Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 177


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu setelah meninggal nya Bu Dellia.


Rutinitas pagi seperti biasanya, sebelum berangkat ke kantor selalu sarapan bersama itu adalah hal yang wajib. Tidak ada yang boleh keluar rumah sebelum sarapan pagi, hari ini Mira dan juga Jack sudah ada janji dengan pengacara nya.


Dia akan mengurus semua aset yang di miliki Bu Dellia, walau bagaimana pun Mira yang lebih berhak atas segala nya.


Kandungan Mira pun hanya menunggu beberapa minggu lagi, dan taksiran persalinan pun akhir bulan ini.


Dengan waktu yang bersamaan kanker Mira pun akan di angkat, itu sudah di setujui Mira.


Sarapan pun sudah selesai, semua yang beraktivitas di luar akan segera berangkat.


Mira pun mengantarkan suami dan anak nya sampai ke teras, sebelum pengacara itu datang Jack akan ke kantor terlebih dahulu.


Sebab ada meeting yang tidak bisa di tinggal kan, Jack sudah pergi bersama Zay.


Tinggal lah Mira di rumah beserta Ibu Mertua nya, dia kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Perut Mira sudah semakin membesar, berjalan pun sudah kewalahan. Dia duduk di sofa sambil menikmati acara televisi kesukaan nya, setelah tinggal di rumah ini Mira menjadi suka sekali nonton acara televisi bersama mertua nya itu.


"Mir... mau ikut nggak? " tanya Bu Merlin yang baru saja turun, dia sudah rapih entah mau ke mana itu sang mertua.


"Mama mau ke mana? " tanya Mira.


"Kita di undang ke rumah Pak RT, katanya mau ada acara empat bulanan anaknya! " jawab Bu Merlin.


"Jauh nggak Ma... rumah nya? " tanya Mira lagi.


"Nggak, kita jalan kaki saja sekalian olahraga! " ucap Bu Merlin.


Setelah beberapa saat Mira telah berganti baju, dia menggunakan stelan hamil meskipun sederhana tidak mengurangi kecantikan Mira. Dia tidak pernah dandan seperti orang lain, selalu tampil apa adanya.


Akhirnya mertua dan menantu itu pergi ke acara empat bulan tetangga nya, sengaja Bu Merlin mengajak Mira agar para tetangga mengenal menantu nya.


Mira dan juga Bu Merlin pun berjalan untuk menuju ke rumah tetangga, tidak sedikit pula sepanjang perjalanan yang menyapa mereka.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya sampai juga di tempat tujuan, Mira dan juga Bu Merlin di sambut ramah oleh sang pemilik acaranya.


*


*


*


Di tempat lain.


"Kamu penghianat, dasar bajingan! " teriak wanita itu sambil melempar botol minuman, yang sudah habis dia teguk"Bilang nya kamu sayang sama aku dan akan melakukan apapun demi aku, nyata nya semua itu palsu ternyata semua ini hanya jebakan kamu"kata sania sambil menunjuk wajah juna dengan jari telunjuk nya.


"Hai...pelankan suaramu, gua tidak tuli jadi nggak usah berteriak! " kata Juna sambil menatap tajam wanita itu, selama ini Sania percaya bahwa Juna ada di pihak nya, sampai sedetail mungkin dia ceritakan terhadap Juna. Dan sekarang Sania mengetahui nya bahwa semua itu hanya jebakan, yang telah di rencanakan dengan matang.


Sehingga tidak ada seorang pun yang curiga, hari ini tiba sudah kehancuran Sania, Demian dan juga Dirga.


Semua laporan sudah masuk ke kantor polisi beserta bukti kejahatan, sedangkan mereka sudah ada di tempat di mana tidak lagi bisa untuk melarikan diri.

__ADS_1


"Tunggu sebentar lagi, polisi akan menjemput kalian! silahkan nikmati hidup mu dengan baik sebelum masuk penjara" kata Juna sambil menatap tajam Sania, dia keluar dari ruangan itu dan mengunci kembali pintunya.


__ADS_2