" Jelas Ferdy.
"Baik Pak..!" Jawab Selvi dengan nada gugupnya.
Selvi pun berdiri lalu mendekat ke arah Ferdy lalu berkata, "Saya akan ikut bersama Bapak!” Sungguh dirinya pun tidak mengerti dengan takdir Tuhan pada saat ini.
Ingin melarikan diri. Namun, nyatanya tidak bisa.
Ferdy pun melangkah terlebih dahulu untuk keluar dari rumah, diikuti Selvi, dengan berjalan perlahan sungguh dirinya belum sanggup untuk terlalu banyak bergerak.
Setelah berada di luar rumah Ferdy mengucapkan banyak terima kasih, terhadap ibu pemilik warung, berkat dirinya Ferdy bisa menemukan Selvi, dengan waktu singkat
Ferdy pun membuka aplikasi ojek online, agar bisa menjemput dirinya dan juga Selvi.
Jarak tempuh dari tempat ini ke klinik lumayan jauh.
Tidak masalah baginya jika harus berjalan. Akan tetapi, bagi Selvi ini sungguh tidak mungkin.
Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya datang juga. Mereka berpamitan dan mengucapkan banyak terima kasih.
Ferdy dan Selvi pun pergi dari tempat itu dengan menggunakan jasa ojek online.
Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di klinik, Ferdy membayar ongkos lalu mendekat ke arah di mana kendaraan roda empatnya berada.
"Masuk!" Ferdy memberi perintah terhadap Selvi untuk masuk, ke dalam mobil di kursi paling depan.
Selvi hanya menuruti semua yang di perintahkan Ferdy.
"Iya,” jawabnya sambil mengangguk pelan.
"Tunggu di sini... awas jangan coba-coba untuk melarikan diri lagi!" Ferdy memperingatkan Selvi Setelah wanita itu berada di mobil, Ferdy pun kembali menutup pintunya.
Lalu pergi pergi berjalan menuju di mana dirinya harus membereskan, Semua administrasi nya sebelum pulang.
__ADS_1