Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 135


__ADS_3

Sementara di dalam ruangan instalasi gawat darurat, Mira masih mendapatkan penanganan dan pemeriksaan, oleh dokter dan para perawat yang ada di ruangan Unit tersebut.


"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Ferdy terhadap dokter jaga.


"Dia sepertinya terlalu capek, tolong jaga dia agar tidak terlalu banyak bekerja atau mengalami tekanan.” Kata dokter.


"Terus ini bagaimana? Mengapa belum siuman juga?" Tanya Ferdy.


"Mungkin sebentar lagi, tolong sabar, kondisi tubuhnya terlalu lemah sehingga dia jatuh pingsan,” Ujar dokter itu.


"Terima kasih, Dok!" Ucap Ferdy, dia duduk di kursi yang tersedia di dekat ranjang Mira.


Dia berpikir sejenak, alangkah baiknya jika dia yang mencari keberadaan Jack dan juga Rico sedangkan Mira di serahkan ke Anita dan Bu Merlin. Setelah itu, Dokter dan para perawat pun meninggalkan Ferdy dan juga Mira, mereka kembali ke tempat mereka berjaga. Namun, mereka masih bisa melihat dari ranjang Mira, sehingga jika ada sesuatu tinggal memanggil mereka.


Setelah beberapa saat Ferdy pun keluar untuk memberi tahu Bu Merlin dan juga Anita, bahwa Mira belum juga sadarkan diri.


Setelah sampai di luar, Ferdy duduk di samping Bu Merlin, yang duduk dengan gelisah.


"Tante tolong jagain Mira di dalam, atau kamu Nit! Aku mau cari keberadaan Rico dan Jack, jika terjadi sesuatu kamu hubungi aku yah!" Ferdy memberi perintah terhadap Anita.


Setelah berkata seperti itu, Bu Merlin yang masuk ke ruangan karena hanya boleh satu orang saja yang menjaga pasien.


Sedangkan Anita memilih duduk di kursi tunggu yang ada di luar.


Ferdy berlalu meninggalkan area Unit gawat darurat, dia akan mencari keberadaan sahabatnya itu melalui bagian informasi.


Setelah berjalan beberapa saat dia sudah sampai di depan  bagian informasi.


Ferdy mendekat lalu bertanya, “Apa ada pasien bernama Jack Maholtra dan Rico dia korban kecelakaan tadi siang?" tanya Ferdy terhadap orang yang sedang bertugas malam ini, dan orang tersebut sudah berganti bukan lagi orang yang pertama kali Ferdy dan Mira tanyai.


Dan orang itu membuka layar monitor, mencari informasi tentang pasien atas nama yang disebutkan tadi, setelah beberapa saat Ferdy menunggu akhirnya ada jawaban.

__ADS_1


"Pasien dengan atas nama Jack Maholtra sekarang sudah di pindah ke ruang rawat yang ada di lantai Lima dengan nomor kamar 142 dan atas Nama Rico di lantai yang sama di nomor 141. Silakan Bapak bisa lihat untuk memastikannya!” Ucap orang yang berada di bagian informasi tersebut.


Dada Ferdy yang tadi terasa sesak, seketika ringan di kala mendengar informasi bahwa kedua sahabatnya itu masih dalam keadaan hidup.


"Terima kasih banyak mbak, saya permisi.," Kata Ferdy.


"Sama-sama."


Setelah mengucapkan terima kasih, Ferdy pun langsung berjalan perlahan untuk menuju lantai di mana sahabatnya itu berada. dia berjalan menuju lift  untuk sampai di lantai yang di tuju. Tidak butuh waktu lama lift sudah berhenti di lantai tempat Jac dan Rico tengah di rawat, Ferdy keluar dari lift terus mencari keberadaan ruangan kedua sahabatnya berada. Pria itu berjalan berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit yang terasa sepi. Mungkin karena ini sudah malam atau area Vvip sehingga tidak banyak orang berlalu lalang, Ferdy terus menyusuri lorong itu hingga pada akhirnya dia sampai di kamar yang dengan nomor yang dikatakan oleh penjaga meja informasi.


Ruangan Rico dan Jack pun berhadapan, tetapi dia bingung harus masuk ke ruangan Rico atau Jack terlebih dahulu, hingga dia berpikir sejenak.


Ferdy memutuskan untuk masuk ke ruangan Jack terlebih dahulu, karena dia harus memberi tahukan kesehatan Mira, itu jauh lebih penting.


Menurut Ferdy, Rico tidak masalah jika dia menemuinya nanti.


Ferdy dengan perlahan memutar gagang pintu ruangan, setelah terbuka terlihat seorang pria sedang duduk di atas ranjang pasien dengan beberapa perban di kepala dan tangan nya. Jelas betul itu sahabatnya Jack, dia melangkah perlahan mendekat ke arah Jack.


Jack pun kaget dengan kedatangan sabatnya itu, dia tidak menyangka bawah Ferdy akan segera datang. Jack juga belum memberi kabar kepada istrinya, dia baru bertanya terhadap perawat soal barang-barang miliknya.


"Kamu.... ?" Jack kaget dengan kedatangan Ferdy.


Ferdy terus berjalan mendekat, lalu duduk di kursi yang tersedia disana.


Setelah duduk dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya, sungguh rasanya hari ini sangat luar biasa beratnya.


"Kenapa kalian bisa kecelakaan seperti ini? Apa tidak memeriksa terlebih dahulu kendaraan yang akan kalian bawa?" Tanya Ferdy.


"Sudah, kendaraan yang di bawa dalam keadaan baik, hanya saja pas di jalan sempit sekaligus tikungan tajam ada truck yang hilang kendali. Kemungkinan rem blong atau sopir mengantuk, dan truck tersebut masuk ke jurang Rico buang setir ke kiri sehingga menabrak tebing, entah bagaimana keadaan sopir itu.” Jelas Jack panjang lebar, terhadap sahabatnya itu.


"Keadaan Rico sekarang bagai mana? Kenapa sih, kalian nggak minta satu kamar berdua tidak terpisah seperti ini?" Ucap Ferdy.

__ADS_1


"Rico luka-luka di bagian kepala dia terkena pecahan kaca, soal ruangan ... ya nggak bisa gitulah!" jawab Jack.


"Kalian belum sampai, kan, ke tempat tujuan?” Tanya Ferdy.


"Belum, baru juga masuk kawasan itu!" Jawab Jack.


"Sekarang lu bisa jalan tidak?" Tanya Ferdy.


"Bisa, gua tidak apa-apa hanya luka kecil juga, sebetulnya tidak terlalu parah hanya saja Rico yang lebih parah jadi nggak apa-apa deh, di rawat dulu, kata dokter takut ada luka dalam. biar di pantau 1x24 jam!" Terang Jack.


"Sekarang Mira ada di bawah, dia belum sadarkan diri," Ucap Ferdy.


"Apa ...? Kenapa nggak bilang dari tadi?" Jack berkata dengan raut wajah sangat kaget.


Dengan gerakan cepat dia menarik infus yang menempel di tangannya, secepat kilat dia turun dari ranjang pasien berlari menuju pintu keluar.


Ferdy hanya menghela nafas panjang melihatnya seperti itu, dia bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan mengikuti sahabatnya.


Jack sudah tidak terlihat, dia sudah masuk ke lift terlebih dahulu.


Setelah berada di bawah laki-laki itu mencari-cari keberadaan istrinya dan terlihat olehnya Anita sedang duduk di kursi sambil memainkan ponselnya.


Jack langsung berlari mendekat dan bertanya,” Di mana Mira sekarang?”


Belum juga Anita menjawab, Jack sudah menerobos masuk ke ruangan. Terlihat dengan jelas sang istri sedang terbaring di atas brankar di temani sang mama, dia bergegas mendekati istrinya.


"Sayang bangun .... ini aku datang!" Jack berkata sambil mengelus pipi sang istri.


Namun belum juga ada respons dari Mira, Bu Merlin yang ada di samping pun hanya diam menatap anaknya itu, dia heran bahkan Jack seolah-olah tidak melihat keberadaannya.


Setelah beberapa saat Jack mengajak Mira untuk bicara akhirnya Mira membuka mata dengan perlahan.

__ADS_1


"Aku sudah ada di surga ya, alhamdulillah bisa bertemu denganmu Sayang" Ucap Mira, dengan suara serak Dan tersenyum tipis, ada kesedihan yang terpancar jelas di matanya.


 


__ADS_2