
Keduanya sudah berada di lantai bawah, terlihat kedua wanita paruh baya itu sudah pindah tempat. dari ruang makan dan sekarang sedang berada di ruang keluarga,sambil menikmati acara televisi kesukaan keduanya.
Jack dan Mira berjalan perlahan mendekat ke arah bu merlin dan bu Dellia.
Jack dan Mira duduk di sofa yang bersebelahan dengan mereka.
"Makan dulu sanah! " Perintah bu Merlin terhadap anak dan menantu nya.
"Iya, ma... " Jawab Jack.
"Sebentar ya ma, mau liat zay dulu" Ucap Mira terhadap kedua wanita yang ada di hadapan nya.
"Makan saja dulu, lagian zay sudah tidur tadi di temenin bi Minah! " Kata bu Merlin. Bu Dellia itu hanya diam, memang dia tidak banyak ngomong orang nya. jika pun kalau ngomong itu pun ada hal penting yang perlu di bahas.
"Tapi, ma...! " Mira berkata dengan wajah sendu, dia sudah bisa menebaknya bahwa zay kecewa terhadap dirinya.
"Makan saja dulu, dan setelah itu kembali ke sini ada hal yang perlu mama bicarakan dengan kalian" Tegas bu Merlin.
Akhirnya Jack dan juga Mira pun pergi ke ruang makan, meskipun Mira tidak merasa lapar akibat rasa malu yang di rasakan nya, gara-gara sudah membuat heboh seisi rumah.
Setelah berada di ruang makan, mereka pun di sambut oleh para pelayan dan mereka mengisi piring Jack dan juga Mira dengan menu makan malam yang telah di sajikan.
__ADS_1
Mira sudah menolak perlakuan dari para pelayan tetapi mereka terus memaksa, ini adalah bagian dari pekerjaan mereka jika Mira menolak itu tandanya mereka tidak bekerja.
Akhirnya Mira pasrah dengan perlakuan para pelayan itu.
Jack menikmati makan malamnya dengan lahap, beda lagi dengan Mira, dia hanya memakannya sedikit.
"Sayang, kenapa itu makanannya hanya di liatin mulu? Tanya Jack, dia berhenti sejenak dari aktifitas makannya hanya untuk menanyakan kenapa istrinya tidak makan.
" Nggak lapar, mas...! "Jawab Mira dengan wajah di tekuk.
" Apa makanan nya nggak enak? "tanya Jack terhadap istrinya.
" Bukan itu mas... tapi gara-gara kejadian tadi sore aku merasa tidak enak sama mama, dan juga semuanya "Ucap Mira dengan raut wajah yang murung.
"Tetep saja merasa tidak enak" ucap Mira sambil menopang dagunya, dia sudah tidak mau makan meskipun Jack menyuruh menghabiskan tetap saja dia tidak mau.
"Sudah lah" Ucap Jack sambil mengusap lembut rambut sang istri.
Jack telah menghabiskan makan malamnya, dan keduanya pun kembali ke ruang keluarga di mana sudah di tunggu sama bu Merlin dan bu Dellia.
Keduanya pun duduk bersebelahan.
__ADS_1
Bu Merlin pun menoleh ke arah ke duanya sambil berkata "Sudah makannya? " Tanya bu Merlin.
"Sudah ma... " Jawab Mira.
Akhirnya bu Merlin pun menyampaikan apa yang akan di bicara kan.
"Bulan depan kan, kandungan Mira sudah memasuki usia ke 16 minggu! " Kata bu Merlin sambil melihat ke arah anak dan menantu nya.
"Iya, terus" Jawab Jack.
"Bagaimana jika kita ada kan syukuran atas kehamilan Mira dan undang kerabat terdekat dan para rekan bisnis kamu, sekalian mengenalkan Mira pada semua orang bahwa dia itu istri kamu, " Tutur bu Merlin.
"Nggak usah, ma...! " jawab Mira.
"Lah, kenapa biar banyak yang mendoakan,kita undang juga anak-anak dari panti asuhan terdekat" Ucap Bu Merlin lagi.
"Aku sih setuju sama rencana mama" Ucap Jack sambil memegang tangan istrinya, lalu menatapnya lekat-lekat.
"Mama juga setuju" Bu Dellia pun ikut menimpali.
Pembicaraan di antara merekapun lumayan lama, hingga waktu pun sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.Dan akhirnya semua nya sepakat bahwa akan mengadakan acara syukuran empat bulan kehamilan Mira.
__ADS_1
Semuanya pun kembali ke kamar masing-masing, untuk mengistirahatkan tubuh mereka.