
"Dasar sombong... " umpat wanita itu dalam hati, entah kenapa setiap kali mereka bertemu nggak pernah akur, selalu saja berantem.
Setelah kepergian Ferdy, Siti pun melanjutkan kembali tujuan nya untuk segera kembali ke ruangan.
Setiap kali bertemu dengan Ferdy sudah pasti, hati Siti di penuhi caci maki terhadap Ferdy tetapi itu hanya mampu di lakukan nya dalam hati. Sebab nggak mungkin juga dia maki-maki bos meskipun salah.
*****
Sore hari
Waktunya seluruh karyawan untuk segera mengakhiri pekerjaan nya, begitu pun dengan Siti.
Dia sudah merapihkan semua pekerjaan nya, dan memasukkan barang ke dalam tasnya.
Dia bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk segera keluar dari ruangan nya.
Siti pun segera menuju lift yang akan mengantarkan nya ke lantai tujuan, setelah berada di depan lift dia langsung menekan tombol.
__ADS_1
Dan lagi-lagi di dalam ada orang yang tidak di harapkan nya, Ferdy dengan sombongnya berdiri dan memasukkan tangan ke saku celana nya. Semua orang yang melihat pasti terpesona akan ke ganteng nya, lain halnya dengan Siti dia malah bergidik ngeri saat harus satu lift dengan nya.
Tapi sebisa mungkin Siti bersikap baik terhadap Ferdy, dia mengangguk hormat, saat sudah berada di dalam lift.
Setelah beberapa saat lift sudah berhenti di lantai tujuan, Siti pun mempersilahkan Ferdy untuk keluar terlebih dahulu.
Setelah Ferdy keluar barulah dia melangkah kan kaki untuk keluar dari Lift.
Siti pun keluar dari gedung perkantoran untuk segera pulang, sebab sudah lelah rasanya setelah seharian bekerja.
****
Di tempat lain di waktu yang sama
Mira merasakan kram perutnya, dan orang rumah pun merasakan panik.
Mereka bingung harus ngapain, Jack sudah di hubungi dia akan segera datang, tetapi jika menunggu Jack datang itu membutuhkan waktu yang sangat lama.
__ADS_1
Akhirnya Mira pun di bawa ke klinik nya dokter Riya, Jack pun sudah menghubungi nya agar menyiapkan tempat untuk Mira.
Dan dokter Riyan pun memberi perintah bahwa ada pasien spesial yang akan datang.
Mira pun di bawa ke klinik menggunakan kendaraan pribadi miliknya, beserta Bu Farida dan juga Bu Merlin.
Sepanjang perjalanan menuju klinik ,Bu Merlin merasakan gemetar dia takut terjadi sesuatu terhadap cucu dan menantunya. Bu Farida yang melihat ke panikan di wajah Bu Merlin dia berusaha untuk menenangkan nya.
Keringat dingin pun sudah di rasakan Mira.
"Jangan tidur Mira! " kata Bu Farida saat melihat Mira akan menutup mata, Bu Farida pun mengusap dahi Mira dengan tissue sebab sudah di penuhi keringat.
"Bertahan ya... sebentar lagi kita sampai, Pak ini mobil kenapa lambat sekali bisa lebih cepat nggak" kata Bu Merlin sambil membentak sang sopir, dia merasa kendaraan yang di tumpangi pun diam di tempat.
"Sabar Bu... Mira pasti kuat, dia ibu yang hebat" kata Bu Farida sambil terus menggenggam tangan mira, dia bisa merasakan apa yang di rasa Mira pada saat ini. Bu Farida tidak bisa menemani Mira saat melahirkan Zay, tapi keberuntungan bagi nya saat ini bisa berada di samping Mira.
Setelah beberapa saat kendaraan pun sudah sampai di klinik. Mobil langsung terparkir depan UGD dan sudah di sambut oleh beberapa perawatan yang sudah di tugaskan oleh dokter Riyan.
__ADS_1