Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 180


__ADS_3

Di tempat lain, di waktu yang sama.


" Hai penghianat... keluarkan aku dari sini"teriak Sania, memanggil Juna, tetapi Juna tidak merespon apapun. Saat Sania di masukan ke sel tahanan.


"Tunggu pembalasan ku kalian semua" Sania terus berteriak sambil mengucapkan sumpah serapah terhadap, keluarga mira dan juga Juna.


Juna pun mengabaikan Sania, juna datang ke kantor polisi pun hanya ingin melihat kehancuran orang-orang yang selama ini telah mempermainkan orang lain.


Hari ini mereka semua mendapatkan balasan, atas apa yang telah mereka perbuat di masa yang akan lalu.


Sekarang sudah tidak ada lagi orang-orang yang selalu berbuat jahat terhadap keluarga Jack, semoga keluarga Jack selalu dalam keadaan aman damai dan pasti nya bahagia.


Sania yang merasa di permainkan oleh juna, dia sangat murka tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Selama ini dia percaya terhadap juna, tetapi itu semua palsu. Ternyata selama ini perlakuan juna untuk dirinya hanya topeng, Sania sudah yakin bahwa Juna sangat mencintai nya. Ternyata Juna lebih cerdas di bandingkan Sania, sekarang Sania hanya bisa meratapi nasib nya di balik jeruji besi.


Kasus yang di alami Sania pun sangat berat yaitu pembunuhan berencana dan investigasi bodong, dan obat-obatan terlarang juga.


Sungguh sangat tidak mungkin Sania beserta yang lainnya bisa terbebas dengan cepat, mengingat begitu berat kasus yang menimpa mereka. Setelah berada di dalam penjara pun tidak ada raut wajah yang penuh penyesalan, melainkan kobaran api penuh dendam di hatinya.


*


*

__ADS_1


*


Keesokan harinya di waktu yang berbeda.


"Sayang bangun ini sudah siang loh..." Jack mengguncangkan tubuh istrinya, tetapi Mira hanya menggeliat sambil berkata "Masih ngantuk mas... " jawab Mira dengan tidak membuka matanya, dia masih saja nyaman berada di bawah selimut.


"Ini sudah jam sepuluh, kamu harus sarapan dulu anak ku sudah pada lapar itu kasian. jika mau tidur lagi boleh tapi sekarang bangun dulu lalu sarapan" kata Jack, dia masih setia duduk di tepi ranjang sambil menunggu istrinya bangun.


Entah kenapa setelah usia kandungan menginjak tujuh bulan, bawaannya ngantuk terus tidur delapan jam menurut Mira tidak cukup.


Mira yang terbiasa bangun pagi sekarang menjadi wanita paling malas, tetapi itu tidak masalah bagi Jack yang terpenting waktunya makan ya harus makan.


"Iya, sebentar lagi" Jawab Mira yang tidak mau membuka mata nya.


"Iya, aku bangun" jawab Mira dengan malasnya, dia menyibak selimut lalu bangun terus turun perlahan dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi.


"Apa pelu bantuan? oh iya sudah lama loh si Jack junior tidak berkunjung ke rumah anak-anak nya" kata Jack sambil menggoda istrinya.


Mira yang mendengar itu semua langsung membulatkan matanya, meskipun kesadaran nya belum kumpul sempurna "Apa sih mas jangan macam-macam" ucap Mira sambil kembali berjalan ke arah kamar mandi.


"Nggak macam-macam ko cuma satu saja, oh iya bukan nya kata dokter Riyan itu boleh melakukan sesering mungkin, jika sudah masuk ke tiga puluh minggu untuk memperlancar jalan lahir" kata Jack sambil menatap punggung istrinya.

__ADS_1


"Kan lahirnya mau Caesar, nggak mesti memperlancar jalan lahir" Jawab Mira yang sudah berada di dalam kamar mandi.


Setelah Mira berada di dalam kamar mandi, Jack pun setia menunggu istrinya sambil memainkan ponsel nya.


Dia suka sekali melihat-lihat berita viral yang ada di media sosial.


Setelah beberapa saat Mira pun sudah keluar dari kamar mandi, dia terlihat sudah lebih seger. Wanita hamil itu terlihat menggemaskan di mata Jack, Di mata Jack aura kecantikan Mira itu semakin bersinar dengan perut yang buncit seperti itu.


Mira yang di tatap seperti itu oleh suaminya, merasa risih"Mas... bisa nggak sih ngeliat nya nggak susah seperti itu! "kata Mira terhadap suaminya.


" Habisnya kamu itu menggemaskan sayang! "Kata Jack sambil mendekat ke arah istrinya.


Jack pun memeluk tubuh istrinya dari belakang, sambil mengelus perut buncit sang istri.


" Geli, Mas...! "kata Mira.


" Tapi suka kan..! "goda Jack.


" Apaan sih, mas... "jawab Mira yang wajahnya sudah mulai memerah.


Setelah beberapa saat Jack bermain di perut istrinya,dia pun membiarkan Mira untuk berganti baju dan melakukan sarapan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat pun sudah selesai ganti baju, dan mereka berdua keluar dari kamar dan akan sarapan bersama di meja makan. Hanya tinggal Mira dan Jack yang belum sarapan sebab ini sudah siang bukan pagi lagi.


__ADS_2