Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 102


__ADS_3

Setelah mengantar Bu Merlin pulang ke rumah dan memastikan bila wanita itu nyaman kembali di kediaman pribadinya, mereka bertiga, Jack, Mira dan Zay pun pergi ke pusat perbelanjaan yang tadi sempat mereka bicarakan. Zay merasa senang saat tangan kanan dan kirinya di pegang oleh kedua orang tuanya. Hal itu membuat Zay merasa begitu lengkap dengan kehadiran Jack di sisinya. Dia yang sejak dulu merindukan seorang ayah, sosok yang bisa menemaninya bermain, membeli perlengkapan sekolah dan berangkat ke mana pun bersama. Kini dia temukan semua itu pada diri Jack, ayah sambungnya yang begitu disayanginya.


Begitu pun Jack, walaupun dia hanya seorang pria dewasa, dia tampak bahagia pergi ke wahana bermain di mal besar yang terdapat di pusat kota itu.


Canda dan tawa pun terlihat di ketiganya menunjukkan bila mereka sangat bahagia. Untuk sejenak Jack bisa melupakan kekhawatirannya pada kesehatan istrinya.


Dia hari ini akan menghabiskan waktu bersama Zay dan Mira, sekedar mengusir penat dan lelah setelah beberapa hari terakhir dipenuhi masalah yang bertubi-tubi.


Setelah membeli semua perlengkapan dan yang lainnya, mereka pun mencari tempat makan, Sudah cukup waktu yang mereka habiskan untuk berkeliling dan mencari semua barang kesukaan mereka masing-masing, membuat perut mereka lapar.


Keluarga kecil itu saat ini tengah berada di restoran yang ada di dalam mal dan mereka memesan menu makan yang lagi-lagi merupakan kesukaan mereka masing-masing. Tidak berselang lama kemudian, pesanan mereka siap dan mereka menikmati semua hidangan dengan lahap.


Acara makan pun sudah selesai, kemudian rombongan kecil itu keluar dan mencari tempat permainan, yang lebih seru di tempat itu. Sebagai Ayah yang baik, Jack selalu menuruti keinginan Zay memasuki beberapa tempat permainan yang dia sukai. Sementara itu, Mira hanya mengikuti ke mana arah kedua pria kesayangannya itu pergi.


"Setelah ini kita ke mana lagi?" Tanya Jack terhadap anak dan istri.


"Ke tempat bermain, lainnya, yuk, Pa... Aku mau main ke akuarium. Ingin melihat banyak ikan. Kata teman sekolah Zay banyak jenis ikan di sana," Zay berkata dengan penuh semangat, memang, beberapa hari yang lalu, seorang teman Zay ada yang bercerita tentang tempat di mana mereka berada saat ini. Jadi, wajar jika dia ingin tahu lebih banyak semua wahana permainan yang ada.


"Baiklah, kita ke sana," Jawab sanga Papa.


Kini mereka berjalan menuju mobil karena akan pergi ke tempat yang berbeda.


Sementara Mira, hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang anak laki-lakinya. Mira menatap kedua orang di sampingnya itu sambil mengelus perutnya dan berkata dalam hati, “Semoga kamu juga bisa seperti kakakmu, ya, Nak, lahir dengan selamat dan menyaksikan indahnya dunia. Jika Mama tidak bisa menjaga kamu, Pasti kakak dan papa akan lebih bisa menjaga kamu kelak,"


Jack yang melihat istrinya melamun, langsung bertanya, "Hai ada apa? Kenapa melamun?”


"Tidak apa-apa,” Jawab Mira menggelengkan kepala sambil tersenyum menatapnya.


"Jangan banyak pikiran, kita hari ini kan mau bersenang-senang, iya, kan, Jagoan?" Kata Jack sambil melihat lewat kaca spion terhadap sang Jagoan yang duduk di kursi tepat di belakanginya.


"Iya, Pa...." Jawab Zay dengan raut wajah dipenuhi kebahagiaan.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan, salah satu obyek wisata di mana mereka bisa melihat semua jenis ikan, melihat keindahan  biota laut, atau merasakan sensasi seolah basah karena lautan tanpa harus membasahi tubuh kita.


Tempat ini ada di salah satu mal yang ada di Jakarta dan cocok bagi anak kecil. Sebab bisa dipastikan bila semua anak yang di bawa berkunjung ke sana akan sangat menyukainya.


Mereka bertiga pun keluar dari mobil, Zay sudah tidak sabar untuk segera masuk. Kali ini dia akan melihat langsung ikan-ikan itu bukan hanya mendengar cerita dari temannya saja.


Dengan cepat anak itu langsung berlari ke arah pintu masuk gedung yang menjulang tinggi di hadapannya. Hal itu disebabkan oleh rasa penasarannya yang tinggi dengan apa yang ada di dalam gedung itu.


"Nak... jangan lari-lari," Larang Mira terhadap sang putra. Dia hanya kuatir jika Zay terjatuh.


"Sudah lah... Biarin saja," Ucap Jack sambil tersenyum menatap wajah sang istri dan menggandeng tangannya.


Suami istri itu pun berjalan perlahan ke arah sang anak, yang sudah menunggu dan berdiri di pintu masuk, anak kecil itu memang sudah tidak sabar. Setelah mereka melewati lorong-lorong yang ada di mall tersebut, akhirnya mereka pun sampai di area menuju akuarium raksasa.


Setelah beberapa saat kemudian, Jack melakukan pembayaran tiket, lalu, akhirnya mereka bertiga bisa langsung masuk dan melihat keindahan ikan-ikan dan biota laut yang ada. Zay tertawa kegirangan khas anak kecil yang lari-lari kecil ke sana ke mari.


"Papa, Sini... ikannya lucu sekali!" Zay memanggil papanya, agar segera mendekat ke arahnya.


"Iya, Jagoan tunggu ya... !" Jack menjawab sambil berjalan di samping Mira dan mendekat ke arah sang anak.


Anak itu berkata, "Pa... ini namanya ikan Dory," Ucap Zay sambil menunjuk ke arah salah satu ikan berwarna kuning dan ungu.


"Owhh, ya... ko, Zay tahu sih, namanya?" Ucap Jack sambil menatap ikan yang di tunjukkan Zay padanya.


"Iya, Pa... Zay pernah liat di tv,” Jawab sang anak sambil menatap terus ikan-ikan yang terlindungi oleh kaca.


"Iya, kah... ?" jawab sang papa, Mira yang menyaksikan interaksi antara Jack dan Zay pun hanya tersenyum. Sambil mengikuti ke mana kedua jagoan mereka melangkah.


Cukup lama mereka berkeliling hingga akhirnya Zay pun merasa puas dan keluarga kecil itu memutuskan untuk segera pulang.


Setelah keluar dari akuarium, mata Zay tertuju pada salah satu toko yang menjual berbagai jenis ice cream. Dia menghentikan langkahnya sambil berkata, “Apa boleh mampir ke sana, Pa?” Tunjuk Zay ke salah satu penjual ice cream.

__ADS_1


"Kamu mau itu?” Tanya sang mama.


"Iya!" Jawab Zay mengangguk pelan.


"Eh, kenapa wajahmu seperti itu...?" Tanya sang Papa.


"Tidak apa-apa, Pa!” Jawab Zay, sambil menggelengkan kepala lalu, menunduk. Dia tahu selama ini Mira tidak membiarkannya makan ice cream, oleh karena itu dia merasa takut saat memintanya.


"Jagoan Papa ... jangan begitu ah, wajahnya, apa sih yang nggak buat kamu, Zay!” Kata Jack mencubit gemes pipi sang jagoan kecil itu sambil menatap istrinya. Jack tahu betul pasti Mira  yang tidak mengizinkan Zay menikmati makanan kesukaannya.


Jack pun membawa Zay ke penjual ice cream, lalu, memesan sesuai dengan keinginan sang anak.


Setelah pesanannya datang, Zay mencicipi miliknya lalu, menyodorkan sesendok ke arah sang papa, sambil berkata, "Coba rasa ini Pa.... enak loh," Kata Zay.


Jack pun menerima suapan ice cream dari sang anak, "Oh iya, Sangat enak!” Jawab Jack sambil mengacungkan jempol.


"Mama mau?" Tanya Zay sambil menyodorkan sendok es krim ke arah mamanya.


"Tidak, kalian makan saja,” Jawab Mira yang duduk di kursi berhadapan dengan jagoannya itu.


"Mama tidak suka Makan seperti ini, yang Mama suka itu Cuma papa,” Ucap Jack sambil menatap wajah sang istri.


Mira yang mendengar ucapan dari suaminya itu wajahnya langsung bersemu merah.


"Apa sih mas... " Kata Mira.


"Ohh,” anak kecil itu menjawab enteng.


Setelah selesai menghabiskan ice cream, mereka memutuskan untuk pulang, biarpun menyenangkan saat pergi bertamasya, tetap saja menyisakan kelelahan setelahnya.


"Kita mampir dulu ke klinik, ya?" Jack mengajak sang istri.

__ADS_1


"Mau apa?" Tanya Mira.


"Nengok Ferdy sama bayinya," Ucap Jack dengan pandangan lurus ke depan.


__ADS_2