Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 45


__ADS_3

Jack membawa Mira masuk ke mobil nya, Jack sangat sedih ketika melihat wajah Mira merah bekas tamparan sania. "Sakit,,? Ucap Jack sambil mengelus bagian wajah Mira yang merah, Apa kita ke dokter saja.


" Tidak perlu,, paling besok juga sembuh"Ini tidak terlalu sakit, Ada yang lebih sakit lagi.


"Bagian mana yang sakit,, "Jack menelisik ke seluruh tubuh Mira untuk mencari bagian mana yang lebih sakit.


" Ucapan dia lebih menyakiti ku di banding kan tamparan ini,,, "Mira mengatakan itu sambil melihat ke arah samping,, Mira tidak Mau melihat wajah Jack, Pasti air mata Mira langsung tumpah ketika harus menatap mata Jack.


Jack meraih tangan Mira dan mengecup nya berulang, Tangan Mira pun di genggam erat.


" Aku janji mulai sa'at ini tidak akan ada yang akan menyakiti mu,,, Jika masih berani menyakiti mu maka harus bersiap menerima hukuman yang setimpal"


"Jangan banyak janji,, takut suatu sa'at kau ingkari" Ucap Mira sambil tetap melihat ke arah jendela mobil.


"Hai sini tatap mata ku,,, "Jack menangkup wajah Mira dengan kedua tangannya, Sehingga tatapan mereka pun bertemu. Terlihat dengan jelas raut kesedihan di wajah Mira. " Ma'af ini semua salah ku"Ucap Jack sambil mencium punggung tangan Mira.Mira masih terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun. Hingga pada akhirnya Jack mengajak Mira untuk pulang. Mereka berdua pulang bersama, Di sepanjang perjalanan pun tidak ada percakapan di antara mereka. Hening hanya itu yang terjadi.


Di tengah perjalanan Mira pun membuka suara.


"Boleh antar ku suatu tempat?


" Kamu Mau di antar ke mana, Tanya Jack.

__ADS_1


"Ingin pergi ke bukit, Melihat sunset dari bukit itu mungkin lebih menyenangkan" Mira mengajak Jack untuk pergi ke bukit tersebut. Bukit padi biasa orang memanggil nya, Karena di bukit itu bisa melihat ke indahan alam yang sangat luar biasa. Mira sangat menyukai alam, Di kala merasa sedih Mira pasti mencari tempat seperti ini.


"Baik lah tuan putri, Kita pergi ke sanah" Mereka berdua pun pergi. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Akhirnya mereka pun sampai di tempat yang di tuju. Suasana sore yang sangat cerah sehingga sunset pun terlihat dengan indah.


"Sangat indah,," Mira pun menghirup udara yang Ada di perbukitan, Sangat menyenangkan. Jack mendekat ke arah di mana Mira masih berdiri dan merentangkan kedua tangannya. Jack melingkarkan tangannya di pinggang Mira dari belakang, Hal itu membuat Mira kaget.


"Apaan sih, Malu tahu di lihat orang,, " Ucap Mira sambil berusaha melepas tangan Jack yang masih melingkar. Bukan nya di lepas Jack malah semakin erat.


"Kenapa harus malu, kita kan suami istri" Jack malah membenamkan wajah nya di leher Mira, Hal itu membuat Mira geli. Dan seperti ada aliran listrik yang mengalir.


"Jack membalikan tubuh Mira hingga mereka berhadapan, Tidak ada penolakan dari Mira di setiap sentuhan yang di berikan Jack. Justru dari sentuhan itu Mira merasa kan hal yang aneh, Rasa yang tadi pun seketika hilang, Rasa marah ke cewa dan lain nya hilang dalam waktu sekejap. Tangan Jack perlahan membuka kancing kemeja Mira hingga dua kancing sudah terbuka meskipun tidak terlihat dengan sempurna sudah cukup bagi Jack untuk menikmati ke indahan sunset di atas gunung puji yang di milik Mira. Sambil meremas gunung puji Jack pun sambil mel***t habis bibir ranum sang istri yang membuat nya candu,Hingga Mira pun sulit untuk mengimbangi gerakan yang di berikan Jack. Meskipun Mira seorang Janda ternyata belum ahli soal percintaan, Malah Jack yang lebih mendominasi .


Hari pun semakin gelap pertanda sore akan berganti dengan malam, Mereka masih enggan beranjak dari tempat tersebut. Semua yang di lakukan Jack membuat Mira terbuai akan indah nya surga dunia, Des**an yang di keluar kan dari bibir Mira membuat Jack ingin melakukan hal yang lebih.Jack ingin sekali memasukan burung ke dalam sangkarnya, Jack berpikir jika melakukan nya di tempat terbuka mungkin ada sensasi yang berbeda di banding melakukan nya di dalam kamar atau ruang tertutup.


" Tidak, ini tempat umum bagai mana jika ada orang yang melihat nya"Ucap Mira dengan nada gugup nya dan wajah nya pun sudah memerah Mira sangat malu.


"Kata siapa ini tempat umum,, Tempat ini hanya milik kita berdua"


Sebelum datang ke tempat ini, Jack menelpon Rico terlebih dahulu agar segera menutup tempat tersebut sehingga tidak ada yang bisa masuk ke area bukit tersebut. Hal ini sudah di rancang oleh Jack.


Mira pun tercengang mendengar perkataan Jack bahwa di tempat ini tidak ada orang selain mereka berdua, Hal ini membuat Mira tambah gugup saja.

__ADS_1


Jack mendekatkan wajah nya ke wajah Mira sambil berbisik "Sudah siap kita lakukan sekarang"


"Tapi Aku malu, " Mira menimpali Jack dengan wajah yang merah merona.


"Kenapa harus malu, Aku ini suami mu, Jack berkata sambil memberikan sentuhan di area sensitif di bagian tubuh Mira" Jack sudah bisa menebaknya area mana saja yang paling sensitif akan sentuhan, Semua sentuhan yang di berikan Jack membuat Mira ingin mendapatkan yang lebih.


Jack tidak ingin melakukan nya dengan terburu-buru, Jack masih asik bermain di atas gunung puji. Meskipun akan pergi ke hutan Amazon itu pun nanti setelah puas bermain di atas gunung.


Kemeja yang di kenakan Mira pun sudah terlepas semua kancing nya dan penutup gunung yang indah pun entah kapan terlepas nya, Sungguh sangat nikmat sekali indah nya surga dunia.


Mira pun terus mend**ah ketika semua sentuhan yang di berikan Jack, Membuat Mira ingin segera melakukan hal yang lebih. Jack tersenyum lebar ketika melihat reaksi tubuh mira, Dengan gerakan cepat Jack pun menggendong Mira ke sebuah tempat yang sudah di sediakan oleh Rico, Jack melepas penutup tubuh Mira hingga tidak ada yang tersisa. Kedua insan sudah tidak tertutup sehelai benang pun. Percintaan mereka akan di lakukan di ruang terbuka di bawah sinar bulan.


Jack pun sudah berada di atas tubuh Mira, Jack akan segera menyusururi gua Mencari sarang burung kakak tua yang selama ini belum menemui sarang nya. Melihat tubuh Mira yang sudah tidak tertutup di terangi bulan membuat Jack sudah tidak sabar.


"Sudah siap kah,,,?Tanya Jack terhadap mira.


" Mira pun mengangguk,,"Meskipun sangat malu.


Jack pun perlahan mencari jalan untuk menyusuru gua , Tidak sulit bagi Jack untuk menemukan jalan.


Gerakan perlahan sudah di lakukan jack, Des**an dari kedua nya pun mulai terdengar di telinga masing-masing. Hingga pada akhirnya kedua nya sudah berada di titik puncak kenikmatan, Jack mengecup kening mira"Terimakasih sayang kamu luar biasa "Jack membalikan posisi mereka hingga Mira berada di atas tubuh jack, Mereka berdua masih saling ber pelukan.

__ADS_1


"Hallo para reader ku yang tercinta, jangan lupa ucapan selamat untuk jack. Jangan bully Aku ya🙈🙈"


__ADS_2