
" Lakukan apapun itu caranya agar Mira sembuh "ucap Jack dengan nada bicara yang lemah, dia tak kuasa saat melihat malaikat kecil yang menyaksikan ibunya kesakitan.
" Kita juga lagi berusaha "jawab dokter Riyan.
Setelah beberapa saat pemeriksaan pun berlangganan, akhirnya Mira akan segera di pindahkan ke ruang ICU.
Mengingat kondisinya semakin melemah, Jack sebagai seorang suami tidak kuasa jika harus melihat istrinya seperti itu.
Di sisi lain ada sang putri yang baru saja hadir, seharusnya dia bahagia akan kehadiran sang putri. Tetapi di sisi lain ada seorang istri yang sedang meregang menahan sakit, dia harus bahagia dan bersedih dalam waktu bersamaan.
Setelah beberapa saat Mira pun sudah di pindahkan ke ruang ICU, sedangkan Jack masih duduk melamun sambil menatap wajah sang putri yang baru saja hadir.
" Hai putri kecil bangun... menangis lah yang keras agar suara mu sampai ke telinga ibu mu"Jack berkata sambil mengelus pipi sang bayi kecil itu.
__ADS_1
Sayang bayi pun hanya menggeliat, pertanda tidur nya sedang di usik. Tetapi itu hanya sebentar dan dia pun kembali tertidur.
Setelah beberapa saat Jack memandangi putri kecilnya, pintu ruangan pun terbuka.
Bu Farida dan Bu Merlin pun masuk ke dalam ruangan.
"Bagai mana keadaan Mira? " tanya Bu Merlin.
Jack tidak menjawab hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Mira, Ma... kondisinya semakin melemah" jawab Jack dengan nada bicara yang berat, sungguh saat ini dia sangat sulit rasanya. Jangan kan untuk hal lain bicara pun rasanya tak mampu.
"Yang sabar... Mira akan baik-baik saja dia ibu yang hebat pasti kuat" ucap Bu Farida sambil mengusap-usap punggung Jack, pertanda dia memberi kekuatan.
__ADS_1
"Kamu harus kuat, jangan seperti ini... lihat putri kecil mu dia sangat membutuhkan ayah nya di saat ibu nya belum bisa menggendong nya" kata Bu Merlin.
"Tapi, Ma...! " hanya kata itu yang mampu terucap dari bibir Jack.
Sementara di ruang ICU, Mira belum menunjukkan tanda-tanda bahwa keadaan nya normal. Saat ini Keadaan Mira sangar kritis, dokter Riyan pun tidak beranjak sedikit pun dari samping Mira.
Dia sendiri yang langsung memantau perkembangan Mira.
"Mir...tahu nggak kamu itu nyebelin banget sih, dari dulu sampai sekarang hobby kamu itu membuat orang khawatir dan selalu menanti kamu, tapi kenapa kamu selalu tidak peduli dengan orang-orang yang menunggu kamu. Lihat sekarang dia putri kecil mu langi menanti kehadiran kamu tapi kenapa kamu malah asik tidur di sini, dan membiarkan nya sendiri. Apa kamu tega membiarkan nya sendiri, ayolah bangun! "dokter Riyan pun terus berbicara di samping Mira, tanpa di sadari air mata Mira pun keluar dari ujung matanya.Itu Artinya orang yang sedang tidak sadar bisa mendengar apa yang kita bicara kan, cuma tidak mampu untuk merespon semua yang kita ucapkan.
Keesokan harinya, keadaan Mira seperti biasa belum menunjukkan respon yang baik.
Sejak tadi malam tidak sedikit pun Jack beranjak dari sisi sang istri, putri kecilnya pun di serahkan kepada sang Mama untuk di jaga. Untuk saat ini dia hanya ingin berada di samping Mira, jika nanti Mira membuka mata yang pertama di lihat itu dirinya.
__ADS_1
Anita, Rico dan juga Ferdy.
Mereka semua ada di klinik termasuk Zay juga di bawa, mereka semua berkumpul untuk menemani Jack, agar dia merasa bahwa semua orang sangat menyayangi Mira dan putri kecilnya.