
Keesokan harinya
Pagi yang sangat cerah, secerah senyum bu Ani yang dari pagi sudah dandan rapih. Dia hari akan memaksa putra nya,untuk mengantarkan dirinya untuk bertemu dengan seorang perempuan yang ada di photo.
Sebetulnya dia juga bisa datang sendiri ke rumah wanita itu, tidak sulit bagi dia untuk menemukan alamat tersebut tetapi Bu Ani menunggu niat baik anaknya, untuk mengantarkan dirinya ke rumah itu.
Dia sudah siap untuk berangkat. Namun, sang putra belum juga keluar dari kamar.
Entah apa yang di lakukan anak itu," lama sekali hanya untuk mengganti pakaian juga seperti berganti kulit saja"gerutu Bu Ani, dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Selvia.
Ya Nama itu yang di beri tahu oleh sang pencari informasi yang di bayar dirinya.
Sudah cukup lama Bu Ani menunggu. Namun, Ferdy tak kunjung keluar dari kamar.
Dia pun segera bangkit dari duduknya, untuk menemui Ferdy di kamar.
Wanita yang sudah tidak lagi muda itu tetapi masih terlihat sangat cantik, bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan ke lantai dua. Di Mana kamar Ferdy terletak di lantai itu.
Setelah beberapa saat dia pun sudah sampai di depan pintu kamar sang anak, Pintu pun di ketuk tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Bu Ani pun memutar gagang pintu dengan perlahan ternyata pintu tidak di kunci, Pintu pun sudah terbuka.
Terlihat dari depan pintu seorang lelaki dewasa sedang duduk di atas tempat tidur, masih mengenakan boxer dan tidak memakai kaos.
"Kenapa belum siap? " Tanya sang Mama.
__ADS_1
"Ma, Janji dulu yah! Jangan buat keributan di sanah! " Kata Ferdy terhadap sang Mama.
"Emang keliatan yah, muka mama ini seperti tukang rusuh" Jawab Bu Ani dengan nada kesal nya.
"Bu-bukan seperti itu, Ma...! " Jawab Ferdy.
"Lalu maksudnya apa? kamu bicara seperti itu? " Tanya Bu Ani.
"Kasihan dia, Ma... nanti kaget denger Mama marah-marah di sanah! " Kata Ferdy memperingatkan Mamanya.
"Sejak kapan, Mama suka marah-marah? " Tanya Bu Ani kesal.
"Sejak tadi malam"Jawab Ferdy dengan santai nya, emang sih selama ini mamanya itu seorang wanita yang super sabar, dia itu jarang sekali marah.
" Ya sudah cepat pakai bajunya, nanti telat loh.. kamu juga harus ke kantor kan? "Tanya Bu Ani.
" Cepetan! Mama tunggu di bawah, kita sarapan di rumah selvi saja... Mama sudah bawa makanan buat di sanah! "Kata Bu Ani, sambil berjalan perlahan meninggalkan Ferdy yang masih duduk santai.
Setelah Mamanya tidak terlihat, Ferdy pun segera mengambil pakaian gantinya.
Dengan gerakan cepat dia langsung memakai nya, setelah selesai dengan semuanya Ferdy pun langsung bergegas turun ke lantai bawah, di mana sang Mama sudah menunggu nya.
" Hayu, Ma...? "Ajak Ferdy terhadap sang Mama.
Bu Ani pun langsung beranjak dari tempat duduk nya, dia membawa beberapa paper bag yang berisi kan banyak makanan.
__ADS_1
Dia berjalan di belakang sang anak, setelah sampai di garasi Ferdy pun membuka pintu kendaraan yang akan mereka tumpangi untuk sang Mama , Bu Ani pun Masuk dan duduk di kursi depan samping pengemudi.
Ferdy tidak suka menggunakan sopir dia lebih suka mengendarai mobil sendiri, dia merasa bebas mau pergi ke mana pun tidak ada orang yang menunggu nya.
Kendaraan yang mereka tumpangi pun perlahan pergi meninggalkan area pekarangan rumah, suasana jalanan di pagi hari pun sangat ramai, kendaraan yang mereka tumpangi pun bergerak dengan perlahan membelah keramaian jalanan di pagi hari.
Sepanjang perjalanan pun tidak ada yang bicara sepatah katapun, ibu dan anak itu pun mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Setelah cukup lama di perjalanan akhirnya kendaraan yang di tumpangi pun memasuki area perumahan,di mana terlihat sama semua bangunan nya.
Setelah beberapa saat kendaraan pun berhenti di salah satu rumah.
Bu Ani pun melihat ke sekeliling.
"Pintar sekali kamu, mencari rumah dekat dengan kantor" Ucap Bu Ani dengan nada mencibir anaknya.
"Biar nggak repot, Ma..! " Jawab Ferdy.
"Lah, repot kenapa... memangnya dia istri kamu? " Kata Bu Ani sambil menatap lekat wajah sang anak, yang terlihat tanpa merasa bersalah.
"Sudah lah, ayo turun? " Ajak Ferdy terhadap sang Mama.
Akhirnya ibu dan anak itu turun dari mobil, lalu berjalan perlahan menuju pintu masuk. Setelah sampai di depan pintu Ferdy pun mengetuk pintu,
Setelah beberapa saat pintu pun terbuka, terlihat seorang wanita masih muda membuka pintu sambil menggendong bayi.
__ADS_1
"Mas..! " Kata selvi dengan wajah terkejutnya.