
Waktu sudah menunju untuk pulang kantor, Mira sudah siap untuk pulang. Mira akan pulang bersama Anita. Jack mengijinkan nya karena Jack masih ada urusan yang harus di selesai kan terlebih dahulu.
Mira pun akan melangkah membuka pintu, Pintu sudah terbuka terlebih dahulu sebelum Mira membuka nya. Hal itu membuat mira kaget dengan kedatangan orang tersebut. Mira mundur selangkah demi memberikan jalan agar orang itu bisa masuk.
"Mau apa datang lagi ke sini,,? Tanya Mira.
" Mau menghukum mu sebelum pulang,,, "Ucap Jack sambil men dekat ke arah Mira sampai tubuh Mira pun bersandar di tembok Jack mengungkung nya sehingga tidak ada cela untuk Mira untuk kabur.
" Hukuman apa lagi sih,,, Hari ini kamu sudah membuat ku malu di hadapan Anita dengan bekas gigitan mu itu, Kau seperti serangga menggigit leher ku. "Ucap Mira sambil menyilang kan tangan di atas dadanya, Karena Mira yakin tujuan utama Jack itu gunung puji.
" Itu baru permulaan, Jack sambil men dekat kan wajah nya ke wajah Mira. "Lain kali akan ku buat lebih parah dari itu. Jack tersenyum penuh kemenangan, Melihat wajah gugup Mira sa'at tidak ada jarak di antara mereka.
" Jangan lakukan itu lagi sa'at di kantor,, ? Mira berkata sambil menggelengkan kepala. Mira tidak mau karyawan kantor menganggap nya wanita murahan yang mengganggu atasannya, Secara pernikahan mereka belum di ketahui oleh semua orang.
"Bisa dong jika lagi di rumah,?
Perkataan Jack sontak membuat wajah Mira tambah merah dan gugup,
__ADS_1
" Tidak seperti itu juga"Jawab Mira.
"Lalu seperti apa yang kau Mau, Di hotel seperti waktu itu.Saat pertama kali kita melakukan nya. "
Seketika raut wajah Mira berubah menjadi sendu, Mira sangat sedih ketika mengingat malam itu. Di mana Mira rela menjual diri hanya demi uang.
Jack sangat merasa bersalah telah berbicara seperti itu, Jack niat nya hanya ingin bercanda Namu Mira meresponnya lain.
"Ma'af Aku tidak ada niat untuk menyakiti mu, " Jack memeluk tubuh Mira sambil mengecup kepala sang istri, Janji tidak akan bicara seperti itu.
Mira masih terdiam dengan mata yang sudah tergenang air, Pertanda Mira ingin menangis namun masih di tahan.
"Sungguh aku tidak ada niat sedikit pun untuk menyakiti mu" Jack jadi salah tingkah ketika melihat Mira masih terdiam dan air mata yang terus mengalir. Jack membawa Mira untuk duduk di atas sofa, Jack tidak melepaskan pelukannya karena dia merasa sangat bersalah.
"Jika kamu Mau menghukum ku aku terima"Ucap Jack sambil memegang kedua telinga dengan nada penuh permohonan, Tapi ma'af kan aku dulu setelah itu kamu bebas menghukum ku.
Mira pun menggelengkan kepala sambil kedua tangannya mengusap air mata," Kamu tidak salah yang salah itu aku terlalu perasa,Sehingga apa pun itu aku kaitkan dengan perasan."
__ADS_1
Mendengar itu semua membuat Jack semakin bersalah, Jack malah memeluk Mira dengan sangat erat tidak ingin Jack lepaskan tubuh kecil sang istri. Mira pun sudah tidak menangis lagi, Mira sudah merasa lebih baik ketika sudah mengeluarkan air mata.
Mira mendorong tubuh Jack agar melepaskan pelukannya"Jika kau memeluk ku seperti ini terus aku bisa mati"
"Iya ma'af" Jack pun melepaskan pelukannya.
"Oh iya, Mau di antar dulu atau pulang bareng Anita? Tanya Jack terhadap Mira.
" Pulang bareng Anita saja, "Jawab Mira dengan singkat.
" Ya sudah, Berangkat dulu ya"Jack pun berdiri, sebelum berdiri pun tak lupa dengan satu kecupan yang di sematkan untuk Mira walau hanya sekilas.
Jack pun pergi meninggalkan Mira yang masih berada di ruangannya. Mira pun segera bergegas untuk pulang, Mira melangkah menuju pintu keluar.
Anita sudah menunggu nya di parkiran, Sebelum sampai di tempat yang di tuju ada satu tangan yang menarik nya. Sontak hal itu membuat mira kaget.
Satu tamparan mendarat di pipi mulus milik Mira, "Dasar wanita ******, Murahan" Ucap wanita tersebut.
__ADS_1
Seketika tubuh Mira merasa gemetar.