
Jack beserta keluarga sudah sampai di kediaman mereka, setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan.
Ferdy yang menjadi sopir, mengemudikan kendaraannya itu dengan hati-hati mengingat mereka baru saja mengalami hal yang tidak diinginkan di perjalanan sebelumnya. Dia memarkirkan mobil dengan baik, saat sudah tiba di halaman rumah Mira itu, dan turun lebih dahulu bersama Jack. Dia membuka pintu belakang lalu mempersilahkan Mira dan Bu Merlin untuk turun dari mobil.
Mereka semua berjalan perlahan memasuki rumah, Bi Minah pun sudah menyambut kedatangan sang Majikan.
Zay yang sudah merindukan Papa dan Mamanya, langsung berhambur keluar kamar untuk memeluk Mama tercinta. Sungguh dia sangat merindukan kedua orang tuanya itu. Meskipun, di tinggal hanya satu malam, tapi, rasa rindu anak itu bagai ditinggalkan ibunya selama sebulan saja. Mira pun membalas pelukan sang anak lalu mencium keningnya berulang-ulang.
Setelah memeluk mamanya Zay pun berpindah memeluk sang ayah. Meskipun itu hanya ayah sambungnya tetapi, tidak mengurangi rasa sayang Zay padanya. Begitu juga dengan Jack, dia sangat menyayangi anak sambungnya seperti menyanyi anaknya sendiri.
Setelah selesai acara berpelukan, mereka semua masuk dengan melewati ruang tamu begitu saja, mereka memilih duduk di ruang keluarga yang lebih nyaman dan, Bu Merlin langsung duduk di salah satu sofa yang ada di sana, begitu pula dengan Jack.
Sementara Mira, pergi berlalu meninggalkan Ibu mertua dan suaminya, dia pergi ke kamar untuk menyimpan barang-barang bawaannya. Dia juga ingin segera membersihkan diri lalu berganti pakaian dengan yang dia biasa gunakan di rumah. Wanita itu merasa lebih nyaman jika sedang berada di rumah dengan menggunakan daster.
Setelah cukup lama Mira berada di kamar, dia pun keluar dengan mengenakan baju kebangsaannya, dan rambut yang di Cepol asal.
Bu Merlin dan Jack pun masih berbincang di ruang tengah, entah apa yang mereka bicarakan.
Sehingga terlihat lebih dekat antara ibu dan anak itu, Mira pun mendekat ke arah suami dan ibu mertuanya, lalu, duduk di samping suami tercinta ... Tidak lupa pula mereka mengobrol di temani kopi dan camilan yang telah disiapkan sang asisten, Bi Minah.
"Lagi ngomongin apa sih, serius amat?" Tanya Mira pada suaminya lalu menatap wajah keduanya bergantian.
__ADS_1
"Nggak lagi bahas apa-apa, cuma Mama ngajakin pindah ke sana, ke rumah Mama," Ucap Jack sambil menatap wajah sang istri.
"Iya, Mir ... lebih baik pindah ke sana, ya? Kandunganmu semakin hari tambah besar dan sebentar lagi memasuki bulan ke empat, nanti kita adakan syukuran kecil-kecilan," Kata Bu Merlin sambil menatap wajah sang menantu, dia sangat berharap bahwa Mira akan mengabulkan permintaannya.
"Tapi, Ma ...!” jawab Mira.
"Pokoknya kali ini kalian berdua harus nurut sama Mama, sebelum Mama pergi ninggalin kalian semua, Mama hanya ingin menghabiskan hari-hari bersama anak, menantu dan cucu. Tidak mau dengar lagi penolakan dari kalian, di sana rumah sangat luas dan itu semua milikmu. Siapa yang akan menempati selain kalian?" Ucap Bu Merlin pada anak dan menantunya. Dia kali ini harus memaksakan Mira dan Jack agar segera pindah ke rumah milik keluarga Maholtra.
"Sudah saatnya, loh, kita pindah ke sana, Lagian, kan Mama udah tinggal di sini selama dua bulan dan sekarang gantian!” Kata Jack terhadap Mira sambil menatap wajah sang istri dengan penuh cinta.
"Iya, Mas.. sekarang aku ikut apa pun keputusan darimu, lagi pula sekarang aku adalah istri Mas ... jadi, aku mau ikut ke mana pun Mas akan membawaku,” Jawab Mira sambil tersenyum menatap ke arah suaminya lalu ke arah ibu mertua. Setelah memutuskan untuk berhenti bekerja, Mira juga sudah memikirkan akan pindah ke rumah ibu mertua, lagi pula tidak ada salahnya mencoba untuk tinggal bersama. Selama beberapa bulan terakhir ini Mira sudah melihat perubahan besar dari sikap ibu mertuany itu.
"Alhamdulillah sayang ... terima kasih banyak, yah, kamu sudah setuju," Kata Jack sambil memeluk tubuh Mira, yang duduk di sampingnya
"Terima kasih, ya, Nak... sudah mau mengabulkan keinginan Mama!" Ucap Bu merlin sambil tersenyum penuh kebahagiaan, sungguh dia merasa sangat bahagia hari ini. Ternyata Mira sudah bisa memaafkan dirinya, Bu Merlin tidak menyangka bahwa menantunya itu mempunyai hati yang sangat lembut.
"Ya sudah, Ma... Mama istirahat dulu di kamar Zay, nanti setelah itu kita makan," Ucap Mira pada ibu mertua.
Setelah perbincangan cukup lama di antara keduanya, akhirnya Bu Merlin pun pergi berlalu dari ruang tengah untuk menuju kamar Zay.
Dia ingin segera beristirahat setelah seharian di perjalanan, yang cukup melelahkan tubuh, ingin segera merebahkan diri di atas kasur.
__ADS_1
Tinggallah Mira dan Jack yang masih di ruang tengah, mereka berdua masih asik ngobrol entah apa yang menjadi topik pembicaraan di antara keduanya.
"Kapan kita pindah ke rumah sana?" Tanya Jack terhadap sang istri.
"Aku sih ngikut saja kapan pun, lagi pula sekarang kan tidak kerja bisa nyicil kemas barang tiap hari, pas waktunya nanti tinggal pindah," Jawab Mira sambil memasukkan camilan ke dalam mulutnya.
"Jangan, kamu tidak usah repot-repot, biar nanti telepon saja para pelayanan di sana, biar mereka yang merapihkan semuanya. Ibu ratu cukup diam dan membiarkan perintah saja!" Ucap Jack dengan nada bicara sambil menggoda istrinya itu.
"Ngomong apa sih Mas, jangan lah... aku juga masih bisa mengerjakan sendiri, tidak perlu bantuan dari yang lain," Ucap Mira menolak perkataan suaminya.
"Pokoknya tidak bisa membantah, cukup ikuti apa kata suami," Kata Jack dengan nada penuh penekanan, mulai sekarang dia tidak akan membiarkan istrinya itu melakukan pekerjaan apa pun. Sudah cukup bagi Jack selama ini memberikan Mira waktu, untuk melakukan semua yang sesuai dengan keinginan Mira.
"Iya deh, aku nurut," Jawab Mira dengan raut wajah murung, dia sekarang harus nurut terhadap suaminya.
Di sela perbincangan Mira dan Jack tiba-tiba ada suara pintu di ketuk.
Mira pun bangkit dari duduk, lalu berjalan perlahan mendekat ke arah pintu untuk membuka.
Dengan perlahan tangan Mira memutar gagang pintu, setelah pintu terbuka Mira pun di kagetkan dengan orang yang datang.
"Kau... untuk apa datang ke mari?" Ucap Mira terhadap orang tersebut. Perasaannya campur aduk melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya.
__ADS_1