Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 117


__ADS_3

Setelah beberapa saat meutia dan clara pun turun kembali dari lantai atas, di mana kedua nya menempati kamar bagian atas.


Zay masih setia duduk di ruang tengah bersama sang nenek, Dia pun sudah berganti pakaian dengan menggunakan pakaian rumah. Bu parida pun telah menyiapkan sebuah kamar untuk zay, jika suatu saat berkunjung ke rumahnya. Tidak harus membawa pakaian ganti, semua sudah tersedia di sini. Bukan hanya pakaian saja tetapi di lengkapi juga dengan berbagi jenis permainan anak laki-laki. Tapi bagi zay ini tidak menarik, dia tidak butuh semua perlengkapan ini. Setiap datang ke rumah neneknya selalu di sambut kurang baik oleh kedua sepupunya, zay yang tidak suka akan keributan merasa tidak nyaman berada di sini.


Kedua sepupunya itu mendekat ke arah zay yang sedang bermain bersama sang nenek.


Mera menyela di tengah, sehingga menjadikan zay menggeser posisi duduk nya. Agar kedua sepupu nya itu bisa duduk di antara zay dan nenek parida.


"Nek... temenin kita bermain masak-masakan " Rengek kedua cucu perempuan nya.


"Main bareng di sini saja, sama zay juga" Ucap bu parida sambil mengelus kepala clara, jarang juga kan zay berkunjung kesini. Gunakan kesempatan ini agar kalian saling mengenal dan akrab, masa sama sepupu aja seperti sama musuh.


"Tapi nek, dia itu laki-laki. Dan kami perempuan masa dia bermain rumah-rumahan atau barbie, " Kata meutia sambil melirik ke arah zay yang sedang memainkan fuzzle yang di belikan sang nenek.

__ADS_1


"Kan mainan banyak tidak harus main masak-masakan atau barbie, kan ada banyak alat permainan di sini. Kalian bisa bermain rancang bangun dan lain sebagainya" Ucap sang nenek agar ketiga cucunya bermain bersama.


Zay yang menyaksikan itu semua, hanya terdiam sambil bermain sendiri tanpa menghiraukan kedua sepupunya itu. Dia berusaha pura-pura tidak mendengar semua percakapan yang ada.


Bu parida pun terus membujuk kedua cucu perempuan nya, agar mau bermain bersama.


Dengan penuh kesabaran bu parida membujuk nya, akhirnya keduanya pun mau bermain bareng bersama zay.


Setelah sampai nilam pun mempersilahkan untuk menikmati makanan yang di bawanya.


Setelah itu nilam pun duduk di sofa yang berhadapan dengan ibu mertuanya itu.


"Suami mu sudah berapa hari tidak pulang? " Tanya sang ibu mertua nya itu.

__ADS_1


"Tadi malam pulang, ma... tapi cuma ganti baju saja setelah itu pergi lagi" Jawab Nilam


"Kamu tanya enggak dia mau ke mana? " Kata bu parida.


"Di tanya pun mana mau jawab jujur, ma... lebih baik diam saja" Jawab Nilam dengan raut wajah yang biasa saja, bagi nilam mau pulang atau tidak itu suaminya enggak ada masalah toh dia bertahan di sini pun hanya demi harta. Bagi Nilam alangkah baik nya jika suaminya itu tidak pulang, dia bebas melakukan apapun jika suaminya tidak ada. bahkan pergi nongkrong bersama teman-teman nya pun tidak ada yang melarang.


"Itu anak yah... kapan berubahnya, rasanya aku sebagai ibunya merasa malu punya anak seperti itu" Ucap bu parida dengan wajah sendunya.


"Sudah lah, ma... jangan di pikirkan. Semoga saja nanti dia berubah " Kata Nilam sambil menatap wajah ibu mertua nya itu yang terlihat sedih.


"Semoga dia cepat mendapatkan hidayah" Ucap bu parida.


"Amiin" Jawab Nilam.

__ADS_1


__ADS_2