Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 163


__ADS_3

Bruk...


"Kalau jalan tuh pake mata! jadi kotor baju saya! " Bentak orang tersebut terhadap Selvi.


"Maaf, Pak" Kata Selvi tanpa melihat ke arah orang yang sedang emosi karena bajunya terkena tumpahan minum.


"Lain kali hati-hati" Kata Dira dengan nada bicara yang di penuhi amarah, padahal itu hal sepele tetapi dia bisa marah sehebat itu. Ternyata Dirga itu berlaku baik hanya di depan Jack saja.


Selvi pun melihat wajahnya yang dari tadi belum sempat di lihat, dengan terkejutnya Selvi setelah melihat siapa yang ada di hadapan nya.


Dengan tubuh gemetar Selvi berusaha melarikan diri, untuk segera minta tolong.


Dia berlari sebisa mungkin untuk menghindari Dirga, dengan wajah penuh ketakutan .


Sevi pun sudah sampai di mana Ferdy dan juga Jack sedang mengobrol dengan beberapa rekan bisnis, tanpa pikir panjang Selvi pun memanggil Ferdy"Mas... tolong aku"Kata Selvi dengan suara gemetaran dan berurai airmata.


Ferdy yang mendengar Selvi memanggilnya langsung menoleh ke arah sumber suara, terlihat Selvi dengan wajah yang di selimuti ketakutan.


"Apa yang terjadi dengan kamu? " tanya Ferdy sambil bangkit dari duduknya, begitu pun dengan Jack dan para tamu yang ada,melihat ke arah Selvi yang sedang ketakutan.


"Dia jahat! " Kata Selvi dengan nada bicara yang gemetar.


"Iya, dia siapa? di mana? " tanya Ferdy panik, dia sudah tidak bisa berfikir dengan baik.


Selvi pun menunjuk ke arah di mana dia tadi menabrak Dirga, Ferdy pun langsung berlari ke arah di mana Selvi menunjukan tempat itu.


Sementara ini Selvi sedang bersama Mira, dia masih gemetar dan ketakutan.


Mira memeluk tubuh Selvi sambil mengelus punggungnya agar Selvi segera tenang.


Ferdy sudah berada di tempat yang di tunjukkan Selvi,tetapi tidak ada siapapun di sini yang mencurigakan.


Dia terus melihat di sekeliling tetapi keadaan normal seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.


Ferdy pun kembali ke dalam di mana Selvi masih berada di dalam pelukan Mira, tetapi saat ini keadaan nya sudah sedikit tenang.


Ferdy mengisyaratkan terhadap Mira agar melepas,pelukan nya terhadap Selvi.


Perlahan Mira mengurangi pelukan itu, dan memberikan nya segelas air putih.


Selvi pun menerima nya lalu meminum dengan perlahan, keadaan Selvi pun sudah sedikit tenang.

__ADS_1


Ferdy sudah memerintahkan orang agar mengecek semua CCTV di berbagai sudut yang ada di ruangan itu.


"Sudah lebih baik? " tanya Mira terhadap Selvi, dan Selvi pun menggunakan kepala dengan pelan.


"Lebih baik bawa pulang saja!" Perintah Jack terhadap Ferdy, dan itu pun langsung di sejujurnya.


"Tidak masalah kan pulang terlebih dahulu" Ucap Ferdy terhadap Jack.


"Tidak, tenangkan dia dulu siapa tahu setelah di rumah dia mau bicara, jangan lupa biarkan tante Ani yang mengajaknya untuk bicara"


"Baiklah" Jawab Ferdy sambil menggandeng tangan Selvi dan membawa nya keluar dari tempat acara.


Sepanjang perjalanan pun Selvi selalu melihat ke kanan dan ke kiri seolah sedang mencari sesi.


"Jangan takut ada aku bersama mu" Ucap Ferdy sambil menggenggam tangan Selvi, seolah memberi kekuatan untuk Selvi.


Setelah berada di loby Ferdy pun langsung membuka pintu kendaraan nya, lalu mempersilahkan nya untuk segera masuk.


Selvi telah duduk di samping kemudi, dan Ferdy pun perlahan menginjak gas dan kendaraan yang mereka tumpangi pun perlahan meninggalkan area hotel.


******


Flashback On


Setelah berada di halte Selvi pun duduk sendiri di sanah, berharap ada kendaraan yang lewat yang akan mengantarkan nya pulang.


Pada saat termenung duduk sendiri di kursi tunggu yang ada di sanah, tiba-tiba berhenti sebuah mobil mewah di hadapan nya.


Hal itu membuat Selvi terlonjak kaget, dia bangkit dari duduknya berusaha untuk pergi dari sanah. Namun tiba-tiba tangan nya di cekal oleh salah satu yang keluar dari mobil.


Selvi terus memberontak tetapi orang itu tidak menggubris nya.


Selvi di bawa masuk ke dalam mobil, lalu melaju dengan cepat kendaraan yang di tumpangi nya.


Setelah beberapa saat kendaraan yang di tumpangi pun memasuki area hotel.


Dengan gerakan cepat orang itu pun menyeret Selvi,untuk segera di bawa masuk ke dalam kamar yang ada di hotel itu. Sekeras apapun dia memberontak untuk lepas dari orang tersebut tetapi tangga nya kalah kuat.


Setelah berada di dalam kamar dan Selvi pun di hempaskan langsung ke atas tempat tidur, lalu lelaki itu mengungkung tubuh kecil itu.


Lalu merobek seluruh pakaian yang di kenakan Selvi, Selvi berusaha menutup aset kembar nya dengan kedua tangan.

__ADS_1


Dia meronta menjerit meminta tolong. Namun, tidak ada satu orang pun yang datang untuk menolong diri nya.


Dengan rakusnya dan nafas yang menggebu orang itu melahap abis tubuh Selvi, yang menurut orang itu sangat candu untuk di nikmati.


Setelah puas orang itu bermain dengan aset kembar yang di miliki Selvi,dan membuat lukisan di setiap titik tubuh mulus Selvi.


Dia turun ke bawah untuk segera menuntaskan hasrat nya, yang dari tadi tongkat sakti miliknya sudah tidak bisa di kendalikan.


Selvi yang melihat itu untuk pertama kali sungguh merasa takut,dan seakan dunia berhenti berputar dia merasa bahwa Tuhan tidak adil.


"Tolong jangan lakukan ini padaku, ku mohon kasihanilah aku!" Ucap Selvi dengan nada lirih penuh luka itu.


Bukan nya mendengar orang itu malah semakin menggebu, bagi dia sura Selvi itu ******* yang sangat indah di telinga nya sehingga hasrat yang di miliki pun semakin tinggi.


Dengan gerakan cepat orang tersebut, melancarkan aksinya untuk segera menuntaskan hasratnya.


Dengan sekali hentakan oleh pria itu, dan hentakan itu membuat Selvi menjerit kesakitan. Justru semakin bersemangat pria itu untuk segera melakukan penyatuan.


Setelah beberapa hentakan yang di lakukan, akhirnya benteng pertahanan Selvi pun hancur oleh tongkat sakti yang di miliki pria bajingan itu.


Pria itu terus bergerak liar hingga tercapai pada puncak kenikmatan yang di dapat, berbanding terbalik dengan Selvi baginya ini adalah awal kehancuran dari dunia nya.


Pria itu pun ambruk setelah melakukan pelepasan, dengan nafas yang sangat memburu pria itu memeluk tubuh ringkih Selvi.


Selvi berusaha untuk melepaskan pelukan dari pria bajingan itu, namun pria itu semakin erat memeluknya.


Selvi dengan berurai airmata dan rasa sakit di rasa di area inti bercampur rasa sakit di hanti.


Sungguh tidak bisa membayangkan persaan Selvi pada saat ini.


Setelah cukup lama, nafas pria itu sudah teratur pertanda orang itu sudah tertidur pulas.


Selvi dengan perlahan melepas tangan pria itu agar terlepas dari tubuhnya, Selvi dengan perlahan turun dari tempat tidur untuk segera menuju kamar mandi, rasa ngilu di area miliknya tidak di rasanya.


Dia berjalan tertatih setelah berada di dalam,dia menyalakan shower lalu duduk di bawah kucurkan air itu.


Tuhu ringkih itu pun menggigil kedinginan, setelah satu jam Selvi berada di bawah kucuran air shower.


Dia keluar dia memungut pakaian yang tadi di kenalannya, tetapi pakaian itu tidak bisa di gunakan lagi.


Selvi mengambil kemeja pria itu untuk di kenalannya, bagi Selvi harus segera keluar dari tempat ini sebelum pria itu bangun.

__ADS_1


Selvi dengan terpaksa memakai kemeja itu lalu keluar dari kamar hotel.


flashback off


__ADS_2