
Di sebuah bukit terdapat tempat tidur,Di bawah rimbunnya pohon pohon. Tempat ini sudah di tata sangat rapih sehingga terlihat sangat indah.
Sepasang suami istri yang masih saling memeluk di bawah selimut, Enggan rasa nya bagi mereka untuk saling melepas. Udara di pegunungan sangat dingin sekali membuat mereka saling mengeratkan pelukannya. Percintaan di antara mereka telah menghabiskan separuh tenaga,Membuat kedua sejoli itu merasa kan kelelahan, Setelah mendaki gunung melewati hutan rimba,Dan pada akhirnya harus singgah di sebuah gua itu lah kenikmatan yang sesungguhnya, Yang selama ini mereka cari. Kenikmatan tiada tara membuat candu para pemburu kenikmatan.
Jack sudah membuka matanya, Namun. Enggan melepas pelukannya. Jack menatap wajah sang istri yang masih tertidur lelap, Terlihat sangat cantik meskipun hanya di terangi lampu tamaram.
Tangan Jack perlahan mengusap wajah cantik sang istri, Sentuhan yang di berikan Jack berhasil membuat Mira menggeliat.
"Aku ngantuk, Mau tidur " Mira menggeliat sambil menepis tangan Jack agar menjauh dari wajah nya.
"Diam"Jangan banyak bergerak, Jika kau bergerak terus seperti ini itu sama saja kau membangun kan burung yang sedang tertidur.
Perkataan Jack membuat Mira membuka matanya lebar-lebar, Sungguh tidak sanggup bagi Mira jika harus melakukan nya lagi. Mengingat mereka sudah melakukan nya berulang Dan Jack menghajarnya dengan penuh semangat, Sungguh sudah tidak ada tenaga tersisa yang di milik mira.Mira mendorong dada Jack agar sedikit menjauh, Malah Jack menarik nya dengan cepat. Dan posisi pun sudah berubah, Jack sudah berada di atas Mira sudah siap menghajarnya habis-habisan.
Jack menggerakan jari-jari tanggan nya menyentuh are sensitif yang ada di bagian tubuh Mira, Mira Ingin menolak karena tenaga sudah habis. Namun, Sentuhan yang di berikan Jack terlalu indah sehingga menciptakan sura lenguhan yang keluar Dari bibir Mira. Hal itu terlihat sangat **** di mata Jack di kala melihat tubuh sang istri menggelinjang meminta hal lebih. Jack terus bermain di area kesukannya sambil memberikan jejak cinta di setiap sudut tubuh mulus sang istri.
Percintaan pun terulang kembali entah percintaan yang ke berapa kali nya, Aneh nya Jack tidak sedikit pun merasa lelah. Bahkan permainnan sa'at ini Teresa sangat liar, Membuat seluruh tubuh Mira terasa sakit. Gerakan demi gerakan telah Jack ciptakan, Berbagai gaya pun sudah Jack coba namun gaya yang sangat Jack sukai yaitu. Gaya katak nyungsep di selokan๐คญ๐๐๐
Sudah sa'at nya mencapai puncak kenikmatan di antara kedua nya, Jack membenamkan wajah nya di kening Mira sambil berkata" Ku titip benih unggul ku di sawah se petak mu, Semoga kita bisa panen dengan sempurna"Setelah Meng ucapkan itu Jack menjatuhkan tubuh nya di samping tubuh Mira.
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
Di bagian bumi lain nya terlihat seorang wanita cantik sedang uring-uringan, Sania tidak terima dengan semua perlakuan Jack. Sania harus memutar otak nya agar semua rencananya sukses, Satu-satunya orang yang mungkin bisa di ajak kerja sama yaitu merlin
Merlin tujuan utamanya yaitu harus secepat mungkin segera bertemu, Sania tidak mau rencana yang telah di susun rapih oleh mereka harus gagal dengan cara seperti ini, Sania juga sangat dekat dengan merlin hubungan kedua nya pun sangat baik bahkan merlin selalu mengajak sania untuk menginap di kediaman maholtra. Meskipun sudah mendapat penolakan dari Jack dengan tidak tahu malu nya wanita itu sering menginap.
__ADS_1
Sania dengan gerakan cepat segera mengambil kunci mobil milik nya, Sania ingin segera menemui merlin.
Sania melajukan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan tinggi,Perjalanan yang di tempuh menyita waktu sekitar satu jam. Hingga pada akhirnya Sania tiba di kediaman Maholtra. Sania segera turun dari mobil langsung menuju pintu utama untuk masuk ke rumah keluarga Maholtra.
Sania pun menekan bell hingga sa'at nya pintu pun terbuka, Sania di sambut ramah oleh pelayan.
"Silahkan masuk Nona,? Pelayan pun mempersilahkan Sania untuk masuk.
" Terimakasih," Ucap Sania sambil melengos meninggalkan pelayan yang masih berdiri di depan pintu. Pelayan pun mengikuti Sania Dari belakang.
"Sania pun berteriak memangil merlin, Sambil melihat ke setiap sudut ruangan. Setelah capek berteriak. Namun, tidak ada respon dari yang di panggil. Semua pelayan hanya saling menatap dengan penuh tanda tanya melihat sania seperti orang gila. Mereka saling berbisik.
" Di mana nyonya kalian,? Tanya merlin terhadap para pelayan.
"Nyonya ada di atas" Jawab salah seorang pelayan. Mari saya antar.
Sania pun segera turun menuju ke taman belakang, Terlihat dari kejauhan seorang wanita yang tidak lagi muda. Namun, Masih terlihat sangat cantik.
"Tante,,"Panggil sania terhadap merlin.
Seketika merlin menoneh ke arah sumber suara, Sambil tersenyum tipis.
Sania pun berhambur langsung memeluk merlin" Apa kabaranya tante? Tanya sania terhadap Merlin.
"Baik,,'jawab Merlin dengan singkat.
__ADS_1
"Kapan pulang ke jakarta,,? Tanya Merlin.
" Sudah satu minggu tante, Tapi Sania masih sibuk baru sempat deh berkunjung ke rumah tante, "Sania pun berbicara dengan nada manja nya.
" Owhh,, "Hanya kata itu yang terlontar mulut Merlin.
" Sania datang ke sini ingin meminta bantuan dari tante,, "
"Bantuan apa? Merlin pun menimpali ucapan Sania.
"Selama ini kita telah berhasil menyingkirkan semua orang yang berusaha men dekati Jack, Terus kenapa sekarang tante diam saja melihat Jack bersama jal**ng itu. Jika seperti ini bisa gagal dong rencana yang telah kita susun rapih selama ini. " Sania pun berbicara panjang lebar, Namun. Merlin hanya menimpalinya dengan owhh. Sungguh membuat hati Sania sangat panas ketika menadapat respon kurang baik Dari Merlin.
"Saya sudah tidak mau ikut campur lagi dengan semua rencana kalian, Justru gara-gara kalian Jack semakin menjauh" Merlin pun berbicara sambil menatap lurus ke depan sudah terlihat jelas gurat kesedihan terpancar di wajah nya.
"Tidak bisa seperti itu tante, Kita kan menyusun rencana ini bersama. Masa tante mundur gitu aja sebelum rencana berhasil"
"Silahkan kalian lakukan apa pun yang kalian mau tapi Saya tidak mau ikut terlibat dengan semua rencana jahat kalian" Merlin berkata sambil tersenyum tipis. Sudah lelah saya selama ini menurut apa yang kalian mau rencana kejahatan yang telah kalian rancang, Hingga mengakibatkan karina meninggal itu semua renacna kalian.
"Lah tante kenapa menyalahkan kami,,,"Sania pun tidak terima Merlin berkata seperti itu.
" Ya memang itu semua rencana kamu dan demian yang rakus akan harta"Merlin pun berdiri ingin pergi meninggalkan sania yang masih duduk manis di bangku taman.
"Oh ya jika tidak ada yang di bicara kan silahkan kamu pergi, Sebelum saya memanggil keamanan untuk mengusirmu. " Merlin pun berlalu pergi meninggalkan sania.
Sania pun bangkit sambil mengepalkan kedua tangannya, "TUNGGU PEMABALASAN DARI KU" Sania pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Maholtra.
__ADS_1
Namun di depan pintu keluar berpapsan dengan orang yang sangat Sania kenal.