
Di ruangan lain, Bayi cantik yang tadinya hanya diam dan seperti mendapatkan ketenangan saat di gendong Zay, tiba-tiba dia menjerit seperti merasakan kesakitan.
Hal itu membuat Zay kaget saat adik kecil nya menangis,Anita dengan refleks langsung mengambil bayi tersebut lalu di gendong nya, dia berusaha untuk menenangkan nya.Tetapi bayi tersebut malah semakin keras menangis nya.
"Tante bagai mana ini, apa dia haus? " tanya Anita terhadap Bu Merlin.
"Tunggu sebentar, tante buat kan susu dulu ya takutnya dia lapar" jawab Bu Merlin sambil mendekat ke peralatan untuk membuat susu.
Setelah beberapa saat susu pun sudah siap saji, Bu Merlin menyerah kan ya terhadap Anita, lalu Anita mengambil botol susu tersebut untuk di berikan terhadap sangat bayi kecil yang terus saja menangis.
Tetap saja bayi itu terus menangis, dia tidak ingin minum susu dari botol.
"Bagaimana ini tante, apa bawa ke dekat ibu nya? " kata Anita.
"Coba kamu bawa ke ruangan Mira, siapa tahu dia mendengarkan tangisan anaknya! " kata Bu Merlin.
"Ya sudah ke sanah dulu ya tan, ku bawa dede bayinya. Zay tunggu di sini aja yah sama nenek! " kata Anita sambil pergi berlalu keluar dari ruangan. untuk segera menuju ke ruangan Mira.
__ADS_1
Anita terus berjalan sambil membawa bayi yang sedang menangis, tidak lepas pula dari perhatian semua orang mereka bertanya kenapa bayi tersebut bisa menangis begitu keras.
Setelah berada di depan pintu ruangan ICU, di mana Mira di rawat. Anita langsung masuk ke dalam ruangan setelah berada di dalam terlihat Jack sedang tertunduk di lantai, dan melihat ke arah Mira ada dokter Riyan dan beberapa perawat di sanah.
Anita mempercepat langkahnya untuk segera mendekat ke arah pembaringan Mira.
Dan semua yang ada di sanah menoleh ke arah sumber suara bayi yang menangis begitu nyaring. terkecuali Jack dia tidak menoleh sedikit pun.
Anita sudah berada di sisi Mira sambil mengendong bayinya, dan salah satu perawat akan menutup tubuh Mira dengan kain putih.
"Eh apa-apaan ini dia hanya tidur pasti dia bangun setelah mendengar anaknya menangis! " kata Anita sambil menatap tajam terhadap perawat itu dan nada bicara yang sedikit meninggi.
"Mira bangun... anak mu ingin di gendong sama kamu, dia sudah bosan dari kemaren bersama gua terus apa lu iklhas anak lu manggil gua Mama nati" ucap Anita sambil menaruh bayi tersebut di samping mira, Sungguh Anita pun tidak kuasa menahan tangis saat dari Mira tidak ada respon sedikit pun.
*****
Di alam bawah sadar Mira.
__ADS_1
"Tungguin aku... jangan tinggalin lagi, dari dulu aku nggak pernah tinggal bersama Mama dan juga Kirana padahal dari dulu aku selalu berharap bisa kumpul bersama kalian" kata Mira terhadap Bu Della, Mira melihat anggota keluarga menggunakan baju berwarna putih sedang berdiri di ujung jalan.
"Kamu jangan ikut bersama kami, nanti saja belum saat nya ikut! kamu dengar kan suara tangisan itu dia sedang menanti kan kamu" kata sang Ayah.
"Tapi aku nggak mau jauh dari kalian lagi, sudah lelah aku tanpa kalian lelah setiap hari menunggu" jawab Mira.
"Sampai ketemu nanti" kata Sang Ibu dan juga ayah nya beserta karina sambil melambaikan tangan.
"Kalian kenapa ninggalin aku lagi! " ucap Mira sambil berkali mengejar bayangan tersebut yang sudah terlihat lagi.
Di saat dia sedang mencari bayangan tersebut, suara nyaring tangisan bayi pun semakin jelas.
"Apa dia anak ku! Iya dia bayi ku" ucap Mira sambil berlari.
*****
Anita yang terus memperhatikan tubuh Mira dia langsung sadar bahwa Mira merespon tangisan bayinya.
__ADS_1
"Dokter, coba lihat tangan Mira bergerak! " Anita memangil Dokter Riyan sambil menunjuk ke arah jari tangan Mira yang mulai bergerak.