
Ke esokan harinya, semua anggota keluarga sudah berada di meja makan.
Rutinitas pagi sebelum pergi memulai aktivitas di luar rumah, seluruh anggota wajib sarapan terlebih dahulu.
Mulai hari ini Zay pergi ke sekolah akan di antar oleh pak sopir dan di temanin bi Minah, tugas nya di rumah ini hanya mengurus kebutuhan Zay dan mengantarkan nya ke sekolah.
Di rumah ini semua sudah ada tugas nya masing-masing.
Sarapan pun sudah selesai, Mira mengantarkan suaminya dan juga Zay ke depan, dia membawakan tas kerja suaminya sampai di depan, Jack dan zay pun berpamitan terhadap Mira lalu dia mencium kening sang istri. begitu pun dengan zay dia mencium punggung tangan mama dan juga papanya, Zay berpamitan terlebih dahulu, karena arah mereka berbeda.
Kendaraan yang di tumpangi zay pun perlahan pergi meninggalkan area pekarangan rumah, di susul oleh kendaraan yang di tumpangi Jack.
Mira pun masih berdiri di teras rumah, sambil melambaikan tangan terhadap suaminya.
Setelah kendaraan yang di tumpangi Jack tidak terlihat, Mira pun langsung masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Setelah sampai di dalam dia pun segera pergi ke kamar, sampai di kamar mira pun langsung menuju lemari pakaian.Dia mengganti pakaiannya setelah berganti Mira pun segera turun kembali ke lantai bawah di mana bu Merlin dan bu Dellia pun sedang menikmati waktu santai di pagi hari, memang keduanya sudah tidak bekerja. Bu Dellia perusahaan nya dia serahkan ke pada juna, dia sangat mempercayainya. Begitu pun dengan bu Merlin, dia bahkan tidak pernah tahu tentang mengelola perusahaan, yang dia tahu sedari dulu bagai mana cara mengurus anak dengan baik agar tumbuh kembang dengan sempurna.
"Ma, Mira pergi dulu yah! " Mira berpamitan terhadap ibu dan mertua nya, tadi pagi sebelum berangkat ke kantor Mira sudah meminta ijin terhadap suaminya bahwa dia ada janji dengan dokter Riyan.
"Iya, hati-hati di jalan kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin! " Kata bu Merlin.
"Apa perlu mama temenin? " Ucap bu Dellia.
"Nggak usah, Ma... hanya sebentar ko! " Jawab Mira sambil tersenyum ke arah sang mama agar bu Dellia tidak merasa tersinggung atas penolakan nya.
"Iya, Ma... " jawab Mira lagi.
"Sama mang diman kan? " Tanya bu Merlin.
"Iya, ma... mana boleh pergi tanpa di antar sama dia" Jawab Mira sambil tersenyum tipis terhadap kedua wanita paruh baya,yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
Mang diman itu adalah sopir yang di khusus kan Jack untuk mengantarkan Mira kemanapun pergi, jadi meskipun Jack tidak ikut bersama istrinya dia sudah percaya terhadap mang diman bahwa dia bisa menjaga istrinya dengan baik.
"Iya sudah" Ucap bu Merlin.
"Mira berangkat ya..! " dia mencium tangan kedua wanita itu dengan bergantian.
Setelah berpamitan, Mira pun berjalan perlahan menuju ke arah pintu keluar.
Setelah berada di luar, dia berjalan ke arah di mana mang diman sudah menunggu nya.
"Berangkat sekarang, mang...! " Ajak Mira terhadap mang dimana.
Mang Diman pun membuka pintu mobil dan mempersilahkan sang Nyonya untuk segera masuk.
Setelah Mira berada di dalam, Mang Diman pun menutup kembali pintu mobil,lalu dia pergi untuk segera masuk ke dalam dan duduk di kursi paling depan untuk mengemudi kan mobilnya.
__ADS_1
Mang Diman pun menyalahkan mesin kendaraan yang akan mereka tumpangi, lalu menginjak gass dengan perlahan.