Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 161


__ADS_3

"Di mana kalian melakukan nya? " Tanya Bu Ani dengan nada serius sambil menatap Ferdy dan juga Selvi bergantian.


"Maksud Mama apa? " Tanya balik Ferdy, dia sungguh tidak mengerti dengan pertanyaan sang Mama.


"Kalian melakukan itu, sehingga mempunyai anak! seperti tidak bersalah saja, apa kata orang jika melihat kalian seperti ini? " Omel bu Ani terhadap sang anak.


"Mama ngomong nya makin ngaco aja sih! " Jawab Ferdy kesal.


"Pokoknya kalian berdua harus secepatnya menikah, biar tidak ada lagi dosa yang lebih besar yang di lakukan kalian! " Tegas Bu Ani.


"Mama tidak seperti yang di lihat, dengerin dulu napa penjelasan dari ku, jangan menyimpulkan sendiri tanpa mau mencari tahu yang sebenarnya" Ucap Ferdy sambil mendengus kesal.


"Apalagi yang mau di jelaskan! semua bukti sudah ada, apa kamu mau lari dari tanggung jawab mu, apa Mama mengajarkan kamu seperti itu! " Kata Bu Ani tambah kesal saja, mendengar anaknya terus menyangkal.


Selvi yang mendengarkan itu semua tidak bisa berkata apapun, dia hanya diam membisu.


"Sudah lah, Ma... aku mau berangkat ke kantor! Mau tetap di sini atau ikut ke kantor? " Kata Ferdy terhadap sang Mama, dia sudah pusing tadi malam dengan berbagai pertanyaan di tambah lagi pagi ini, belum lagi nanti masalah kantor.


"Ambil dulu sanah di bagasi, mama sudah siapkan untuk sarapan kita sarapan bersama" Bu Ani menyuruh Ferdy untuk mengambil paper bag yang telah di siapkan dirinya.

__ADS_1


Ferdy pun mengikuti perintah sang Mama, dia bangkit dari duduknya lalu pergi keluar rumah untuk mengambil makanan yang masih berada di mobil.


Setelah beberapa saat Ferdy pun telah kembali dengan membawa beberapa paper bag di tangan nya.


"Ayok sarapan dulu?" ajak Bu Ani terhadap Selvi dan juga Ferdy dia seolah yang punya rumah, Selvi pun hanya manut saja dia berjalan di belakang Ferdy dan juga Bu Ani.


Setelah sampai di ruang makan yang ukuran nya sangat sempit itu, Selvi memberikan anaknya terhadap Bibi agar di bawa ke kamar.


Dia mengambil peralatan makan dan menuangkan makanan yang di bawa Bu Ani,dia juga mengisi piring Bu Ani dan juga Ferdy.


"Ayo duduk, kamu juga harus makan yang banyak biar kebutuhan gizi anak kamu juga terpenuhi! " Ajak Bu Ani terhadap Selvi.


"Nggak usah panggil Nyonya, panggil Mama saja seperti Ferdy! " Tegas Bu Ani.


"Iya" Jawab Selvi singkat sambil menundukkan kepala.


Ferdy yang melihat Mananya seperti itu hanya geleng-geleng kepala, sungguh Mamanya itu berpikir bahwa Selvi itu wanita yang Ferdy sembunyikan. Dia pun tidak mau ambil pusing walau bagaimana pun menyangkal pada saat ini, pati Mamanya tetap pada pendirian nya.


Ferdy akan bicara terhadap sang Mama jika semua bukti sudah terkumpul.

__ADS_1


Acara sarapan pun sudah selesai, Selvi merapihkan sisa sarapan dan mencuci peralatan yang kotor. Meskipun ada pelayanan di rumah ini tetapi Selvi selalu mengerjakan nya sendiri jika ada waktu luang.


Setelah beres dengan semuanya, mereka sudah berada di ruang tamu.


"Ma.. Ferdy berangkat ke kantor dulu yah! Nanti pulang kantor di jemput jika Mama tidak mau pulang di jemput sopir! " Kata Ferdy terhadap sang Mama, dari tadi Ferdy membujuk Mamanya agar pulang dia tetap nggak mau. Dia mau pulang bareng dengan Ferdy kembali dari kantor.


Sungguh menguji kesabaran sang anak, Ferdy pun hanya mengelus dada.


"Iya sudah berangkat sanah.. Mama masih mau di sini, belum juga gendong anak kamu! " Ucap Bu Ani sambil menatap tajam anak nya.


"Astaga Mama....! " Jawab Ferdy sambil mengeratkan giginya, sungguh sang Mama ini sudah ngebet ingin punya cucu.


"Sudah berangkat sanah! " Perintah Bu Ani terhadap anaknya.


Ferdy pun berpamitan terhadap sang Mama dan juga Selvi, tak lupa pula mencium kening sang bayi.


Melihat itu semua sungguh membuat Bu Ani semakin yakin.


Setelah kepergian Ferdy tinggalah mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2