Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 108


__ADS_3

Ke esok kan harinya, terjadi sebuah insiden kecil di kamar Mira dan Jack. Di mana kedua orang itu tengah saling berbicara di depan pintu toilet. Kejadian itu, akibat Jakc ikut menikmati rujak pedas yang Mira ingin dinikmati oleh mereka berdua.


"Cepetan, Mas... ini sudah telat loh," Panggil Mira terhadap suaminya.


"Iya, sebentar perutku lagi mules, nih ... lagian kamu sih, udah tahu aku enggak bisa makan pedas. Masa suruh makan rujak mana pedas lagi," Jawab Jack dari dalam toilet.


"Kamu saja lemah, Masa di kasih cabe sepuluh aja udah mencret seperti itu?" Gerutu Mira yang bicara dari luar, dia sangat kesal terhadap suaminya. Sudah lama di dalam toilet tidak juga menyudahi aktivitasnya membuang hajat.


"Bukan masalah sedikit banyaknya, Ya namanya cabe tetep pedas rasanya dan aku tidak bisa makan itu," Tegas Jack.


Sungguh Jack merasakan pusing tujuh keliling, ternyata ibu hamil seperti ini, ya, seperti istrinya. Serba aneh kemauannya.


Di turuti Jack tersiksa enggak di turuti ngambek. Sungguh menguji kesabaran para suami jika mempunyai istri mengidam seperti ini.


Setelah cukup lama Jack berada di toilet, akhirnya pria itu keluar juga dengan langkah gontai sambil memegangi perutnya.


Sungguh dirinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, membuat tubuhnya terasa lemas.


Dia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, sungguh dirinya tidak berdaya. Rasa sakit di perut pun sudah tidak bisa di tahan lagi.


Sementarq Mira, sebagai seorang istri pun sungguh tidak merasa bersalah atas perbuatannya, Jack memaklumi ini semua. Bisa jadi ini pengaruh kehamilan istrinya itu, dia selalu menyikapinya dengan sabar dan menerima semua sikap Mira yang aneh.


Dia pun maklum jika terkadang istrinya itu baik, terkadang juga seperti sekarang ini, usil. Sunsgguh membuat pria itu pusing tujuh keliling.


"Mas... kamu enggak apa-apa, kan?" Tanya Mira sambil mendekati ke arah suaminya yang terlentang di atas kasur. Jakc sedang menahan rasa mules yang datang dan pergi secara tiba-tiba. Sungguh rasa yang luar biasa.


"Hmmm.... " Cuma itu yang keluar dari mulut Jakc. Dia masih merasa malas untuk berbicara. Tenaganya seolah-olah sudah tidak ada lagi.


"Tunggu sebentar aku ambil obat," Ucap Mira sambil pergi ke tempat dia menyimpan obat-obatan.

__ADS_1


Jack memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit, yang sudah mulai mereda untuk saat ini. Dia tidak tahu pasti entah nanti akan muncul lagi atau tidak.


Jack tidak menjawab ucapan istrinya, dia memejamkan matanya berharap rasa itu akan hilang.


Setelah beberapa saat kemudian, Mira pun kembali dengan membawa segelas ramuan.


"Mas.... ini minum jamunya?" Perintah Mira terhadap suaminya.


Jack membuka matanya melihat ke arah istrinya yang sedang memegang gelas berisi jamu.


"Itu apa?” Tanya Jack.


"Ini obat sakit perut, pasti langsung sembuh setelah obat ini di minum," Jelas Mira.


"Aku tidak mau... apaan minum seperti itu yang ada tambah sakit perutku, tadi bilangnya mau ngambil obat kenapa datang bawa itu ... aneh," Jack berceloteh kesal.


"Tadi sudah nyari-nyari di kotak obat ternyata kosong, terus aku kepikiran kenapa tidak buat obat ramuan saja,” Ucap Mira datar. Dia sengaja membuat ramuan tradisional yang sejak dahulu sebenarnya menjadi obat yang ampuh untuk mengurangi rasa sakit akibat diare.


"Ini hanya kunyit yang di parut terus di tambah daun jambu biji, kan, ini obat herbal loh, Mas... bisa meredakan sakit perut" ucap Mira sambil menaruh gelas itu di atas nakas, menatap lekat wajah sang suami dengan tatapan mata penuh rasa bersalah, melihat suaminya yang berwajah pucat dan bibirnya meringis menahan rasa sakit.


“Mas, maafkan aku, ya?” Ucap Mira sambil menangis pelan.


Seketika Jack membuka matanya lalu menatap lekat wajah sang istri dengan penuh tanda tanya.


"Kenapa menangis? dan kenapa juga minta maaf?" Kata Jack heran.


"Mas... sakit itu karena aku, kan?" Ucap Mira sambil menangis sesenggukan. Sungguh luar biasa manja ibu hamil yang satu ini.


Jack pun perlahan bangun lalu duduk di samping istrinya.

__ADS_1


"Tidak ... ini bukan salah siapa-siapa, sudah jangan nangis lagi yah ... ini sudah sembuh kok, cuma lemes aja,"  Ucap Jack terhadap istrinya agar berhenti menangis. Akan tetapi tangisan wanita itu bukan berhenti, tapi justru semakin menjadi-jadi. Sungguh mood ibu hamil itu sangat luar biasa.


Jack pun memeluk erat tubuh sang istri agar tangisnya mereda. Setelah cukup lama Mira berada di pelukan suaminya akhirnya tenang juga.


"Mas... kenapa sih, baik banget?" Tanya Mira terhadap suaminya.


"Kenapa nanya seperti ini? Aku ini suamimu, kan?" Jack malah balik bertanya.


"Jawab aja mas...!"


"Tidak perlu di jawab, Kamu juga sudah tahu jawabannya," Kata Jack.


"Aku tidak tahu Mas ...!" Ucap mira dengan wajah yang masih murung akibat menangis tadi.


"Ya karena mas, Sayang banget sama kamu!" Jelas Jack.


"Mas... gombal, Ah! Terlalu, kalo gimbalin istrinya," Ucap Mira sambil menepuk pelan tangan suaminya.


"Eh, Zay udah berangkat belum, ya ke sekolah, Ya sudah Mas atar dia dulu yah!" Ucap Jack sambil berdiri, dia baru sadar bahwa harus mengantar anaknya ke sekolah.


"Dia sudah berangkat dari tadi, aku menyuruh Bi Minah mengantarkan dia tadi,” Ucap Mira.


"Alhamdulillah, kalau sudah berangkat," Ucap Jack sambil duduk kembali di atas kasur dan merebahkan dari.


"Ya sudah istirahat saja, apa perlu aku hubungi Ferdy untuk ngasih tahu, Mas hari ini enggak ke kantor?" Ucap sang istri.


"Tidak perlu...."


"Ya sudah, Istirahat saja," Mira menyuruh suaminya untuk istirahat.

__ADS_1


Jack pun kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur, dari semalam dia tidak bisa tidur, karena harus mondar-mandir terus ke toilet. Sungguh tenaganya sudah terkuras habis hanya untuk membersihkan isi perut akibat makanan yang tidak cocok baginya.


__ADS_2