
"Maaf," Ucap Jack terhadap orang yang tadi bertabrakan dengannya. Ternyata dia adalah seorang wanita yang tergolong sangat cantik.
"Tidak apa-apa, Pak," Ucap wanita itu sambil menundukkan kepala.
“Kamu?”
Seketika tangan Jack secara refleks melepaskannya hingga wanita itu terjatuh begitu saja ke lantai.
Sakit itu sudah pasti, Yang di rasakan wanita itu tetapi, rasa malu karena dia terjauh itu lebih besar. Secepat kilat wanita itu kembali bangkit.
"Untuk apa kamu datang lagi ke sini?" Tanya Jack terhadap Sania. Dia adalah Sania, salah satu wanita yang dibencinya.
"Jack! Ada hal penting yang perlu kita bicarakan!” Jawab Sania.
"Sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi."
"Kumohon, Jack. Lima menit saja!” Sania pun memohon terhadap Jack agar mau berbicara dengannya.
"Aku tidak ada waktu buat kamu! Silahkan pergi dari sini sebelum aku panggil keamanan untuk mengusirmu!” Ucap Jack dengan lantangnya, sambil pergi berlalu untuk meninggalkan Sania. Akan yetapi, dia terus mengejar. Hal itu membuat Jack merasa tidak nyaman karena banyak karyawan melihat ke arahnya, sementara Sania menjadi pusat perhatian. Dengan terpaksa, akhirnya Jack menyetujui untuk berbicara dengan wanita itu.
"Baiklah, Ikut ke ruanganku! Tetapi, hanya lima menit!"
"Terimakasih ...." Ucap Sania sambil mengikuti langkah Jack dari belakang.
Mereka berdua pun berjalan ke arah lift yang akan menghantarkan mereka ke lantai tujuan. Setelah Lift berhenti di lantai tempat ruangan Jack berada lalu, mereka pun keluar tetapi, Jack tidak langsung ke ruangannya. Melainkan mampir ke ruangan Ferdy. Jack berharap sahabatnya itu ada dan tengah duduk di kursi kerjanya. Sementara Sania sangat heran, karena tiba-tiba Jack memilih pergi ke ruangan Ferdy.
"Kenapa kita ke sini, Bukannya Ruanganmu di sebelah sana?” Tanya Sania.
"Jangan banyak tanya, Cukup ikuti saja."
Jack melihat pintu ruangan Ferdi yang tidak tertutup rapat. Dia pun tanpa permisi langsung masuk Dan duduk di kursi yang ada di hadapan Ferdy. Sementara Sania berdiri di belakang Jack.
Kedatangan mereka berdua cukup mengejutkan Ferdy, Sehingga pria itu menatap keduanya saling bergantian, dengan mengerutkan keningnya.
"Jika masuk ruangan orang ketuk dulu ...." Ucap Ferdy memperingatkan sahabatnya.
"Tadinya mau begitu. Eh pintunya sudah terbuka, memang si, Cuma sedikit," Jawab Jack santai.
Sania masih setia berdiri. Dalam hati dia sudah mengumpat kenapa dua lelaki ini tidak mempersilahkan dirinya untuk duduk.
__ADS_1
"Mau apa kalian datang ke sini? Jangan bilang lu mau CLBK sama minyak goreng ini, Jack!" Ucap Ferdy dengan nada mencibir.
"Ngomong apa, Sih lu!" Jack tidak terima dengan perkataan Ferdy, yang mengatakan akan CLBK, dia pun berbicara sambil melempar berkas yang ada di hadapannya ke arah ferdy.
"Ya, kali aja! Kenapa juga kalian datang berdua. Masih pagi pula,” ucap Ferdy.
"Dia tuh, Yang maksa-maksa gua! Katanya ingin bicara. Tadinya,gua mau ke ruangan gua. Eh di jalan gua dapet ilham, kalau bicara berdua di ruang pribadi. Bisa saja dia melakukan hal yang tidak-tidak nanti, kan repot gua. Jadi, untuk menghindari itu semua. Gua bawa dia ke sini deh."
"Gua enggak di suruh duduk ini?" Ucap Sania menyela obrolan kedua lelaki yang ada di hadapannya.
"Oh, iya, lupa. Lagian gua enggak lihat ada orang ." Jawab Ferdy dengan tatapan dinginnya.
"Silahkan duduk." Ferdy pun mempersilahkan Sania untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, yang letaknya tidak jauh dari mereka.
"Oh, iya," Sania pun duduk di sofa yang ada di dekatnya.
"Yuk! Temenin gua!" Jack mengajak Ferdy untuk bicara dengan Sania dan duduk saling berhadapan.
"Lu, Saja! Gua liatin dari sini. Kalau dia macam-macam nanti, gua langsung panggil ke amanan, lagi pula pembicaraan kalian masih bisa di dengar dari siani," Tutur Ferdy.
"Ya, Sudah!" Jack pun bangkit dari duduknya, Dia berpindah tempat ke sofa di mana Sania sudah duduk di sana.
"Cepat katakan, Waktumu hanya lima menit." Jack mempersilahkan Sania untuk mengatakan apa tujuannya datang ke kantornya.
Jack bukannya menjawab tapi, dia tersenyum menyeringai. Dirinya tidak akan percaya dengan apa pun yang di ucapkan Sania.
"Maaf untuk?" Tanya Jack heran.
"Untuk semua hal, saya benar-benar menyesal dengan semua yang telah terjadi. Tolong ...! maafkan semua kesalahanku selama ini?" Sania berkata penuh permohonan.
Jack mencari kebenaran dari wajah Sania, kelihatannya sih seperti sungguhan tetapi, pria itu tidak mau terjebak untuk yang ke sekian kalinya, oleh kelicikan gadis ini. Karena orang macam Sania tidak mungkin menyerah begitu saja, tidak mungkin juga berubah dalam waktu sekejap.
"Dapet hidayah dari mana, Lu? Bisa minta maaf secepat ini. Bukannya pantang bagi seorang Sania untuk minta maaf?" Ujar Jack sambil tersenyum mengejek.
"Sungguh. Aku minta maaf, " Ucap Sania sambil menundukkan kepala, Dia berusaha meyakinkan Jack.
"Sudah cukup, tidak perlu minta maaf, Waktu lima menit sudah habis. Silahkan keluar dari sini!" Perintah Jack terhadap Sania.
Akan tetapi, bukannya pergi gadis itu justru menangis sambil memeluk kaki Jack memohon pengampunan.
__ADS_1
"Hai... Apa yang kau lakukan? Tidak perlu seperti ini. Dan jangan membuat keributan ini masih pagi!" Ucap Jack sambil melepaskan pegangan tangan Sania dari kakinya.
"Sudah, sana pergi! Aku sudah memaafkanmu, Asal sekarang kamu pergi, oke?" Jack memberi penegasan agar Sania segera pergi, Sungguh muak Jack melihat air mata palsu yang Sania keluarkan. Jack sudah bisa menebak apa Rencana yang akan di lakukannya. Dia punya firasat bila pasti di antar jodoh ingin membodohi semuanya dengan berpura-pura berubah. Padahal ada niat di balik itu semua.
"Baiklah. Aku pergi sekarang, tapi, nenarkah kamu sudah memaafkan?" tanya Sania lagi.
"Iya," jawab Jack singkat.
"Terima kasih banyak,” Ucap Sania sambil mengusap air matanya.
Akhirnya Sania pun pergi berlalu meninggalkan ruangan Ferdy. Tinggallah Ferdy dan Jack di ruangan itu.
"Hebat sekali akting nya bukan?” tanya Jack terhadap Ferdy.
"Eh... Ratu drama juga ya dia.” Gurau Ferdy sambil tertawa kecil.
"Sudahlah gua pergi keruangan dulu, Terima kasih atas bantuannya," Jack berkata sambil melambaikan tangan keluar dari ruangan Ferdy.
"Dasar aneh." Ferdy bergumam sambil menggelengkan kepala.
**********
Di tempat lain, tidak jauh dari area perkantoran.
Terlihat seorang wanita yang sangat cantik, dia terlihat sangat buru-buru masuk sesubuh mobil mewah, uang sudah menuggunya di sebrang jalan.
"Bagaimana?" tanya seorang yang ada di mobil.
"Capek, Yah ternyata berakting itu!” Jawab Sania sambil menghela nafas panjang. Ternyata pura-pura berubah menjadi baik itu sangat melelahkan.
"Kenapa lu, Tidak jadi artis saja sih! Udah pinter akting gitu!" Tutur Demian sambil tersenyum tipis ke arah Sania.
"Jadi artis itu capek, mesti kerja siang malam untuk menghasilkan duit. Yang tidak capek itu menjadi Nyonya Jack!” Ujar Sania.
"Serah lu, Deh!” Jawab Den sambil melajukan kendaraannya, perlahan pergi meninggalkan area perkantoran itu.
"Tujuan kita ke mana?" Tanya Sania terhadap Demian.
"Ya, Kita laksanakan rencana selanjutnya," Tutur Demian yang sambil menyetir tanpa melihat ke arah Sania, yang matanya fokus ke jalan.
__ADS_1
"Ok, laksanakan!" Jawab Sania dengan penuh semangat.