Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 130


__ADS_3

"Sudah lah lupakan" Ucap nya, sambil memalingkan pandangan nya ke arah lain.


"Ok aku nggak banyak tanya lagi deh, semoga segera datang jodohnya yang terbaik buat kamu" Kata mira.


"Amin, terimakasih banyak ya Mir... " Jawab dokter Riyan.


"Lain kali kita ketemu nya jangan di sini yah, Kangen di traktir makan batagor saat pulang sekolah dulu, kali ini tapi gantian aku yang terakhir kamu. sekarang kan aku dah bisa punya uang sendiri, nggak seperti dulu hanya cukup buat ongkos naik angkot" Ucap Mira.


"Wih ide bagus tuh, sekalian ajak Jack dan Zay juga biar tambah seru" Kata dokter Riyan, meskipun dia sangat mencintai Mira tetapi dia akan ikut bahagia ketika melihat nya bahagia dan kebahagiaan nya terdapat pada dua orang itu. Dia juga tidak mau ada salah paham jika bertemu dengan Mira di luar klinik, yang nantinya akan menimbulkan fitnah.


"Iya, Nanti kita rencana kan biar mereka bisa ikut. Sekarang kan Jack nggak tahu kalau aku mau ke klinik dia tahu nya mau keluar dan membeli semua keperluan rumah, kalau dia tahu mau priksa pasti dia juga ikut dan itu yang aku nggak mau" Kata Mira.


"Iya, sudah sanah katanya mau pulang"Titah dokter Riyan terhadap Mira.


" Iya ini juga mau pulang"Ucap Mira.


Setelah berpamitan Mira pun segera melangkah kan kaki secara perlahan, meninggal kan dokter Riyan yang masih berdiri di depan pintu ruangan. Dia memperhatikan Mira sampai tidak terlihat, setelah Mira pergi lalu dirinya kembali ke ruangan.


Lalu duduk kembali di kursi dan membaca ulang rekap medis milik Mira.


Di tempat lain

__ADS_1


Seorang wanita paruh baya itu sedang duduk di sebuah taman,dan di temani seorang perempuan yang masih muda dan cantik. Dia adalah bu Dellia di temani oleh Sania. Juna meminta sama bu Dellia agar Sania bisa tinggal di rumahnya, dengan alasan juna sibuk dan susah jika Sania harus tinggal di tempat yang jauh, secara Juna itu orang kepercayaan bu Dellia dia juga yang mengurus perusahaan milik bu Dellia, dia juga tidak tahu Sania itu siapa, yang terlihat di matanya Saat ini Sania itu orang yang baik rajin dan sederhana.


Juna bilang terhadap bu Dellia bahwa dia akan membawa Sania pergi jika sudah menikah, dan jika di ajak sekarang tinggal bersama itu tidak mungkin karena belum sah menjadi suami istri. Alasan itu pun di terima oleh bu Dellia dan menyetujui Sania untuk tinggal di rumahnya, Dellia juga sudah mengganggap juna seperti anak sendiri,bahkan perusahaan pun dia percayakan sepenuhnya terhadap juna.


Dellia juga tidak tahu Sania asalnya dari mana dan kenapa juga tidak memiliki keluarga saat ini, apakah betul Sania tidak memiliki keluarga atau hanya alasan. Tetapi semua pernyataan juna sudah berhasil membuat Dellia percaya bahwa Sania itu gadis baik-baik.


"Kita pulang yuk? " Ajak Dellia terhadap Sania yang dari tadi setia duduk di samping nya.


"Kenapa tante, kita kan baru sebentar ini masih seger loh tan udara paginya" Ucap Sania.


"Saya sudah bosan, ingin segera pulang! " Kata bu Dellia.


Bu Dellia pun bangkit dan berjalan perlahan untuk segera pulang, jarak dari rumahnya ke taman tidak terlalu jauh sehingga biasanya dia gunakan untuk berjalan kaki,dan melihat banyak orang yang melakukan olahraga apalagi di hari libur.tapi sayang nya hari ini bukan hari libur jadi tidak terlalu ramai di tempat ini.


Setelah beberapa saat perjalanan akhirnya mereka pun sudah sampai di rumah bu Dellia.


Setelah sampai di dalam rumah bu Dellia lansung menuju kamar untuk segera membersihkan diri.


Tetapi Sania duduk di Sofa yang ada di ruang tengah, dia memangil pelayanan untuk membawakan nya cemilan dan minuman kesukaan nya. Sania di rumah ini selalu bertingkah seperti ratu jika di belakang bu Dellia, tetapi beda ketika ada bu Dellia dia selalu bertingkah seperti orang baik, dan tutur katanya pun selalu lemah lembut.


Semua pelayanan yang ada di rumah ini merasa muak terhadap tingkah Sania, padahal baru tinggal satu minggu di rumah ini apalagi jika selamanya. Pasti dia bisa berbuat se maunya.

__ADS_1


Pelayanan pun membawakan apa yang tadi Sania minta, dengan sombongnya dia mengusir pelayanan itu lagi setelah menaruh makanan di hadapan nya.


Sania menikmati semuanya, sedangkan bu Dellia masih di kamarnya.


Dia duduk di balkon sambil menatap photo kedua anak kembar, sungguh dia sangat rindu akan kedua anaknya itu, Kirana sudah pergi untuk selamanya. Hanya tinggal lah karina tetapi belum bisa dekat dengan dirinya, mungkin butuh waktu sangat lama untuk bisa lebih dekat dengan nya.


Dia terus berfikir apakah pindah rumah itu pilihan yang tepat,agar setiap saat bisa berkunjung ke rumah anaknya. Jika masih tinggal di sini sulit sekali jika setiap saat ingin bertemu anaknya, usia dia sudah tidak lagi muda,yang di pikiran nya hanya bagaimana caranya bisa kumpul bareng orang-orang yang dia sayang.


Jarak dari rumah bu Dellia yang sekarang itu sangat jauh jika mau berkunjung ke rumah Mira, dan juna juga tidak setiap saat ada waktu untuk dirinya.


Apalagi saat kerjaan kantor menumpuk, sudah pasti dia tidak akan mau mengantar bu Dellia untuk berkunjung.


Setelah cukup lama dia berpikir dan sedikit lebih tentang, bu Dellia pun bangkit dari duduknya lalu pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya, yang sudah lengket oleh keringat.


Waktu cukup lama yang di gunakan untuk membersihkan diri, setelah selesai dia pun keluar dari sanah lalu berganti pakaian.


Setelah selesai dengan semuanya.


Dia pun segera turun dari kamar untuk menuju dapur,biasanya di jam segini bu Dellia pergi ke dapur, dan berbincang bersama para pelayanan yang ada di sanah.


Setelah sampai di dapur para pelayanan pun menyambut dirinya dengan baik, dan mereka sudah tahu minuman dan makanan yang di sukai bu Dellia. Jadi jika sudah ke dapur pasti mereka selalu membuatkan makan itu, dia duduk di salah satu kursi yang ada di sanah sambil melihat pelayan menyiapkan makanan untuk nya. Minuman sudah ada di hadapan nya, dia meminumnya dengan perlahan. Bu Dellia sangat menyukai minuman herbal seperti jesika(jahe serai dan kayu manis) itu semua di rebus terus di tambah gula aren atau madu, tetapi bu Dellia lebih suka di tambah madu asli.

__ADS_1


__ADS_2