Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 136


__ADS_3

"Aku sudah ada di surga ya, alhamdulillah bisa bertemu denganmu sayang..." Ucap Mira, sambil menatap lekat wajah suaminya. dia pikir sudah berada di alam lain bersama Jack.


"Kamu baik-baik saja kan! sayang...?" Tanya Jack.


"Tidak....!bagai mana bisa aku baik-baik saja di saat kamu pergi meninggalkanku,  tapi terima kasih banyak Tuhan kau telah pertemukan kami kembali, di surga," Kata Mira, dia belum menyadari bahwa ini masih berada di dunia nyata, yang dia pikir sudah menyusul suaminya.


Jack melihat ke sekeliling, suasana pun semakin sepi secara ini sudah malam. Hanya ada beberapa perawat dan satu dokter jaga malam, dia berpikir jika terus di sini mungkin juga Mira tidak akan beristirahat yang cukup. Jack bangkit dari dekat Mira dia membiarkan istrinya yang terus berpikir bahwa sudah ada di alam lain, tetapi, baru saja Jack akan melangkah tangannya di cekal oleh istrinya.


"Mau ke mana lagi? Baru saja kita bertemu sudah mau ditinggal lagi, aku tidak mau kalau harus terpisah dengan kamu lagi, Sayang..." Mira berkata sambil berurai air mata, sungguh dia tidak bisa membayangkan jika harus terpisah kembali dengan orang-orang yang disayanginya.


Bukan menolak takdir sang kuasa, tetapi sungguh rasanya tidak kuasa berpisah dengan orang terkasihnya untuk yang kedua kalinya.


Jack berhenti sejenak, lalu membalikkan tubuhnya kembali sambil berkata, ”Tunggu sebentar yah? Nanti, setelah ini kita ke surga bersama,” Ucap Jack sambil mengelus rambut sang istri lalu mengecup keningnya sekilas.


Jack pun berjalan kembali, meninggalkan Mira yang masih terbaring di atas tempat tidur, di ruang unit gawat darurat itu.


Setelah beberapa saat Jack sampai di depan petugas rumah sakit yang jaga malam dan sedang duduk-duduk di bagian informasi itu, dia berdehem memberi isyarat hingga mereka melihat ke arah Jack.


"Suster... itu istri saya sudah siuman, apakah sudah bisa di pindah ke ruang perawatan, sekarang?"  Jack terhadap salah satu orang yang sedang jaga.


"Oh, ya. Baik Pak... kami akan periksa dulu sebelum di pindah ke ruang perawatan," Jawab suster.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan perawat itu, Jack berjalan kembali ke arah sang istri yang belum sepenuhnya tersadar.


Saat Jack masuk, Bu  Merlin langsung ke luar lagi dari ruangan Mira karena tidak mau mengganggu anak dan menantunya itu, bahkan saat Jack masuk ke sana pun dia tidak menyadari bahwa ada mamahnya.


Setelah beberapa saat dokter dan suster pun datang, untuk memeriksa keadaan Mira saat ini. Jack memberi ruang agar dokter bisa mendekat ke arah istrinya. Untung saja dokter jaga pada malam ini perempuan, jika saja laki-laki sudah pasti Jack tidak akan mengijinkan istrinya di sentuh orang lain.


Pemeriksaan pun sudah selesai di lakukan, Mira sebentar lagi akan di pindah ke ruang perawatan.


Jack meminta pada pihak rumah sakit untuk mendapatkan kamar Vvip untuk istrinya, dia ingin yang terbaik untuknya.


Perawat pun sudah siap untuk membawa Mira untuk menuju ruangan, setelah beberapa saat Mira di bawa menuju ruang rawat inap atas permintaan dari Jack.


Mira sudah sampai di ruangan yang akan di tempati ,dia di pindah ke ranjang yang sudah tersedia di kamar itu. Mira sudah berpindah tempat dia sudah berada di ranjang pasien yang ada di tempat itu, dan perawat yang mengantarkan Mira sudah keluar dari ruangan.


"Eh tunggu dulu... kenapa tidak ada malaikat yang menanyai diriku yah?" Ucap Mira sambil menatap lekat wajah suaminya, dia tersadar sudah lebih dari setengah jam terapi belum sepenuhnya mengingat kejadian yang sesungguhnya.


"Semua malaikat sedang sibuk bertanya kepada yang lain, kita di tanya nanti setelah pergi ke surga bersama," Kata Jack, dia berkata sambil naik ke atas ranjang pasien yang sedang di tempati Mira. Dia memiringkan tubuhnya lalu tangannya bergerak menuju gunung kembar, menelusup ke bawah baju yang di kenakan sang istri.


Meskipun tidak terlihat tetapi Jack sudah bisa merasakan sensasi hangat saat menyentuh pegunungan tersebut, badannya masih terasa sakit di bagian tertentu akibat kecelakaan tadi siang. Tetapi saat melihat keadaan istri yang terbaring tak berdaya, rasa sakit itu seketika hilang. Namun, di saat Mira menganggap dia sudah berada di surga. Otak licik Jack pun mulai bekerja, mungkin sangat asik jika mengerjai Mira pada saat ini.


Jack terus bermain di area kesukaannya cukup lama, sehingga Mira pun terbuai akan sensasi keindahan surga dunia yang di tawarkan suaminya.

__ADS_1


Mereka tidak memikirkan yang menunggu di depan ruang unit gawat darurat, Jack masih asik dengan aktivitas yang sangat di sukai nya sedangkan Mira juga ikut menikmati. Setelah mencapai kepuasan bersama di atas ranjang pasien, Jack turun lalu menutupi tubuh istrinya dengan selimut.


Mira yang terlihat sangat lelah di tambah semakin lelah, Jack menuju toilet yang ada di ruangan itu untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah beberapa saat dia keluar dari toilet lalu mendekat istrinya kembali, lalu, mengecup kening Mira dengan lembut sambil berkata "Terima kasih sayang...." Ucap Jack sambil mengelus rambut sang istri lembut.


Jack berjalan perlahan untuk keluar dari ruangan Mira, dia harus keluar sendiri. Secara dia saat ini tidak memegang ponsel untuk menghubungi Ferdy atau pun Anita, bisa saja dia menggunakan telepon yang ada di ruangan itu, masalahnya pria itu tidak hapal nomor Mereka.


Dia berjalan perlahan dari ruangan yang di tempati Mira, untuk menuju di mana keberadaan mamanya, Bu Merlin dan yang lainnya. Tubuh Jack terasa lemas sekali dia sudah mendaki gunung dan melewati kebahagiaan, sekarang harus berjalan mencari keberadaan sahabat dan Mama-nya.


Setelah cukup lama Jack berjalan dengan langkah gontai, akhirnya dia sudah sampai di mana mereka sedang duduk menunggu di depan ruangan unit gawat darurat.


Mereka berpikir Mira, belum di pindah ke ruang perawatan.


Bu Merlin yang sudah terlihat sangat lelah dia duduk sambil bersandar di sandaran kursi yang dia tempati, sedangkan Anita masih sibuk bermain dengan ponselnya, begitu pun Ferdy.


Jack mendekat ke arah mereka lalu duduk di samping Bu Merlin.


"Ma... Mira sudah di pindah ke ruangan dia baik-baik saja, Mama dan Anita bisa ke sana sekarang kalau mau mengunjunginya," Kata Jack sambil menatap lekat wajah sang mama, yang terlihat sangat jelas kelelahan terukir di wajahnya.


"Alhamdulillah jika baik-baik saja," Jawab Bu Merlin sambil tersenyum, menatap lekat wajah anaknya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2