Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 78


__ADS_3

Rico adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak yang, sudah menikah dan adik bungsunya masih kuliah semester tiga. Ibunya sudah meninggal dunia dan mereka kini tinggal dengan ayahnya. Akan tetapi, ayahnya mempunyai istri lagi, beberapa waktu setelah kematian istrinya. Sejak saat itu Rico tidak pernah ikut ayahnya karena sang ayah tinggal dengan istri barunya. Dia lebih memilih tinggal di apartemen miliknya, meskipun itu tidak terlalu mewah tetapi layak untuk dihuni dan cukup nyaman.


Ibu Rico meninggal karena serangan jantung, bertepatan ketika wanita itu mengetahui bahwa suaminya mempunyai wanita lain selain dirinya.


Setelah mamanya meninggal dan ayahnya menikah lagi Rico jarang bertegur sapa terhadap ayahnya


Karena dia berpikir bahwa, penyebab kematian ibunya adalah ulah ayahnya yang tidak menghargai keberadaan ibunya.


Meskipun selama ini, ayah dan ibu sambungnya berusaha segala cara dengan bersikap hangat untuk memperbaiki hubungan di antara dirinya dan juga anak-anak dari suaminya, tetapi, Rico belum bisa menerima semuanya. Cukup sulit baginya untuk memaafkan sikap ayah dan juga wanita yang kini menggantikan ibunya.


Bahkan, sering kali ada pertemuan keluarga besar yang harus dihadiri oleh semua anggotanua, tapi, Rico tidak pernah ikut berkumpul. Dia Lahir dari keluarga sederhana dan memiliki ekonomi  yang kurang. Membuat dia bekerja dengan giat hingga menjadi seseorang yang cukup sukses meskipun hanya seorang kepercayaan atau asisten. Akan tetapi itu semua sudah cukup baginya untuk menyambung hidup dan sisa dari penghasilannya di tabung untuk masa depannya nanti.


Meskipun, Dia seperti ini tetapi sangat menyayangi adik bungsunya, selama ini dialah yang selalu memenuhi semua kebutuhannya.


Oleh karena kesibukannyalah yang membuatnya belum juga seorang wanita, selain itu, memang belum ada satu pun yang berhasil membuatnya tertarik.


Entah kenapa belakangan ini dirinya merasakan ada hal yang aneh, ketika melihat seorang karyawan yang bernama Anita. Awalnya, dia hanya merasa sedikit penasaran tetapi lama-lama rasa itu beralih menjadi rasa ingin memiliki.


*****


Anita adalah seorang gadis desa yang berusaha mencoba keberuntungan di kota. Ibunya, seorang pensiunan guru SD dan ayahnya Seorang buruh pabrik. Kedua orang tuanya itu, sekarang sudah memasuki usia senja, sementara dia harus bergantian membiayai semua keperluan kedua adiknya yang masih kuliah. Itulah Anita, seorang wanita tangguh yang memikul semua tanggung jawab itu dalam hidupnya.


Hal ini membuat Anita harus bekerja banting tulang bukan hanya karena untuk dirinya, melainkan untuk kedua adik, ayah dan ibunya juga.


Anita setiap bulan harus mengirimi orang tuanya uang dari gaji yang diperolehnya, untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup karena mereka tidak punya cukup uang untuk membiayai kedua adiknya. Meskipun seperti itu, terkadang kedua orang tuanya suka menolak pemberian anaknya Karena mereka masih punya lahan untuk mereka kelola, tanah yang tidak begitu luas mereka jadikan sebuah kebun dan bisa menghasilkan uang meskipun, tidak seberapa.


*******


Suasana sore hari, merupakan sebuah tanda awal bagi semua orang yang beraktivitas di luar rumah, untuk segera kembali ke rumah masing-masing, setelah seharian bekerja. Saatnya bagi mereka kembali di mana tempat yang paling nyaman yaitu, rumah, tempat istirahat bagi tubuh yang telah lelah.


Saat itu, ada sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta dan, Sedang berada di dalam kendaraan Roda empat. Mereka tengah menuju tempat yang paling aman itu sesuai dengan tujuan mereka yaitu rumah.


Rico mengantar Anita untuk pulang ke Rumah setelah seharian bekerja. Mungkin ini hal pertama baginya mengantar sang pujaan hati pulang bekerja.


"Besok kan hari libur. Kamu mau ke mana?" Tanya Rico terhadap PM wanita yang duduk di sampingnya. Dia pun berbicara tapi pandangannya terfokus ke jalan.

__ADS_1


"Ya, tidak ke mana-mana!" Jawab Anita singkat.


"Kita ke kampungmu, yah?" Ajak Rico terhadap Anita.


"Mau ngapain di sana? Rumahku jauh, enggak cukup sehari pulang pergi,” Jawab Anita.


"Ya, Enggak, kan, kita bisa malam pulangnya nanti,” Jawab Rico kembali.


"Memang, kita mau ngapain ke Sana?" Tanya Anita kembali.


"Mau ketemu kedua orang tuamu!" Jawab Rico  enteng, tapi, ada sedikit senyum yang terukir di ujung bibirnya.


Seketika raut wajah Anita berubah menjadi merah merona. Seperti buah tomat yang sudah siap di panen.


"Mau ngapain ketemu mereka?" Tanyanya lagi, sedikit masih ragu.


"Mau Meminta mu menjadi calon ibu dari anak-anakku!” Rico mengucap itu sambil menatap ke wajah Anita lembut, sementara yang ditatap sudah tambah merah. Entah itu reaksi apa dia tidak paham dengan ekspresi itu semua.


"Jangan lakukan itu terburu-buru, nanti kamu menyesal," Kata Anita.


"Ya, Kamu belum terlalu mengenal diriku mungkin saja, ada hal yang tidak kamu sukai pada diriku dan sekarang kamu belum tahu akan hal itu,” Ucap Anita pelan namun masih bisa di dengar oleh Rico.


"ketika aku memutuskan untuk memulai semuanya dengan kamu. Maka saat itu pula aku menerima semua yang ada di dirimu. Kita belajar saling melengkapi dan menerima kekurangan masing-masing" jawab Rico sambil menghentikan kendaraan, yang mereka tumpangi di sebuah Cafe.


"Nanti, kamu menyesal!" Sarkas Anita.


"Yuk. Kita makan dulu sebelum pulang!” Ajak Rico terhadap sang kekasih. Dia membuka pintu untuk Anita dan mengulurkan tangannya lalu mengajaknya masuk ke sebuah kafe. Setelah sampai di dalam dia mengajak Anita ke salah satu ruangan privat. Saat mereka hendak masuk, pintu ruangan pun sudah di buka oleh salah satu pekerja di Sana.


"Kok kita ke ruangan ini, bukannya tempat makan di sana?" Tanya Anita heran.


"Kamu masuk saja, sudah siap kok makanannya di dalam!” Ucapan Rico sambil tersenyum lebar menatap sang pujaan hati.


Mereka berdua pun melangkah masuk ke ruangan tersebut, Setelah sampai di dalam Anita pun di buat kaget akan sebuah dekorasi yang di khususkan untuk dirinya. Terdapat satu buah meja yang sudah di penuhi semua jenis hidangan dari makanan dan minuman.


Anita terdiam tak bergeming, belum bisa mencerna dari semua yang ada di sekitarnya. Entah dia harus berkata apa. Sungguh di luar dugaan  dia tidak menyangka Rico akan mempersiapkan ini semua untuk dirinya.

__ADS_1


"Hai ... Kenapa melamun!" Rico pun membuyarkan lamunan Anita.


"Ini apa?" Tanya Anita masih dengan raut wajah yang kaget.


"Ini semua aku persembahkan untuk kamu Anita ...” Rico meraih tangan Anita lalu berjongkok di hadapannya.


"Di hari ini di tempat ini, aku melamar mu! Jadi, maukah kamu menjadi pendamping hidup dan menjadi ibu dari anak-anakku?” Ucap Rico sambil memegang tangan Anita.


Sementara wanita itu bukannya menjawab pertanyaan Rico, tapi justru melongo sungguh tidak percaya di mana hari ini akan tiba Dirinya di lamar oleh seorang lelaki yang baru seminggu menjadi kekasihnya. Sungguh tidak menyangka ternyata dia laki-laki yang selalu terlihat cuek, bisa seromantis ini.


"Aku harus bagai mana?” Jawab Anita frontal. Sungguh dirinya tidak menyangka.


"Cukup jawab ya atau tidak!" Jelas Rico.


"Ti-tidak.” Jawab Anita gugup.


"Maksudnya ...!" Rico sudah gelisah dengan ucapan Anita.


"Tidak mau menolaknya!” Ucap ulang Anita sambil menatap penuh cinta terhadap Rico. Mungkin saat ini jodohnya sudah datang. Penantiannya selama ini sudah berakhir. Selama ini Dia berharap akan ada seorang pangeran yang akan melamarnya dengan Romantis. Ternyata hari ini terjawab sudah.


Gadis itu tidak bisa menggambarkan rasa bahagia yang di rasakan Anita pada saat ini. Bagaikan di hinggapi ribuan kupu-kupu di hatinya.


Rico pun menyematkan sebuah cincin bermatakan belian di jari manisnya. Sungguh sangat indah menghiasi jari tangan Anita.


"Kita makan dulu, ya?” Rico pun mengajak Anita untuk menuju meja yang sudah tersaji makanan di atasnya.


"Iya!” Jawabnya singkat sambil berjalan bergandengan menuju meja yang sudah tersedia.


"Silakan tuan putri..." Rico pun menarik kursi dan mempersilahkan Anita untuk duduk.


"Terima kasih ..." Ucap Anita sambil tersenyum manis.


Acara makan malam pun berjalan sesuai rencana, kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.


 

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2