
Di ruangan yang super luas, terlihat dari ke jauhan sepasang suami istri itu sedang duduk. Merlin yang melihat anak dan menantu nya datang, sungguh merasa senang sekali.
Dia juga sudah sangat merindukan keduanya, bahkan zay juga. Merlin sekarang sudah semakin dekat dengan zay, dia sudah menganggap zay itu cucunya sendiri.
Dengan berjalan perlahan Merlin pun menuruni anak tangga satu demi satu, hingga pada akhirnya dia sampai di lantai bawah. Di mana Jack dan mira sedang duduk manis menunggu kehadirannya, setelah berada di dekat keduanya. Merlin pun menyapa anak dan menantu nya itu, tidak lupa pula mira mencium punggung tangan sang mertua begitu juga dengan Jack.
Dia pun duduk di salah satu tempat duduk yang ada di sanah, lalu memberi perintah terhadap sang asisten rumah tangga agar membawa makanan dan minuman untuk mereka.
Senyum kebahagiaan pun terpancar di wajah Merlin, sungguh tidak menyangka bahwa Jack dan mira akan datang hari ini.
Bibi pun sudah kembali dengan membawa minum, dan juga beberapa makanan ringan.
Merlin mempersilahkan mereka untuk menikmati nya,
"Kenapa zay nggak di ajak... mama sudah rindu sekali dengan anak itu, bagai mana kabarnya? " Merlin pun menanyakan kabar zay.
"Baik, Ma... kita nggak pulang ke rumah dulu, ini langsung dari kantor, makanya zay nggak ikut" Jawab mira terhadap ibu mertua nya itu.
"kalau saja zay ikut jangan pulang ,Semenjak kalian menikah belum pernah kan menginap di sini" Kata Merlin.
"Iya, Ma.... kapan-kapan nanti kita pasti akan menginap ko di sini, jangan khawatir, bisa jadi juga kita akan pindah ke sini. Jika mira sudah lahiran mungkin di sini akan lebih aman," Jack berbicara sambil menatap ke arah istrinya, dia selalu berharap bahwa mira akan berbaik hati mau di ajak pindah ke rumahnya. Rumah yang di tempati Jack dari kecil, dulu rasanya ramai dan hangat. Tetapi sekarang sunyi, sepi di rumah ini. Meskipun banyak para pekerja di rumah ini tetapi mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1
"Mama, sangat senang jika kalian akan pindah ke sini... jadi rumah ini tidak akan sepi lagi" Ucap Merlin dengan wajah di penuhi rasa bahagia, baru juga Jack berbicara seperti itu rasa senang yang di rasakan Merlin sudah sangat luar biasa, apalagi anak dan menantu nya sudah benar-benar tinggal di rumah ini.
Sekarang Merlin sungguh tidak memikirkan apapun selain ingin hidup tenang, tentram dan damai, bisa kumpul lagi bersama anak dan menantu. Hanya itu yang di harapkan Merlin untuk saat ini, Dia merasa di sisa usianya yang sekarang tidak ada yang lebih penting selain, melihat anggota keluarga yang utuh tidak bercerai berai.
Dia sudah berjanji terhadap dirinya sendiri bahwa tidak akan terhasut oleh siapapun, sekarang dia punya keyakinan bahwa Jack adalah anaknya dan kasih sayang dia untuk Merlin tidak akan ada yang bisa menggantikan nya, Meskipun sudah memiliki istri, seorang ibu tetap akan di sayang anak nya.
Kata-kata yang selalu demian ucapan terhadap Merlin dulu, sekarang sudah dia buang jauh-jauh.
Merlin yakin bahwa Jack menyayangi dirinya dengan tulus, bahkan dia masih memaafkan di kesalahan yang begitu besar.
Mereka bertiga pun mengobrol santai di ruangan itu, sambil menikmati minum dan juga makanan ringan yang telah di siapkan.
Canda tawa pun terlihat di antara ke tiganya, sudah beberapa bulan terakhir ini Merlin tidak lagi merasakan seperti ini. Tetapi hari ini suasana seperti dulu sudah kembali, canda tawa bersama anak dan menantu yang telah terjadi saat ini. Rasanya bagi Merlin jika bisa membuat waktu berjalan lebih lambat maka dia akan memperlambat nya, dia tidak ingin momen seperti ini cepat berlalu.
"Memangnya pergi untuk berapa hari? " Tanya Merlin terhadap anak nya.
"Sehari doang, tapi kan pasti nyampe di rumah lagi pasti malam" Jawab Jack.
"Atau menginap di sini saja, nanti kamu berangkat dari sini di antar sopir tidak usah bawa mobil sendiri, kadang mama heran sama kamu kenapa juga tidak pernah mau menggunakan jasa sopir " Ucap bu Merlin sambil menatap lekat wajah sang putra, entah kenapa Jack jarang sekali mengajak pak sopir ke mana pun pergi, selama dirinya masih mampu membawa kendaraan sendiri.
"Aku berangkat juga nggak sendiri ko ma... di temani Rico juga ya sudah pasti dia yang nyetir. " Jawab Jack.
__ADS_1
"Ya sudah hati-hati di perjalanan nya, nanti mama ke sanah besok jika mira tidak mau menginap di sini" Kata bu Merlin sambil melihat ke arah menantunya itu.
"Ma.. nanti mira pikir-pikir dulu, besok di kabarin" Ucap mira sambil tersenyum tipis ke arah sang mertua.
"Ya sudah, mama tunggu besok ya, semoga mira mau menginap di sini" Kata bu Merlin.
"Iya, ma.. nanti di kabarin" Jawab mira.
Tidak terasa waktu yang mereka habiskan pun sudah lumayan cukup lama, terasa lebih cepat berlalu. yang tadinya masih terang hari pun sudah mulai gelap ini tanda nya siang akan berganti dengan malam.
Namun perbincangan di antara mereka belum juga usai ada saja yang mereka bahas, tetapi itu semua bukan meng ghibah orang.
Jack pun merasa sudah cukup hari ini bersama mamanya, dia mengajak istrinya untuk segera pulang mengingat hari pun sudah gelap. Sudah pasti zay sedang duduk di kursi sambil nonton tv sambil menunggu kedatangan mama dan papa nya, itu yang ada di bayangan Jack saat ini.
"Ma, sudah malam, kita pulang dulu... kasihan zay dia pasti sudah menunggu" Ucap Jack terhadap mamanya.
"Iya sudah, lain kali jika mau ke sini zay jangan di tinggal" Kata bu Merlin.
"Iya, ma.. " Jawab mira.
Jack dan mira pun berpamitan untuk pulang, bu Merlin mengantar anak dan menantunya sampai di teras, dia berdiri di sanah sambil memperhatikan sepasang suami istri itu.
__ADS_1
Jack dan mira sudah memasuki kendaraan yang akan mengantarnya pulang, setelah beberapa saat Merlin berdiri di teras. Anak dan menantu nya pun perlahan pergi meninggalkan area pekarangan rumah.
Merlin pun kembali masuk ke rumah, dia merasa hari ini Jack telah kembali seperti dulu. Beberapa bulan terakhir ini Merlin merasa jika Jack sedang menghukum dirinya dengan cara mendiamkan nya. tetapi hari ini Jack sudah kembali seperti dulu, Jack yang selalu di sayang Merlin dan di banggakan di hadapan orang banyak.