Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 170


__ADS_3

" Ya sudah jika tante memaksa aku nurut saja"ucap Anita pasrah.


"Bilang aja lu mau! " kata Mira dengan nada meledek.


Tetapi perkataan Mira tidak di gubris oleh Anita.


Setelah nunggu beberapa saat Bu Merlin pun turun dari lantai atas dengan membawa tas kecil, dia akan membawa Anita dan juga menantunya untuk pergi berjalan-jalan keluar hanya untuk mencari rujak, siapa tahu mood nya Anita kembali membaik.


"Nggak ganti baju? " tanya Bu Merlin terhadap Mira.


"Nggak lah, lebih nyaman yang ini lagipula cuma ke taman doang kan! Ma...? " tanya Mira terhadap sang mertua.


"Iya, kita mencari yang tidak ada untuk yang lagi hamil muda! " ucap Bu Merlin sambil melihat ke arah Anita yang sedang duduk santai.


Setelah berbincang akhirnya ketiga wanita itu berjalan keluar rumah, di luar sudah ada pak sopir yang siap mengantarkan mereka ke tempat tujuan.


Pak sopir pun membuka pintu kendaraan lalu mempersilahkan ke-tiga nya untuk segera masuk.


Setelah berada di dalam kendaraan mereka pun siap untuk berangkat, Bu Merlin pun memberi arahan agar segera melajukan kendaraan nya terhadap pak sopir.


Pak sopir pun menyala kan mesin kendaraan nya lalu menginjak gas dengan perlahan, dan kendaraan yang mereka tumpangipun perlahan pergi keluar dari pekarangan rumah.


Kendaraan sudah berada di jalan utama untuk menuju ke tempat tujuan, banyak kendaraan yang berlalu lalang menambah ke indahan jalanan.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, akhirnya mereka pun sudah sampai di tempat tujuan.


Pak sopir memarkirkan kendaraan nya, setelah terparkir ketiga wanita itu keluar dari dalam mobil.


Bu Merlin langsung mengajak Anita dan juga Mira untuk berkeliling, berjalan ringan seperti ini tidak mengakibatkan wanita hamil berbahaya. Dia mengajak mencari jajan yang di sukai, jika di lihat Bu Merlin itu tergolong dari keluarga kaya tetapi tidak menjadikan dia sombong dan tidak mau membeli makanan di pedagang kaki lima, justru dia suka makan di penjual kaki lima tetapi rasa tidak kalah sama makanan yang berada di bintang lima.


Mereka melihat-lihat menu jajanan yang tersedia di sanah, bahkan rujak pun banyak sekali berbagai macam nya tinggal kita memilih mau yang mana.


Setelah melihat-lihat hampir semua penjual di sanah, akhirnya pilihan Anita jatuh kepada rujak tumbuk. Sebelum nya dia tidak pernah mencoba rujak jenis ini, kali ini dia tertarik ingin sekali mencoba nya.


Bu Merlin pun memesan tiga porsi rujak tumbuk, dia juga sudah lama tidak makan rujak ini kebetulan cuaca juga sangat mendukung untuk menikmati rujak dan tersedia juga minuman nya yaitu es gula aren.


Bu Merlin tidak meminum es begitu pun Mira dan juga Anita, mereka hanya memesan minuman gula aren ya saja tanpa es.


Setelah beberapa saat mereka menunggu sambil duduk di bangku yang telah di sediakan, akhirnya pesanan mereka pun sudah siap di hidangkan.

__ADS_1


Anita mencoba sedikit dengan satu suapan, dia meng_icip-icip rasa ternyata rasanya enak.


"Tante ternyata rujak yang seperti ini tidak kalah enak loh dari yang seperti aku beli" ucap Anita, seketika dia lupa sama ngidam nya yang ingin makan rujak mangga hasil mencuri dari pohon mangga pak Jamal. Beda lagi dengan Mira dia meskipun hamil tetapi nggak seperti orang hamil pada umumnya, dia biasa saja terhadap jenis rujak.


Bahkan dia tidak mengalami masa ngidam seperti orang lain, dia makan apapun selalu terasa enak hanya mood saja yang sering berubah-ubah.


"Tante sering jajan di sini dari dulu pas Papa Jack masih hidup, dan Jack juga sering di ajak ke sini tapi dia lebih suka liat-liat yang jualan nya dia sangat teliti " ucap Bu Merlin.


"Kenapa begitu tante? " tanya Anita lagi.


"Dia nggak suka sama yang jualan nya kalau tempat nya kurang bersih" ucap Bu Merlin sambil tertawa kecil.


"Wah kalau itu mah aku juga nggak mau tante beli jajanan tetapi yang jual nya jorok" ucap Anita.


Mira hanya menyimak pembicaraan antara Sabat dan Ibu mertua nya.


"Kenapa nggak di makan? " tanya Bu Merlin terhadap sang menantu.


"Udah cukup Ma...! " jawab Mira singkat.


"Apa mau makan makanan yang lain? " tanya Bu Merlin.


"Nggak lah, Ma... nanti saja" Jawab Mira.


"Halah, dasar aja lu rakus" ucap Mira dengan nada meledek sahabatnya itu.


"Bukan begitu, sayang aja udah di beli nggak di makan mubadzir" kata Anita sambil terus menghabiskan rujak tersebut.


Setelah cukup lama mereka menikmati rujak dan jajan lainnya, akhirnya Mira mengajak mertua nya untuk pulang.


Mereka bertiga pun memutuskan untuk segera pulang, ke tiga wanita itu sudah berada di dalam kendaraan.


Pak sopir pun sudah siap untuk melajukan kendaraan nya, setelah mendapatkan perintah dari sang majikan pak sopir pun melajukan kendaraan nya.


Mobil yang mereka tumpangi pun sudah keluar dari area tersebut, selama di perjalanan Mira berusaha untuk menghubungi suaminya tetapi panggilan tidak terhubung, entah kenapa membuat hati Mira tidak tenang dia gelisah tidak karuan.


Hal itu tidak lepas dari perhatian Ibu Mertuanya.


"Kenapa ko seperti gelisah! apa ada yang sakit?" tanya Bu Merlin terhadap sang menantu.

__ADS_1


"Nggak, hanya saja kenapa Jack tidak bisa di hubungi" kata Mira sambil terus menatap layar ponsel nya.


"Mungkin lagi di ruang meeting" ucap Bu Merlin berusaha untuk menenangkan menantunya itu.


"Berfikir positif saja lah, jangan mikir yang aneh-aneh" Anita pun ikut menimpali.


"Ya, cuma heran aja nggak biasanya juga seperti ini" kata Mira.


"Sudah, Jack nggak apa-apa" ucap Bu Merlin sambil memegang tangan menantunya, lalu di tatap wajahnya dengan penuh cinta. Dari tatapan itu Mira sudah mengerti bahwa Ibu mertuanya sangat menyayangi dirinya.


"Iya, Ma...! " Jawab Mira singkat.


Setelah beberapa saat akhirnya kendaraan yang membawa mereka pun sudah berhenti tepat di depan rumah, ketiga wanita itu pun langsung keluar dari dalam mobil.


Mereka pun segera menuju pintu masuk, dan masuk terlebih dahulu Bu Merlin di susul lagi oleh Anita dan juga Mira.


Setelah sampai di dalam mereka pun duduk di sofa yang ada di ruang keluarga, Anita merasakan sangat bahagia setelah pergi seketika lupa segala nya. Beda lagi dengan Mira dia tidak bisa tenang sebab suaminya belum juga bisa di hubungi.


"Ma... aku susul Jack ke kantornya yah! " Mira meminta ijin terhadap ibu mertuanya itu.


"Baru juga datang nanti kamu lelah, coba telepon Rico atau Ferdy terlebih dahulu" kata sang ibu mertua.


Setelah beberapa saat mereka terdiam, akhirnya Bu Merlin pun mengijinkan Mira untuk ke kantor menyusul suaminya.


Mira segera bersiap untuk segera pergi ke kantor, setelah beberapa saat Mira pun sudah turun kembali dari kamar nya dan sudah siap untuk berangkat.


Bu Merlin pun mengantar Mira sampai ke depan dan memperingati pak sopir agar selalu hati-hati.


Mira sudah berada di dalam kendaraan dan siap untuk berangkat.


Kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang, tidak terlalu menghabiskan banyak waktu jarak tempuh dari rumah ke kantor.


Setelah beberapa saat mobil yang di tumpangi Mira sudah sampai di area parkir kantor, Mira segera turun lalu meninggalkan pak sopir di parkiran.


Dengan berjalan perlahan Mira untuk menuju ruangan suaminya, sepanjang perjalanan dia berpapasan dengan banyak karyawan. Mereka banyak sekali pertanyaan ada apa istri bos nya ke kantor, sebab sudah sejak lama Mira tidak datang ke kantor. Mereka hanya berbisik membicarakan tidak ada yang berani bertanya langsung.


Setelah beberapa saat Mira pun sudah tiba di depan ruangan yang di tempati suaminya.


Mira langsung membuka pintu ruangan suaminya tanpa permisi ,sebab dia sudah tahu sandi akses untuk masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


"Jadi ini alasannya kamu tidak bisa di hubungi" ucap Mira dengan tatapan tajam terhadap suaminya.


Jack yang melihat istrinya datang dengan tiba-tiba hanya bengong.


__ADS_2